Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Hari Baik Boyongan Menurut Primbon Jawa, Begini Cara Menghitung agar Pindah Rumah Lebih Selamat

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Kamis, 2 Juli 2026 | 18:15 WIB
Hari baik boyongan menurut Primbon Jawa dapat dihitung dari weton, pasaran, arah tujuan, hingga pantangan Nogo Dino agar pindah rumah lebih lancar. (Youtube. com)
Hari baik boyongan menurut Primbon Jawa dapat dihitung dari weton, pasaran, arah tujuan, hingga pantangan Nogo Dino agar pindah rumah lebih lancar. (Youtube. com)

 

JAKARTA, TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COMHari baik boyongan menurut Primbon Jawa masih menjadi pedoman bagi sebagian masyarakat yang hendak pindah rumah maupun memulai pekerjaan di luar daerah. Melalui perhitungan tradisional, masyarakat Jawa meyakini bahwa memilih waktu yang tepat dapat menjadi bentuk ikhtiar untuk memperoleh keselamatan, kelancaran, dan keberkahan.

Dalam sebuah pembahasan di kanal YouTube Warna Indonesia TV, dijelaskan bahwa penentuan hari baik boyongan menurut Primbon Jawa tidak dilakukan secara sembarangan. Ada sejumlah tahapan yang harus diperhatikan, mulai dari hari kelahiran, pasaran, arah tujuan hingga berbagai pantangan yang dikenal dalam ilmu perhitungan Jawa.

Meski demikian, pemateri juga menegaskan bahwa seluruh perhitungan tersebut hanyalah bagian dari usaha manusia. Pada akhirnya, segala hasil tetap diserahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga setiap orang tetap dianjurkan untuk berdoa dan bertawakal setelah menentukan hari baik boyongan menurut Primbon Jawa.

Baca Juga: Arti Weton Jawa Lengkap Menurut Primbon, Mengapa Hari Lahir Masih Dipercaya Bisa Menggambarkan Karakter Seseorang?

Menentukan Hari Lahir Orang yang Akan Boyongan

Langkah pertama adalah mengetahui hari lahir lengkap orang yang akan pindah rumah atau berangkat bekerja ke daerah lain. Yang dimaksud bukan hanya hari biasa seperti Senin atau Rabu, tetapi juga pasarannya, misalnya Pon, Wage, Kliwon, Legi, atau Pahing.

Apabila yang pindah rumah merupakan sebuah keluarga, maka perhitungan umumnya menggunakan hari lahir kepala keluarga atau ayah sebagai acuan utama.

Selain itu, arah perpindahan juga harus dipastikan sejak awal. Misalnya perpindahan dilakukan ke arah barat laut, timur, selatan, atau arah mata angin lainnya.

Baca Juga: Weton Paling Beruntung 2026 Diprediksi Banjir Rezeki, Karier Melesat dan Peluang Usaha Terbuka Lebar

Gunakan Tiga Langkah Pasaran

Dalam contoh yang dijelaskan, seseorang yang lahir pada Rabu Pon hanya diperbolehkan menggunakan tiga pasaran, yaitu Pon, Wage, dan Kliwon sebagai dasar menentukan hari keberangkatan.

Sementara dua pasaran berikutnya, yakni Legi dan Pahing, tidak dianjurkan karena termasuk kategori "nas" atau hari yang dihindari dalam perhitungan tersebut.

Ada ketentuan tambahan yang juga perlu diperhatikan, yakni menghindari pasaran yang bertepatan dengan hari meninggal orang tua. Jika orang tua wafat pada pasaran Kliwon, maka pasaran tersebut tidak boleh digunakan untuk boyongan sehingga pilihan tinggal Pon dan Wage.

Baca Juga: Weton Paling Beruntung 2026 Jadi Perbincangan, Disebut Berpeluang Raih Rezeki Besar dan Kesuksesan Karier

Hari dan Bulan Harus Sama-sama Baik

Setelah memperoleh hari yang sesuai, tahapan berikutnya adalah memastikan kualitas hari berdasarkan wuku serta kategori bulan dalam kitab pawukon.

Dalam contoh yang dibahas, dipilih Senin Pon pada Wuku Menggatal yang bertepatan dengan 29 Jumadil Awal atau 2 Desember 2024.

Hari tersebut dinilai termasuk kategori hijau atau baik. Sementara bulan Jumadil Awal berada pada kategori kuning yang masih dianggap layak digunakan sebagai waktu boyongan.

Menurut penjelasan tersebut, hari dan bulan sebaiknya sama-sama berada pada kategori baik agar hasil perhitungan dianggap lebih sempurna.

Baca Juga: Arti Weton Jawa Lengkap Kembali Viral, Banyak Orang Baru Menyadari Makna Hari Lahir Menurut Primbon Jawa

Hindari Enam Pantangan Arah

Setelah hari ditentukan, masih ada enam unsur penting yang harus diperiksa berdasarkan arah tujuan perpindahan. Enam pantangan tersebut meliputi Nogo Dino, Nogo Sasi, Nogo Taun, Rijal Dino, Kolo Wuku, serta Loro Pati. Masing-masing memiliki arah tertentu yang tidak boleh menjadi tujuan perpindahan pada hari yang telah dipilih.

Sebagai contoh, untuk Senin Pon pada Wuku Menggatal, arah barat daya termasuk wilayah Nogo Dino sehingga harus dihindari. Kemudian Nogo Sasi berada di arah tenggara, sedangkan Nogo Taun pada bulan Jumadil Awal jatuh di arah timur. Rijal Dino pada contoh tersebut juga mengarah ke timur berdasarkan nilai neptu hari yang digunakan.

Sementara Kolo Wuku untuk Wuku Menggatal berada di arah timur laut sehingga tidak dianjurkan menjadi tujuan perpindahan. Adapun Loro Pati menunjukkan arah yang berkaitan dengan sakit maupun kesialan. Dalam contoh Senin Pon, arah utara termasuk kategori "loro" atau sakit sehingga juga tidak dianjurkan.

Baca Juga: Arti Weton Jawa Lengkap Kembali Viral, Banyak Orang Baru Menyadari Makna Hari Lahir Menurut Primbon Jawa

Barat Laut Dinilai Paling Baik

Setelah seluruh arah pantangan dipetakan, diperoleh kesimpulan bahwa arah barat laut menjadi tujuan yang paling aman pada contoh perhitungan tersebut.

Arah tersebut tidak bersinggungan dengan Nogo Dino, Nogo Sasi, Nogo Taun, Rijal Dino, Kolo Wuku maupun Loro Pati sehingga dinilai sebagai arah yang mulus untuk melakukan boyongan.

Meski demikian, pemateri kembali mengingatkan bahwa seluruh perhitungan Primbon Jawa merupakan bagian dari tradisi dan ikhtiar budaya. Keputusan akhir tetap dikembalikan kepada keyakinan masing-masing, disertai doa agar perpindahan rumah maupun awal pekerjaan baru berjalan lancar, aman, dan membawa keberkahan.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
#hari baik boyongan #pindah rumah #weton #Primbon Jawa #Nogo Dino