Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Infinix Zero Ultra Layar Lengkung Bikin Penasaran, Kamera 200 MP dan Fast Charging 180 Watt Jadi Senjata Utama

Muhammad Rusdian Nuzula • Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:55 WIB
Infinix Zero Ultra Layar Lengkung hadir dengan kamera 200 MP, AMOLED 120 Hz, dan fast charging 180 watt super cepat. (PINTEREST)
Infinix Zero Ultra Layar Lengkung hadir dengan kamera 200 MP, AMOLED 120 Hz, dan fast charging 180 watt super cepat. (PINTEREST)

TRENGGALEK NJENGGELEKInfinix Zero Ultra Layar Lengkung menjadi salah satu smartphone yang sukses mencuri perhatian karena membawa spesifikasi di luar kebiasaan. Selama ini Infinix dikenal sebagai produsen smartphone dengan harga terjangkau, namun melalui perangkat ini perusahaan berani memasuki segmen premium dengan banderol sekitar Rp6 jutaan.

Kehadiran Infinix Zero Ultra Layar Lengkung menawarkan sejumlah fitur unggulan yang biasanya hanya ditemukan pada smartphone flagship. Mulai dari kamera utama 200 MP, teknologi pengisian daya super cepat 180 watt, hingga layar AMOLED melengkung 120 Hz menjadi daya tarik utama yang membuat banyak pengguna penasaran.

Tidak hanya mengandalkan spesifikasi tinggi, Infinix Zero Ultra Layar Lengkung juga tampil dengan desain premium yang memberikan kesan sebagai smartphone kelas atas. Perpaduan tampilan elegan dan fitur modern membuat perangkat ini menjadi salah satu produk Infinix paling ambisius yang pernah diperkenalkan.

Baca Juga: Sejarah Sirkuit Brno, Dari Trek Jalan Raya Berbahaya hingga Menjadi Salah Satu Lintasan MotoGP Paling Ikonik di Eropa

Desain Premium dengan Nuansa Flagship

Sekilas, desain Infinix Zero Ultra mampu memberikan kesan layaknya smartphone flagship. Bagian depan menggunakan layar melengkung di sisi kanan dan kiri sehingga tampil lebih elegan sekaligus nyaman digenggam.

Bezel di sekeliling layar dibuat tipis dan simetris sehingga menghasilkan rasio layar yang luas. Meski frame masih menggunakan material plastik, finishing yang diterapkan mampu memberikan sensasi premium ketika berada di tangan pengguna.

Bagian belakang juga menjadi salah satu daya tarik utama. Modul kamera berukuran besar dipadukan dengan motif abstrak yang memberikan efek visual unik saat terkena pantulan cahaya. Varian warna putih menghadirkan corak bergelombang yang membuat tampilannya semakin berbeda dibanding smartphone lain di kelas harga yang sama.

Dari sisi kelengkapan fitur, smartphone ini sudah dibekali speaker stereo, NFC, sensor sidik jari di dalam layar, serta memori internal 256 GB. Namun, pengguna tidak akan menemukan slot microSD, pengisian daya nirkabel, maupun sertifikasi tahan air.

Layar AMOLED Melengkung yang Memanjakan Mata

Salah satu keunggulan utama Infinix Zero Ultra adalah penggunaan panel AMOLED berukuran besar dengan resolusi Full HD+.

Layar tersebut mendukung refresh rate hingga 120 Hz sehingga memberikan pengalaman navigasi yang terasa mulus saat berpindah aplikasi maupun bermain game. Tingkat kecerahan maksimal mencapai sekitar 900 nit sehingga masih nyaman digunakan di luar ruangan.

Keberadaan in-display fingerprint scanner juga semakin memperkuat kesan premium pada perangkat ini.

Meski demikian, terdapat satu catatan penting pada sektor layar. Refresh rate belum bekerja secara konsisten di berbagai aplikasi. Pada beberapa kondisi, tampilan masih bertahan di 60 Hz meskipun pengguna telah memilih mode 120 Hz. Optimalisasi perangkat lunak menjadi pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki agar pengalaman penggunaan semakin maksimal.

Performa Cukup Kencang untuk Aktivitas Harian

Infinix Zero Ultra mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 920 yang dipadukan dengan RAM 8 GB.

Jika melihat harga perangkat, pilihan chipset ini memang terasa tidak terlalu agresif dibanding kompetitor yang telah menggunakan prosesor kelas lebih tinggi. Namun dalam penggunaan sehari-hari, performanya tetap mampu menjalankan berbagai aplikasi dengan lancar.

Untuk bermain Mobile Legends, smartphone ini dapat mempertahankan frame rate stabil hingga 60 fps. PUBG Mobile juga mampu berjalan pada pengaturan Smooth Extreme dengan performa yang konsisten.

Sementara untuk Genshin Impact, perangkat masih mampu menghasilkan rata-rata sekitar 43 fps pada pengaturan grafis menengah. Meski belum menjadi smartphone gaming terbaik di kelasnya, performa tersebut sudah cukup memuaskan bagi sebagian besar pengguna.

Fast Charging 180 Watt Jadi Sorotan

Baca Juga: Sejarah Sirkuit Brno, Dari Trek Jalan Raya Berbahaya hingga Menjadi Salah Satu Lintasan MotoGP Paling Ikonik di Eropa

Fitur yang paling mencuri perhatian tentu berasal dari teknologi pengisian daya 180 watt.

Infinix mengklaim teknologi ini mampu mengisi baterai dalam waktu yang sangat singkat. Pengujian menunjukkan baterai dapat terisi hingga sekitar 50 persen hanya dalam waktu empat menit ketika mode Furious Charging diaktifkan.

Sementara pengisian penuh dari kondisi kosong hingga 100 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 14 menit.

Selama proses pengisian berlangsung, suhu perangkat memang meningkat hingga sekitar 42 derajat Celsius sebelum kembali menurun ketika kapasitas baterai mulai mendekati penuh. Meski demikian, suhu tersebut masih tergolong wajar mengingat besarnya daya yang dialirkan.

Untuk daya tahan, baterai berkapasitas 4.500 mAh masih cukup memenuhi kebutuhan penggunaan sehari penuh. Bermain Mobile Legends selama 30 menit menghabiskan sekitar delapan persen baterai, PUBG Mobile sekitar sepuluh persen, sedangkan Genshin Impact mengonsumsi sekitar 13 persen daya.

Kamera 200 MP Bukan Sekadar Angka

Sektor fotografi menjadi salah satu nilai jual utama Infinix Zero Ultra. Smartphone ini menggunakan kamera utama 200 MP yang telah dilengkapi Optical Image Stabilization (OIS).

Kamera utama didampingi kamera ultrawide 13 MP dengan autofocus serta sensor depth sebagai pelengkap.

Dalam mode otomatis, hasil foto terlihat tajam dengan reproduksi warna yang menarik. Detail objek cukup baik, sementara pemrosesan gambar menghasilkan warna yang sedikit lebih hidup dibanding kondisi asli.

Pada malam hari, kamera masih mampu menghasilkan foto yang terang meskipun detail mulai sedikit menurun dan noise mulai terlihat.

Keunggulan resolusi 200 MP benar-benar terasa ketika pengguna mengaktifkan mode khusus 200 MP. Foto yang dihasilkan memiliki detail jauh lebih tinggi saat diperbesar. Namun konsekuensinya, ukuran setiap foto dapat mencapai lebih dari 50 MB sehingga membutuhkan ruang penyimpanan yang besar.

Untuk kebutuhan video, kamera belakang sudah mendukung perekaman hingga resolusi 4K. Sementara kamera depan menghasilkan video Full HD 60 fps dengan kualitas yang cukup baik, meski performanya pada kondisi minim cahaya masih memerlukan peningkatan.

Kesimpulan

Infinix Zero Ultra berhasil menunjukkan bahwa Infinix mampu menghadirkan smartphone premium dengan desain menarik serta fitur yang kompetitif. Layar AMOLED melengkung 120 Hz, kamera 200 MP, fast charging 180 watt, speaker stereo, hingga desain premium menjadi kombinasi yang sangat menggoda di kelas harga Rp6 jutaan.

Meski masih memiliki beberapa kekurangan seperti optimalisasi software yang belum maksimal, refresh rate yang belum konsisten, serta penggunaan chipset yang tidak sekelas fitur unggulannya, Infinix Zero Ultra tetap menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang lebih mengutamakan desain premium, teknologi pengisian daya super cepat, dan kemampuan fotografi beresolusi tinggi.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
#Infinix Zero Ultra #Infinix Zero Ultra Layar Lengkung #Fast Charging 180 Watt #HP Infinix Flagship #Kamera 200 MP