JAKARTA - Perdebatan mengenai motor listrik vs Honda Beat kembali menjadi sorotan. Banyak masyarakat beranggapan motor listrik jauh lebih hemat dibandingkan motor bensin, namun benarkah demikian jika seluruh biaya operasional dihitung secara rinci?
Sebuah simulasi perbandingan biaya yang beredar di kalangan pecinta otomotif mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Dalam perhitungan ini, motor listrik diwakili oleh Polytron Fox S dan Polytron Fox R, sementara motor bensin diwakili Honda Beat 2023 yang dikenal sebagai salah satu skuter matik paling irit di Indonesia.
Perbandingan motor listrik vs Honda Beat dilakukan dengan menghitung biaya energi, biaya rutin, pajak tahunan, hingga mempertimbangkan harga pembelian kendaraan. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat mobilitas pengguna menjadi faktor utama yang menentukan kendaraan mana yang lebih hemat.
Biaya Energi Motor Listrik Jauh Lebih Murah
Dalam simulasi tersebut digunakan tarif listrik rumah tangga 900 VA dan 1.300 VA sebesar Rp1.444,7 per kWh. Sementara harga bahan bakar yang digunakan adalah Pertalite dengan harga Rp10.000 per liter.
Honda Beat diasumsikan mampu menempuh jarak hingga 60 kilometer dengan konsumsi satu liter Pertalite. Dengan demikian, biaya perjalanan per kilometernya berada di kisaran Rp166.
Sementara itu, Polytron Fox S memiliki kapasitas baterai 1,95 kWh. Untuk mengisi daya penuh dibutuhkan biaya sekitar Rp2.800 dan mampu menempuh jarak hingga 70 kilometer.
Dari perhitungan tersebut, biaya operasional Polytron Fox S hanya sekitar Rp40 per kilometer. Angka ini menunjukkan biaya energi motor listrik sekitar empat kali lebih murah dibandingkan motor bensin.
Mobilitas Rendah, Honda Beat Masih Unggul
Meski biaya energi motor listrik lebih murah, hasil akhir berubah ketika biaya lain dimasukkan ke dalam perhitungan.
Pada simulasi pertama, pengguna Honda Beat menghabiskan empat liter Pertalite dalam waktu dua minggu. Dengan konsumsi tersebut, jarak yang ditempuh mencapai 240 kilometer atau sekitar 17 kilometer per hari.
Dalam satu tahun, pengguna Honda Beat diperkirakan mengeluarkan biaya bahan bakar sebesar Rp1,03 juta. Sementara pengguna motor listrik hanya mengeluarkan biaya listrik sekitar Rp248 ribu.
Namun motor listrik masih memiliki komponen biaya sewa baterai. Untuk Polytron Fox S, biaya sewa baterai mencapai Rp125 ribu per bulan atau Rp1,5 juta per tahun. Sedangkan Polytron Fox R mencapai Rp2,4 juta per tahun.
Setelah ditambah biaya rutin dan pajak kendaraan, total pengeluaran tahunan Honda Beat tercatat sekitar Rp1,36 juta. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Polytron Fox S yang mencapai Rp1,78 juta dan Polytron Fox R sebesar Rp2,69 juta.
Artinya, pada penggunaan harian yang relatif rendah, motor bensin masih menjadi pilihan paling ekonomis.
Semakin Tinggi Mobilitas, Motor Listrik Semakin Unggul
Situasi mulai berubah ketika mobilitas pengguna meningkat.
Pada simulasi kedua, empat liter Pertalite diasumsikan habis dalam waktu satu minggu. Dalam kondisi ini, Polytron Fox S mulai menjadi kendaraan dengan biaya tahunan paling rendah, mengungguli Honda Beat.
Perbedaan semakin besar ketika pengguna menempuh jarak sekitar 60 kilometer per hari atau setara menghabiskan satu liter Pertalite setiap hari.
Saat mobilitas meningkat hingga 120 kilometer per hari dan bahkan 180 kilometer per hari, penghematan yang ditawarkan motor listrik menjadi semakin signifikan.
Hal ini terjadi karena biaya energi listrik yang jauh lebih rendah dibandingkan bahan bakar minyak. Sementara biaya sewa baterai bersifat tetap sehingga semakin terasa ringan ketika jarak tempuh kendaraan semakin tinggi.
Harga Motor Juga Perlu Diperhitungkan
Selain biaya operasional, simulasi ini juga memasukkan faktor harga pembelian kendaraan.
Honda Beat terbaru dibanderol sekitar Rp18,4 juta. Sementara Polytron Fox S dijual sekitar Rp11,5 juta dan Polytron Fox R sekitar Rp20,5 juta.
Menariknya, selisih harga antara Honda Beat dan Polytron Fox S dapat digunakan untuk membayar biaya sewa baterai selama kurang lebih 4,6 tahun.
Sementara selisih harga antara Honda Beat dan Polytron Fox R setara dengan biaya sewa baterai sekitar dua tahun.
Kesimpulan
Dari simulasi tersebut dapat disimpulkan bahwa jawaban atas pertanyaan motor listrik vs Honda Beat lebih hemat ternyata sangat bergantung pada pola penggunaan.
Bagi pengguna dengan mobilitas rendah, Honda Beat masih menawarkan biaya tahunan yang lebih murah. Namun untuk pengguna dengan jarak tempuh harian tinggi, motor listrik seperti Polytron Fox S mampu memberikan penghematan yang jauh lebih besar.
Dengan kata lain, semakin sering kendaraan digunakan, semakin besar pula keuntungan ekonomis yang bisa diperoleh dari penggunaan motor listrik dibandingkan motor bensin.
Editor : Dyah Wulandari