JAKARTA, TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Suzuki Karimun Kotak JDM semakin populer sebagai salah satu mobil lawas yang banyak diburu pecinta modifikasi di Indonesia. Bukan hanya karena desainnya yang ikonik, city car bermesin 1.000 cc ini juga dinilai menyenangkan dikendarai dan memiliki karakter khas mobil Jepang era 1990-an.
Salah satu contohnya adalah Suzuki Karimun Kotak JDM berwarna pink milik Idris yang sukses mencuri perhatian. Warna bodi yang mencolok dipadukan berbagai aksesori bergaya Japanese Domestic Market (JDM) membuat mobil mungil tersebut tampil berbeda dari Karimun Kotak kebanyakan.
Menariknya lagi, di balik tampilannya yang unik, pemilik memastikan Suzuki Karimun Kotak JDM ini tetap nyaman digunakan sebagai mobil harian. Bahkan, ia mengklaim performanya masih sanggup melibas tanjakan meski mesin tetap mempertahankan spesifikasi standar.
Awalnya Tak Berniat Membeli Karimun Kotak
Idris mengaku tidak pernah memiliki rencana membeli Karimun Kotak. Sebelumnya ia lebih sering menggunakan mobil lain dan sempat vakum dari dunia modifikasi selama beberapa tahun.
Keputusan membeli Karimun bermula setelah mencoba mobil milik temannya. Sensasi berkendara yang ringan serta posisi duduk yang lega membuatnya langsung jatuh hati.
Awalnya ia berburu unit berwarna kuning karena identik dengan gaya JDM di Indonesia. Namun setelah pencarian cukup lama, ia justru menemukan Karimun Kotak berwarna pink yang dinilai lebih unik.
Menurut Idris, warna tersebut hanya dipasarkan di Indonesia sehingga menjadi daya tarik tersendiri ketika melintas di jalan raya.
Velg dan Kaki-Kaki Jadi Modifikasi Pertama
Usai membawa pulang mobil pada 2024, bagian pertama yang langsung dimodifikasi adalah sektor kaki-kaki.
Velg bawaan diganti menggunakan model NK ring 14 setelah sebelumnya sempat memakai velg bergaya Moon Eyes. Perubahan tersebut dipilih agar tampilannya lebih segar sekaligus berbeda dari Karimun Kotak lain yang umumnya masih menggunakan konsep klasik Moon Eyes.
Sementara itu, suspensi masih mengandalkan shock absorber standar. Idris hanya melakukan pemotongan per agar posisi mobil menjadi lebih rendah serta mengganti seluruh bushing karet yang mulai aus.
Hasilnya, tampilan mobil terlihat lebih padat tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara secara berlebihan.
Sentuhan JDM Terlihat di Seluruh Eksterior
Nuansa JDM semakin kuat berkat penggunaan berbagai komponen asli Suzuki Wagon R Jepang.
Lampu depan menggunakan model "lampu panda" milik Wagon R CT, lengkap dengan bumper Wagon R Wide yang pernah digunakan Karimun generasi awal di Indonesia.
Selain itu, spion juga diganti menggunakan milik Wagon R Wide sehingga tampilannya semakin menyerupai versi Jepang.
Pada bagian atap, roof rail bawaan dipadukan roof box dan cross bar bermerek Thule. Sementara awning dibuat secara custom agar menunjang aktivitas camping maupun touring.
Di bagian belakang, Idris menambahkan cargonet, third brake lamp, serta lampu tambahan bergaya JDM tanpa mengubah karakter asli Karimun Kotak.
Interior Tetap Fungsional untuk Harian
Masuk ke kabin, nuansa klasik langsung terasa melalui penggunaan setir Momo Super Grand Prix serta berbagai aksesori Moon Eyes.
Meski mengusung konsep JDM, pemilik tetap mengutamakan kenyamanan keluarga. Karena itu, head unit Android berukuran 7 inci dipasang agar penumpang tetap dapat menikmati hiburan selama perjalanan.
Speaker belakang juga menggunakan komponen versi Jepang sehingga kualitas audio tetap baik tanpa mengurangi ruang kabin.
Menurut Idris, kabin Karimun Kotak menjadi salah satu alasan dirinya jatuh hati. Walaupun dimensi luar terlihat mungil, ruang dalam ternyata cukup lega dengan visibilitas ke depan yang sangat luas.
Mesin Standar, Tapi Tetap Andal
Berbeda dengan tampilan eksterior yang cukup banyak berubah, sektor mesin nyaris tidak mengalami modifikasi.
Karburator masih menjadi andalan. Konsumsi bahan bakarnya berada di kisaran 9–10 km per liter untuk penggunaan dalam kota dan bisa mencapai sekitar 13 km per liter saat perjalanan luar kota.
Saat diuji berkendara, mobil tetap terasa nyaman meski menggunakan suspensi lebih rendah. Idris juga memastikan Karimun Kotak tetap mampu melewati tanjakan tanpa kendala selama kondisi mesin terawat dengan baik.
Menurutnya, banyak orang meragukan kemampuan mobil bermesin 1.000 cc tersebut. Namun pengalaman selama menggunakan Karimun membuktikan mobil ini masih sangat layak dijadikan kendaraan harian sekaligus mobil hobi.
Dengan kombinasi modifikasi sederhana, konsep JDM yang konsisten, serta karakter berkendara yang menyenangkan, Suzuki Karimun Kotak masih menjadi salah satu mobil lawas yang layak dipertimbangkan bagi pecinta otomotif Indonesia.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari