JAKARTA, TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Suzuki Karimun Kotak GX 2005 kembali membuktikan dirinya sebagai salah satu mobil lawas yang masih memiliki daya tarik tinggi di kalangan pecinta otomotif Indonesia. Tidak hanya digemari karena desainnya yang unik, city car legendaris ini juga mudah dimodifikasi sesuai kebutuhan pemilik.
Salah satu contohnya adalah Suzuki Karimun Kotak GX 2005 milik seorang konten kreator yang akrab disapa Bunda Kalia. Berbeda dengan konsep modifikasi ekstrem, mobil ini justru mengusung tema fungsional khas ibu-ibu yang mengutamakan kenyamanan, keamanan, sekaligus tetap tampil estetik.
Menariknya, total biaya modifikasi Suzuki Karimun Kotak GX 2005 tersebut bahkan mencapai harga mobilnya sendiri. Meski demikian, seluruh komponen dipasang secara bertahap sejak mobil dibeli pada 2023 sehingga tidak terasa terlalu membebani keuangan.
Dipilih Karena Murah, Unik, dan Cocok untuk Harian
Bunda Kalia mengaku awalnya mencari mobil bekas dengan anggaran di bawah Rp70 juta. Selain harga terjangkau, ia juga menginginkan kendaraan yang praktis digunakan setiap hari dan memiliki konsumsi bahan bakar yang relatif hemat.
Pilihannya akhirnya jatuh kepada Karimun Kotak karena desainnya yang unik. Bentuk bodinya yang mengotak justru menjadi daya tarik tersendiri dibanding city car lain di kelasnya.
Mobil keluaran 2005 tipe GX tersebut kemudian menjadi kendaraan harian untuk aktivitas bekerja maupun kebutuhan keluarga.
Roof Box Dipasang Bukan untuk Barang, Tapi Meredam Suara
Salah satu modifikasi pertama yang dilakukan justru cukup unik. Bunda memasang roof box bukan untuk menambah kapasitas penyimpanan, melainkan untuk membantu meredam suara hujan yang mengenai atap mobil.
Selain itu, ia juga memasang awning model Merbabu Rocky untuk menunjang aktivitas camping bersama komunitas Karimun Kotak. Awning tersebut dibanderol sekitar Rp3,5 juta dan dipilih karena mudah dipasang serta memiliki warna yang senada dengan mobil.
Lampu Wagon R City Jadi Incaran
Ubahan lain yang cukup mencolok adalah penggunaan lampu depan dan belakang milik Wagon R City yang dikenal sebagai salah satu komponen favorit para pecinta Karimun Kotak.
Menurut Bunda, harga satu set lampu tersebut berkisar Rp5 juta hingga Rp6 juta. Meski tergolong mahal, tampilannya dinilai membuat wajah Karimun jauh lebih imut sekaligus bernuansa JDM klasik.
Bagian grille juga mendapat sentuhan cat berwarna doff agar selaras dengan konsep keseluruhan mobil.
Interior Fokus pada Kenyamanan Berkendara
Masuk ke dalam kabin, nuansa klasik langsung terasa melalui penggunaan setir Nardi, head unit Pioneer, speaker JBL, hingga berbagai aksesori bergaya Jepang.
Salah satu ubahan yang paling menunjang kenyamanan adalah penggantian jok standar menjadi Recaro. Keputusan tersebut diambil karena jok bawaan dinilai mulai kurang nyaman digunakan dalam perjalanan jauh.
Meski demikian, jok asli tetap disimpan dengan baik karena masih memiliki nilai jual yang cukup tinggi apabila suatu saat mobil dikembalikan ke kondisi standar.
Tidak hanya itu, tambahan cup holder, cargonet, charger ganda, hingga spion tambahan dipasang demi meningkatkan fungsi kendaraan saat dipakai sehari-hari.
Mesin Tetap Standar, Hanya Karburator yang Diganti
Berbeda dengan tampilan eksterior dan interior yang cukup banyak mengalami perubahan, sektor mesin justru hampir seluruhnya masih menggunakan spesifikasi bawaan pabrik.
Bunda hanya mengganti aki serta karburator baru agar performa mesin kembali optimal. Menurutnya, konsumsi bahan bakar di dalam kota kini berada di kisaran 1 liter untuk 13 kilometer, angka yang dianggap masih wajar untuk mobil bermesin karburator.
Ia juga mengaku sengaja tidak melakukan modifikasi mesin karena lebih mengutamakan keandalan saat digunakan sebagai kendaraan harian.
Total Modifikasi Setara Harga Mobil
Karimun Kotak tersebut dibeli dari pemilik sebelumnya dengan harga sekitar Rp63 juta dalam kondisi sehat tanpa pekerjaan rumah berarti.
Namun setelah dihitung, seluruh biaya modifikasi yang dilakukan selama hampir tiga tahun ternyata juga mencapai kisaran Rp63 juta atau setara harga mobilnya.
Meski demikian, Bunda menegaskan proses modifikasi dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan finansial. Baginya, menikmati proses membangun mobil jauh lebih penting daripada harus memaksakan membeli semua aksesori sekaligus.
Kini, Karimun Kotak miliknya justru kerap menjadi pusat perhatian di jalan. Tak jarang pengendara lain menghentikan mobil hanya untuk meminta izin berfoto bersama kendaraan tersebut.
Pengalaman itu menjadi bukti bahwa modifikasi sederhana, rapi, dan fungsional tetap mampu mencuri perhatian tanpa harus mengubah karakter asli Suzuki Karimun Kotak yang legendaris.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari