Trenggalek Njenggelek – Siapa bilang mobil murah tidak bisa tampil keren? Anggapan itu berhasil dipatahkan oleh sebuah Daihatsu Ayla keluaran 2015 milik Rully. Bermodal unit bekas dengan harga di bawah Rp50 juta, mobil LCGC tersebut kini berubah total menjadi hatchback bergaya JDM yang tampil bersih, sporty, dan mencuri perhatian di berbagai acara otomotif.
Rully mengaku, keputusan membeli Daihatsu Ayla bukan tanpa alasan. Saat itu ia memiliki dana terbatas dan sempat melirik mobil bekas lain yang usianya jauh lebih tua. Namun setelah dipikirkan, mobil lawas berpotensi membutuhkan biaya perbaikan yang lebih besar.
Akhirnya pilihannya jatuh kepada Daihatsu Ayla tipe D keluaran 2015. Meski merupakan varian paling rendah tanpa power window dan hanya dibekali head unit single DIN, kondisi mesin mobil tersebut masih sangat prima. Bahkan, harga yang didapat jauh di bawah pasaran karena sebelumnya digunakan sebagai armada transportasi online.
Berawal dari Mobil Bekas Taksi Online
Saat pertama dibeli, tampilannya benar-benar standar. Velg kaleng berukuran 13 inci masih terpasang, interior sederhana, dan eksterior terlihat polos tanpa sentuhan modifikasi.
Sebelum melakukan transaksi, Rully sengaja membawa rekannya yang memahami kondisi mesin agar tidak salah memilih unit. Setelah dipastikan layak, mobil tersebut langsung diboyong sebagai bahan modifikasi.
Menurutnya, keputusan membeli mobil murah tetapi bermesin sehat jauh lebih menguntungkan dibanding membeli mobil tua dengan banyak pekerjaan rumah.
Terinspirasi Modifikasi Malaysia
Konsep modifikasi yang dipilih bukan berasal dari tren lokal, melainkan banyak mengambil referensi dari komunitas otomotif Malaysia.
Bagian depan langsung mendapat ubahan cukup signifikan melalui pemasangan bumper facelift Ayla 2016 yang memiliki desain lebih modern. Selain itu, kap mesin diganti menggunakan model full carbon kevlar sehingga tampil lebih agresif.
Agar tampilannya semakin elegan, Rully menambahkan garnish chrome pada grille. Sentuhan tersebut membuat wajah Ayla terlihat lebih berkelas tanpa kehilangan karakter aslinya.
Di bagian samping, side skirt model facelift dipasang agar bodi terlihat lebih rendah. Seluruh lis hitam bawaan juga dicat mengikuti warna bodi sehingga tampilan mobil menjadi lebih bersih.
Stoplamp Malaysia Jadi Buruan
Bagian belakang menjadi salah satu area yang paling menarik perhatian.
Bumper belakang diganti menggunakan model facelift 2018, sementara stoplamp menggunakan versi Malaysia yang cukup sulit ditemukan di Indonesia.
Tak hanya itu, spoiler custom berbahan fiberglass juga dibuat khusus agar desain belakang terlihat lebih proporsional. Seluruh bodi kemudian dicat ulang menggunakan warna Super White sehingga tampilannya terlihat segar seperti mobil baru.
Kaki-kaki Jadi Kunci Tampilan
Sektor kaki-kaki menjadi salah satu fokus utama modifikasi.
Velg diganti menggunakan model TE37 berukuran 16 inci yang dipadukan ban semi slick. Untuk mendapatkan handling sekaligus tampilan ideal, suspensi depan tetap menggunakan shock absorber bawaan Ayla yang dipadukan coilover custom.
Sementara bagian belakang memakai shock absorber Honda Jazz GD3 karena memiliki dimensi lebih pendek sehingga mobil bisa tampil ceper tanpa mengorbankan kenyamanan.
Rully mengaku proses menemukan setting suspensi yang pas memakan waktu hingga sekitar tiga bulan karena harus beberapa kali melakukan penyesuaian.
Interior Simpel, Fokus Fungsi
Masuk ke dalam kabin, ubahannya memang tidak sebanyak eksterior.
Setir menggunakan model Sparco, panel instrumen ditambah tachometer RPM agar informasi putaran mesin lebih lengkap, sementara sistem audio kini memakai head unit double DIN lengkap dengan speaker aftermarket.
Menurut Rully, seluruh ubahan interior tetap mengutamakan fungsi. Ia tidak ingin memaksakan modifikasi yang justru mengganggu kebutuhan utama keluarganya.
Mesin Tetap Standar, Hanya Dibuat Lebih Responsif
Mesin 1.000 cc bawaan Ayla tidak mengalami ubahan ekstrem.
Rully hanya melakukan porting polish ringan untuk merapikan saluran udara, mengganti sistem knalpot full system berbahan stainless, serta melakukan upgrade pada sistem pengapian.
Hasilnya, akselerasi bawah terasa lebih responsif tanpa mengorbankan efisiensi bahan bakar secara berlebihan. Konsumsi BBM memang sedikit berubah, namun menurutnya masih sangat irit untuk penggunaan harian.
Pesan untuk Pecinta Modifikasi
Bagi Rully, modifikasi bukan soal siapa yang paling mahal, melainkan bagaimana membangun mobil secara bertahap sesuai kemampuan finansial.
Ia menyarankan para pemilik mobil agar fokus menentukan konsep terlebih dahulu, kemudian membeli komponen satu per satu tanpa terburu-buru mengikuti tren.
Berkat kesabaran selama hampir empat tahun, Daihatsu Ayla yang dulunya hanyalah bekas armada transportasi online kini berubah menjadi mobil bergaya JDM yang tampil bersih, fungsional, dan menjadi bukti bahwa modifikasi berkualitas tidak selalu membutuhkan biaya fantastis.
Editor : Maylanni Diana Fitri