TRENGGALEK NJENGGELEK - Keraguan masyarakat akan ketangguhan motor listrik saat dihadapkan pada rute pegunungan yang curam kembali dipatahkan. Selama ini, banyak yang beranggapan bahwa kendaraan roda dua bertenaga baterai dengan dimensi bodi yang besar hanya cocok untuk digunakan di jalanan perkotaan yang datar. Namun, sebuah pembuktian terbaru melalui Polytron Fox 350 tes tanjakan di rute ekstrem lereng Gunung Wilis, tepatnya di jalur Sendang, Kabupaten Tulungagung, berhasil membalikkan stigma negatif tersebut. Pengujian ini tidak main-main karena langsung menyasar salah satu jalur paling menantang dan ditakuti oleh pengendara di wilayah tersebut.
Memulai perjalanan dengan indikator baterai yang terisi penuh seratus persen, unit berwarna Crimson Red yang tampil gagah ini disiapkan secara khusus untuk melibas rute berat yang terus menanjak tanpa henti. Dalam pelaksanaan Polytron Fox 350 tes tanjakan kali ini, sang pengendara langsung mengaktifkan mode berkendara Sport (Mode S) guna memastikan pasokan tenaga maksimal keluar sejak awal perjalanan. Jalur menuju lereng Gunung Wilis via Sendang memang dikenal luas dengan elevasinya yang sangat tajam, menjadikannya arena pembuktian yang sangat pas untuk menguji klaim performa motor listrik berstatus premium ini.
Memasuki tanjakan pertama yang kebetulan telah berlapis aspal baru yang mulus, motor listrik ini langsung menunjukkan taringnya. Hasil dari Polytron Fox 350 tes tanjakan di etape awal ini sungguh di luar dugaan. Berbeda dengan motor matic konvensional berbahan bakar bensin yang seringkali terdengar menggerung keras atau membutuhkan ancang-ancang jauh dari bawah, motor listrik ini memberikan respons yang sangat instan. Traksi ban terasa mencengkeram aspal dengan sangat sempurna, sementara torsi yang padat langsung tersalurkan ke roda belakang begitu selongsong gas diputar, menarik beban pengendara ke atas tanpa kendala yang berarti.
Torsi Instan yang Mampu Menaklukkan Tanjakan Curam
Tantangan sesungguhnya dalam perjalanan ini baru dimulai ketika rute semakin masuk ke kawasan dataran tinggi dengan karakter tanjakan yang lebih curam, panjang, dan diwarnai oleh tikungan berkelok patah. Di titik-titik krusial inilah tenaga motor listrik benar-benar diuji hingga batas maksimalnya. Menariknya, suplai tenaga mesin terasa sangat padat dan terus mengisi tanpa adanya jeda sedikit pun. Bahkan, motor bertenaga setrum ini dengan sangat mudah menyalip beberapa kendaraan bermotor konvensional yang tampak kewalahan dan kehabisan napas di jalur tanjakan tajam tersebut.
Tidak hanya unggul secara mutlak di sektor dapur pacu alias dinamo, kenyamanan berkendara juga menjadi sorotan utama yang patut diapresiasi. Saat melintasi jalanan berupa cor-coran yang kondisinya mulai kasar di daerah atas pegunungan, kinerja suspensi depan dan belakang motor ini terbukti mumpuni. Bantingannya tetap terasa stabil, menjaga bodi motor tetap anteng, dan membuat kemudi tidak liar meski jalanan tidak rata. Hal ini membuktikan bahwa rancang bangun sasis dan suspensi telah disesuaikan dengan sangat baik untuk menopang bobot baterai yang besar sekaligus memberikan kenyamanan ekstra di jalanan yang rusak.
Fitur Canggih yang Memudahkan Pengendara di Pegunungan
Setelah berhasil mencapai titik tertinggi di kawasan tebing, perjalanan dilanjutkan dengan rehat sejenak di sebuah warung kopi pinggir jalan. Di area parkir berkontur tanah miring yang biasanya menjadi mimpi buruk bagi pengendara motor berdimensi besar, fitur canggih bawaan pabrik unjuk gigi. Fitur Reverse atau gigi mundur menjadi penyelamat sejati. Pengendara hanya perlu menekan sebuah tombol, dan motor akan bermanuver mundur secara perlahan dan sangat halus. Fitur ini sangat praktis karena pengendara tidak perlu bersusah payah menahan beban motor sambil mendorongnya ke belakang hingga membuat kaki kram.
Puas menguji performa menanjak, rute dilanjutkan dengan turun gunung kembali ke kawasan dataran rendah. Keamanan juga terjamin berkat sistem pengereman cakram pada roda depan dan belakang yang terbukti sangat pakem dan tidak mudah panas, memberikan rasa aman ekstra saat menuruni jalanan curam.
Konsumsi Baterai Efisien di Rute Berat
Salah satu kekhawatiran terbesar calon konsumen motor listrik adalah jarak tempuh dan konsumsi daya, terutama di rute ekstrem yang terus-terusan menguras energi. Namun, setelah menempuh total jarak pulang-pergi sekitar 42 kilometer dengan medan yang memaksa dinamo bekerja maksimal, sisa kapasitas baterai ternyata masih berada di angka 52 persen yang mengesankan.
Tingkat efisiensi daya ini terbilang sangat memuaskan untuk ukuran pengujian di rute pegunungan. Kesimpulannya, pengujian ekstrem ini membuktikan bahwa kendaraan bebas polusi ini bukan sekadar alat komuter biasa. Dengan torsi instan yang melimpah, suspensi stabil, serta baterai tangguh, ia sangat layak diandalkan menjadi jagoan di kota sekaligus garang menaklukkan pegunungan.