Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Modifikasi Toyota Calya Simpel Tapi Berkelas, Pakai Velg Braid Asli dan Interior Premium, Total Biayanya Bikin Melongo

Maylanni Diana Fitri • Minggu, 28 Juni 2026 | 16:57 WIB
Modifikasi Toyota Calya simpel bergaya OEM Plus dengan velg Braid original dan interior premium, tampil elegan meski bermodal LCGC.(pinterest)
Modifikasi Toyota Calya simpel bergaya OEM Plus dengan velg Braid original dan interior premium, tampil elegan meski bermodal LCGC.(pinterest)

Trenggalek NjenggelekModifikasi Toyota Calya tak selalu identik dengan ubahan ekstrem atau penuh aksesori. Sebuah Toyota Calya milik Om Gerza justru sukses mencuri perhatian karena mengusung konsep sederhana, tetapi tetap tampil elegan dan premium. Meski hanya mendapat sentuhan modifikasi ringan, mobil LCGC ini mampu mengubah pandangan banyak orang terhadap Toyota Calya yang selama ini identik sebagai mobil keluarga maupun armada transportasi online.

Konsep modifikasi Toyota Calya yang diusung juga berbeda dari tren kebanyakan. Alih-alih memasang body kit berlebihan, pemilik lebih memilih mempertahankan desain asli pabrikan sambil menambahkan detail-detail kecil yang membuat tampilannya jauh lebih berkelas.

Menariknya lagi, sebelum menggunakan Toyota Calya, Om Gerza sehari-hari mengendarai Honda Odyssey bermesin besar. Namun ia sengaja beralih ke mobil LCGC karena ingin membangun proyek modifikasi yang berbeda dari kebanyakan pecinta otomotif.

Sengaja Pilih Calya karena Jarang Dimodifikasi

Menurut Om Gerza, awalnya ia sempat mempertimbangkan Toyota Agya. Namun setelah melihat semakin banyak Agya yang dimodifikasi, ia justru mencari mobil yang lebih unik.

Pilihan akhirnya jatuh kepada Toyota Calya G CVT keluaran 2023, varian tertinggi yang dinilai memiliki potensi besar untuk dibangun dengan konsep OEM Plus. Tujuannya sederhana, yakni membuktikan bahwa mobil keluarga juga bisa tampil elegan tanpa kehilangan karakter bawaan pabrik.

Baca Juga: Jadwal Moto3 Belanda 2026 Hari Ini: Fadillah Arbi? Bukan! Fadly? Bukan! Feda Ega Pratama Start Posisi Ketujuh, Peluang Podium Terbuka Lebar di Sirkuit Assen

Konsep tersebut membuat hampir seluruh ubahan dilakukan secara halus sehingga sekilas mobil tampak seperti standar, padahal hampir setiap detail sudah mendapat sentuhan personal.

Eksterior Simpel, Detailnya Justru Bikin Berbeda

Pada bagian depan, grille chrome bawaan diganti menjadi warna sebody sehingga tampilan wajah mobil terlihat lebih bersih. Emblem garuda di kap mesin juga dilepas agar kesan minimalis semakin kuat.

Sentuhan lain berupa pelat nomor model JDM serta penggunaan foglamp projector Bi-LED membuat pencahayaan sekaligus penampilan mobil semakin modern.

Di bagian samping, kaca film menggunakan komposisi 20 persen di depan dan 80 persen di belakang untuk menjaga kenyamanan kabin. Spion tetap mempertahankan komponen asli, hanya ditambah blue mirror agar mengurangi silau saat berkendara malam hari.

Bagian paling mencolok tentu berada pada sektor kaki-kaki. Toyota Calya ini menggunakan velg Braid original yang dipesan dengan spesifikasi khusus sesuai kebutuhan mobil. Ukuran, offset hingga finishing warna dipilih secara personal agar proporsinya tetap pas.

Velg tersebut dipadukan dengan per custom Lembayung serta sedikit penyesuaian suspensi sehingga menghasilkan tampilan ceper yang tetap nyaman digunakan sebagai mobil harian.

Interior Naik Kelas dengan Komponen Premium

Masuk ke dalam kabin, nuansa premium langsung terasa. Jok menggunakan Recaro Style Black Artisan yang membuat posisi duduk lebih sporty.

Setir bawaan diganti menggunakan Momo original milik Daihatsu Move, namun tetap mempertahankan fitur airbag sehingga keamanan tetap terjaga.

Sementara itu, sistem hiburan mendapat peningkatan melalui head unit Kenwood yang dipadukan dengan speaker Morel, DSP, subwoofer, serta pemasangan peredam kabin agar kualitas audio menjadi jauh lebih baik dibanding standar pabrikan.

Konsep interior tetap mengedepankan fungsi tanpa menghilangkan kenyamanan sebagai kendaraan keluarga.

Mesin Tetap Standar, Konsumsi BBM Jadi Andalan

Menariknya, seluruh sektor mesin sama sekali tidak mendapat ubahan performa.

Mesin 1.200 cc bawaan Toyota Calya tetap dipertahankan dalam kondisi standar. Menurut pemilik, performanya sudah cukup responsif untuk penggunaan harian sekaligus terkenal irit.

Bahkan, konsumsi bahan bakar sekitar Rp300 ribu mampu digunakan hingga dua minggu untuk aktivitas dalam kota. Efisiensi tersebut menjadi salah satu alasan utama dirinya berpindah dari mobil bermesin besar ke LCGC.

Total Modifikasi Capai Puluhan Juta Rupiah

Meski tampil sederhana, proses modifikasi ternyata membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Pemilik memperkirakan total dana yang telah dikeluarkan mencapai puluhan juta rupiah, terutama untuk sektor kaki-kaki, audio premium, interior, hingga penggunaan velg Braid original.

Namun menurutnya, tantangan terbesar justru bukan soal biaya, melainkan mengubah stigma masyarakat terhadap Toyota Calya.

Selama ini Calya lebih dikenal sebagai mobil keluarga atau kendaraan operasional. Dengan konsep OEM Plus dan pemilihan komponen berkualitas, mobil ini berhasil menunjukkan bahwa Toyota Calya juga mampu tampil elegan, eksklusif, sekaligus tetap nyaman digunakan setiap hari.

Tak heran, banyak orang yang bahkan tidak menyadari bahwa mobil tersebut merupakan Toyota Calya. Sang pemilik mengaku pernah dihentikan seseorang yang mengira mobilnya adalah kendaraan transportasi online sebelum akhirnya terkejut melihat tampilannya yang berbeda.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Modifikasi LCGC #Modifikasi Toyota Calya #Toyota Calya 2023 #Toyota Calya G CVT #Velg Braid Original