JAKARTA - Perbandingan Honda Brio Satya S CVT vs E CVT kembali menjadi perhatian calon pembeli mobil LCGC di Indonesia. Dengan selisih harga mencapai sekitar Rp 28 juta, banyak konsumen penasaran apakah tambahan biaya tersebut sebanding dengan fitur yang didapat pada varian tertinggi.
Secara tampilan, Honda Brio Satya S CVT vs E CVT memang terlihat mirip. Namun setelah ditelusuri lebih detail, terdapat sejumlah perbedaan yang cukup signifikan mulai dari eksterior, fitur kenyamanan, hingga kelengkapan interior.
Bagi calon pembeli yang sedang mempertimbangkan Honda Brio Satya S CVT vs E CVT, memahami perbedaan kedua varian ini menjadi penting agar dapat memilih mobil sesuai kebutuhan dan anggaran.
Desain Eksterior, Mirip tapi Ada Detail Pembeda
Dari sisi tampilan depan, kedua varian mengusung desain grille honeycomb dengan aksen krom yang sama. Bumper depan juga memiliki finishing hitam doff sehingga memberikan kesan sporty.
Perbedaan mulai terlihat pada sektor pencahayaan. Brio Satya S CVT masih menggunakan lampu utama halogen dengan lampu senja LED di bagian bawah. Sementara Brio Satya E CVT sudah dilengkapi Daytime Running Light (DRL) yang membentuk garis seperti alis di bagian atas lampu utama.
Pada bagian samping, perbedaan paling mencolok terdapat pada desain velg. Brio Satya S CVT menggunakan velg warna silver standar berukuran 14 inci dengan ban 175/65 R14. Sedangkan Brio Satya E CVT hadir dengan velg two-tone polished yang terlihat lebih modern dan sporty.
Untuk fitur keselamatan, keduanya sama-sama dibekali rem cakram depan, ABS, EBD, Vehicle Stability Assist (VSA), serta Hill Start Assist.
Mesin Sama, Performa Tidak Berbeda
Salah satu fakta menarik adalah tidak adanya perbedaan performa antara kedua tipe tersebut.
Baik Brio Satya S CVT maupun E CVT sama-sama menggunakan mesin bensin 1.200 cc empat silinder SOHC yang mampu menghasilkan tenaga 90 PS pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 110 Nm pada 4.800 rpm.
Transmisi yang digunakan juga sama, yakni CVT dengan penggerak roda depan.
Meski demikian, pada ruang mesin terdapat sedikit perbedaan. Tipe E sudah mendapatkan peredam kap mesin, sementara tipe S belum dilengkapi fitur tersebut.
Interior Tipe E Lebih Lengkap
Masuk ke dalam kabin, perbedaan mulai terasa lebih jelas.
Pada Brio Satya S CVT, dashboard didominasi warna hitam polos tanpa aksen tambahan. Setir juga masih menggunakan desain standar tanpa tombol pengatur audio.
Sementara itu, Brio Satya E CVT sudah mendapatkan aksen silver pada dashboard yang membuat tampilannya lebih premium. Selain itu, setirnya telah dilengkapi audio steering switch sehingga pengemudi dapat mengontrol sistem hiburan tanpa melepas tangan dari kemudi.
Head unit keduanya sama-sama berukuran 7 inci lebih dengan konektivitas radio dan USB. Namun tampilan antarmuka pada tipe E terlihat lebih modern dibandingkan tipe S.
Keunggulan lain tipe E terdapat pada sun visor yang sudah dilengkapi kaca rias untuk pengemudi dan penumpang depan.
Baris Kedua dan Bagasi
Pada kursi baris kedua, ruang kabin keduanya relatif sama. Headroom masih cukup lega dan sudah tersedia tiga headrest yang dapat diatur ketinggiannya.
Namun Brio Satya E CVT kembali unggul karena mendapatkan kantong penyimpanan di belakang kursi depan serta pegangan tangan untuk penumpang belakang kanan dan kiri.
Untuk kapasitas bagasi tidak ada perbedaan. Kedua varian menawarkan ruang bagasi yang cukup besar untuk ukuran city car. Kursi belakang juga dapat dilipat penuh guna menambah kapasitas angkut barang.
Menariknya, baik tipe S maupun E tetap dibekali ban cadangan sehingga memberikan rasa aman saat perjalanan jauh.
Mana yang Lebih Worth It?
Jika fokus utama adalah efisiensi anggaran, Brio Satya S CVT sudah cukup memenuhi kebutuhan mobilitas harian. Mesin, transmisi, dan fitur keselamatannya identik dengan tipe E.
Namun bagi konsumen yang menginginkan tampilan lebih sporty serta fitur kenyamanan yang lebih lengkap seperti DRL, velg two-tone, wiper belakang, audio steering switch, dan beberapa detail interior tambahan, maka Brio Satya E CVT layak dipertimbangkan.
Dengan selisih harga sekitar Rp 28 juta, keputusan akhirnya kembali bergantung pada kebutuhan dan prioritas masing-masing calon pembeli.
Editor : Divka Vance Yandriana