JAKARTA, TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Letak Nogo Dino menurut Primbon Jawa masih menjadi salah satu pengetahuan tradisional yang dipercaya sebagian masyarakat Jawa dalam menentukan arah saat akan bepergian atau memulai suatu aktivitas penting. Konsep ini berkaitan dengan posisi simbolis "naga" yang diyakini berpindah mengikuti hari maupun pasaran.
Dalam tradisi Jawa, Nogo Dino menurut Primbon Jawa tidak hanya mengenal naga hari, tetapi juga naga rijal dan naga pasaran. Ketiganya dipercaya memiliki posisi yang berbeda-beda sesuai hari dalam kalender Jawa sehingga sering dijadikan pedoman oleh sebagian masyarakat sebagai bentuk kehati-hatian.
Kepercayaan tersebut telah diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari kearifan lokal. Meski tidak memiliki dasar ilmiah, sebagian masyarakat masih menjadikannya sebagai pertimbangan sebelum melakukan perjalanan, membuka usaha, atau menjalankan aktivitas yang dianggap penting.
Apa Itu Nogo Dino?
Secara sederhana, Nogo Dino dapat diartikan sebagai naga hari, yakni arah tertentu yang dipercaya ditempati naga pada setiap hari dalam sepekan.
Dalam tradisi Primbon Jawa, masyarakat dianjurkan untuk menghindari bepergian langsung menuju arah tempat naga berada apabila memiliki keperluan yang dianggap sangat penting. Tujuannya bukan semata-mata karena diyakini membawa kesialan, melainkan sebagai bentuk kehati-hatian berdasarkan petuah leluhur.
Selain Nogo Dino, dikenal pula istilah Nogo Rijal dan Nogo Pasaran yang juga memiliki posisi berbeda sesuai hari maupun pasaran.
Baca Juga: Weton Paling Beruntung 2026 Diprediksi Banjir Rezeki, Karier Melesat dan Peluang Usaha Terbuka Lebar
Letak Nogo Dino Berdasarkan Hari
Menurut penjelasan dalam video, posisi Nogo Dino berubah setiap hari sebagai berikut:
- Minggu: Selatan
- Senin: Barat Daya
- Selasa: Barat
- Rabu: Barat Laut
- Kamis: Utara atau Timur Laut
- Jumat: Timur
- Sabtu: Tenggara
Perubahan arah tersebut dipercaya mengikuti siklus harian dalam penanggalan Jawa sehingga tidak menetap pada satu titik.
Posisi Nogo Rijal Setiap Hari
Selain naga hari, Primbon Jawa juga mengenal Nogo Rijal yang memiliki arah berbeda.
Berikut letaknya menurut hari:
- Minggu: Barat Daya
- Senin: Selatan
- Selasa: Tenggara
- Rabu: Timur
- Kamis: Timur Laut
- Jumat: Utara
- Sabtu: Barat
Posisi ini dipercaya menjadi salah satu acuan tambahan bagi masyarakat yang masih memegang tradisi Primbon dalam menentukan arah perjalanan.
Baca Juga: Weton Paling Beruntung 2026 Diprediksi Banjir Rezeki, Karier Melesat dan Peluang Usaha Terbuka Lebar
Letak Nogo Pasaran
Berbeda dengan Nogo Dino dan Nogo Rijal yang mengikuti hari, Nogo Pasaran ditentukan berdasarkan lima pasaran Jawa.
Rinciannya adalah sebagai berikut:
- Kliwon: Tengah
- Legi: Timur
- Pahing: Selatan
- Pon: Barat
- Wage: Utara
Karena mengikuti pasaran, posisi Nogo Pasaran akan berubah sesuai siklus lima hari dalam kalender Jawa.
Masih Dipercaya Sebagian Masyarakat
Hingga kini, pengetahuan mengenai Nogo Dino masih diajarkan oleh sebagian masyarakat sebagai bagian dari warisan budaya Jawa. Tradisi tersebut umumnya digunakan sebagai pedoman simbolis sebelum melakukan perjalanan jauh, memulai usaha, hingga menentukan waktu dan arah tertentu dalam kehidupan sehari-hari.
Meski demikian, kepercayaan mengenai letak naga hari, naga rijal, maupun naga pasaran merupakan bagian dari tradisi dan kearifan lokal yang berkembang di masyarakat. Tidak terdapat bukti ilmiah yang memastikan bahwa posisi arah tersebut dapat menentukan keberuntungan ataupun kesialan seseorang.
Bagi masyarakat yang memegang teguh nilai-nilai Primbon Jawa, ajaran tersebut lebih dimaknai sebagai bentuk kehati-hatian, penghormatan terhadap warisan leluhur, serta pengingat agar setiap langkah dalam kehidupan dijalani dengan pertimbangan yang matang dan penuh kebijaksanaan.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari