SEMANGAT belajar dan berorganisasi menjadi bekal utama bagi Lutfiana Azizah dalam menorehkan berbagai prestasi. Mahasiswi Ilmu Komputer Fakultas Sains dan Teknologi Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Trenggalek, asal Dusun Semarum Lor, Desa Semarum, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, ini menunjukkan konsistensinya mengembangkan jiwa kepemimpinan sejak usia sekolah hingga kini dipercaya memimpin program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Perjalanan Lutfiana dimulai ketika masih duduk di bangku kelas V SD Negeri Semarum. Saat itu, dia aktif mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti pramuka, marching band, dan bola voli. Beragam perlombaan tingkat kecamatan hingga kabupaten juga diikutinya.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi yang membentuk rasa percaya diri sekaligus kemampuan bekerja sama dalam tim.
Baca Juga: Galih Rahajeng Pangestuti Anak jadi Ladang Pengabdian
Memasuki jenjang SMP Islam Durenan, minatnya terhadap dunia kepramukaan semakin berkembang. Dia kembali aktif sebagai anggota pramuka dan berhasil mengikuti Jambore Cabang Pramuka Penggalang se-Kabupaten Trenggalek yang digelar di kawasan Jati Prahu, Kecamatan Karangan.
Berkat dedikasi dan kemampuannya, Lutfiana kemudian lolos mewakili daerah pada Jambore Daerah Pramuka se-Jawa Timur yang berlangsung di Banyuwangi.
Semangat berorganisasi terus berlanjut ketika menempuh pendidikan di SMK Terpadu Al-Anwar.
Di sekolah tersebut, dia kembali aktif di ekstrakurikuler pramuka yang menurutnya menjadi wadah pembentukan karakter, terutama dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Kepercayaan besar diberikan kepadanya dengan amanah sebagai Ketua Dewan Ambalan Putri selama satu tahun.
Memasuki dunia perkuliahan di Institut Teknologi dan Bisnis Trenggalek, kiprah Lutfiana tidak berhenti. Saat UKM pramuka baru dibentuk di kampus, dia dipercaya menjadi Ketua Dewan Racana Putri selama dua tahun. Di sela kesibukan akademik, dia juga mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang diselenggarakan di MI Rejowinangun.
Baca Juga: Cara Menghitung Nogodino Menurut Primbon Jawa, Begini Arti dan Pantangan Berdasarkan Hari Lahir
Dalam kegiatan tersebut, Lutfiana berhasil meraih penghargaan sebagai Peserta Terbaik Putri I, sebuah capaian yang semakin mengukuhkan kompetensinya di bidang kepramukaan.
Pengalaman memimpin organisasi kini menjadi modal penting ketika Lutfiana dipercaya sebagai Koordinator Desa KKN ITB Trenggalek di Desa Jajar, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Bersama timnya, dia mengusung tema "Pemberdayaan UMKM Berbasis Digital untuk Meningkatkan Daya Saing Masyarakat".
Menurut Lutfiana, pemilihan Desa Jajar bukan tanpa alasan. Desa tersebut dikenal sebagai Desa Wisata yang masih menjaga kekayaan budaya lokal. Namun, potensi wisata yang dimiliki dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Padahal, keberadaan UMKM memiliki peran strategis dalam mendukung keberlanjutan Desa Wisata.
Program KKN yang berlangsung pada 28 Juni hingga 28 Juli 2026 sempat mengalami penyesuaian. Pembukaan resmi yang sedianya dilaksanakan pada 29 Juni harus ditunda karena kepala desa sedang menjalankan tugas di luar kota. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat tim KKN.
"Waktu yang tersedia justru dimanfaatkan untuk melakukan observasi lapangan, berdialog dengan pemerintah desa, pelaku UMKM, dan masyarakat guna memetakan kebutuhan serta potensi yang dimiliki desa," papar Lutfiana.
Melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif, Lutfiana berharap seluruh program kerja yang dijalankan mampu memperkuat kapasitas UMKM lokal dalam memanfaatkan teknologi digital. "Dengan demikian, sektor pariwisata dan UMKM di Desa Jajar dapat berkembang secara beriringan, memiliki daya saing yang lebih baik, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan perekonomian masyarakat,"cetusnya.
Bagi Lutfiana, prestasi bukan sekadar penghargaan yang diraih, melainkan proses panjang untuk terus belajar, memimpin, dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Prinsip itulah yang terus ia pegang dalam setiap langkah pengabdian sebagai mahasiswa.(gun/c1/din)
Editor : Desita Putri Kirani