Primbon Jawa Ungkap Cara Menentukan Arah Kandang Ternak, Disebut Berpengaruh pada Kesehatan dan Rezeki

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Rabu, 15 Juli 2026 | 17:10 WIB
Cara menentukan arah kandang ternak menurut Primbon Jawa disebut memperhatikan petungan hari, arah hadap ternak, serta posisi kandang agar ternak sehat (Pinterest).
Cara menentukan arah kandang ternak menurut Primbon Jawa disebut memperhatikan petungan hari, arah hadap ternak, serta posisi kandang agar ternak sehat (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COMCara menentukan arah kandang ternak menurut Primbon Jawa menjadi pembahasan dalam dialog yang disampaikan Pakde Jayen. Dalam penjelasannya, arah kandang, posisi hewan ternak, hingga perhitungan hari pembangunan kandang disebut memiliki makna tersendiri agar ternak tetap sehat, mudah berkembang biak, dan membawa rezeki bagi pemiliknya.

Pakde Jayen menjelaskan bahwa masyarakat Jawa tempo dulu tidak hanya memperhitungkan hari saat membeli ternak, tetapi juga memilih hari untuk membangun kandang. Menurutnya, petungan tersebut telah menjadi bagian dari budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Hari Pembangunan Kandang Disarankan Jatuh pada Nabi atau Sleman

Pakde Jayen mengatakan hari pembangunan kandang dihitung berdasarkan neptu hari dan pasaran. Dari hasil perhitungan tersebut, ia menyarankan agar memperoleh hitungan Nabi atau Sleman.

Menurutnya, kedua hitungan tersebut dipercaya membawa hasil yang baik bagi hewan ternak.

Sebaliknya, ia mengingatkan agar tidak memperoleh hitungan Ringkel maupun Dedel. Dalam penjelasannya, Ringkel diartikan sebagai kondisi yang kurang baik karena dikaitkan dengan ternak yang lebih sering sakit bahkan berisiko mengalami kematian.

Sementara Dedel disebut sebagai hitungan yang diyakini membuat ternak lebih mudah hilang atau dicuri.

Pakde Jayen juga menjelaskan bahwa istilah Sleman yang dimaksud merujuk pada Nabi Sulaiman, sosok yang dalam kisah-kisah dikenal memiliki kedekatan dengan berbagai jenis hewan.

Baca Juga: SDN 2 Ngadisuko Hanya Jaring 5 Siswa Baru

Posisi Kandang Sebaiknya Menghadap ke Rumah Pemilik

Selain memperhatikan hari pembangunan kandang, Pakde Jayen juga menyoroti arah hadap ternak di dalam kandang.

Menurutnya, posisi ternak sebaiknya diatur agar menghadap ke rumah pemilik, bukan membelakanginya.

Apabila kandang berada di belakang rumah, arah tempat pakan dapat diatur sehingga saat makan, ternak menghadap ke arah rumah.

Ia menegaskan bahwa yang terpenting bukan harus tepat menghadap rumah, melainkan tidak membelakangi rumah pemilik.

"Bukan harus benar-benar lurus menghadap rumah, tetapi jangan sampai membelakangi rumah yang memeliharanya," terang Pakde Jayen dalam penjelasannya.

Posisi Pakan Menjadi Kunci

Dalam dialog tersebut dijelaskan bahwa arah hadap ternak dapat diatur melalui peletakan tempat pakan.

Sebagai contoh, apabila rumah berada di bagian tertentu dan kandang berada di belakang atau samping rumah, posisi tempat pakan dapat dipindahkan agar saat makan ternak menghadap ke arah rumah.

Cara tersebut dinilai lebih mudah diterapkan dibanding harus mengubah posisi seluruh bangunan kandang.

Baca Juga: Harapan Tujuh Siswa Pupus SDN 2 Parakan Cuma Terima Dua

Diyakini Berpengaruh terhadap Kondisi Ternak

Pakde Jayen menyampaikan bahwa petungan dan arah kandang dipercaya dapat memengaruhi kondisi ternak.

Menurut cerita yang diwariskan para orang tua terdahulu, ternak yang membelakangi rumah pemilik lebih sering mengalami gangguan kesehatan, sulit dirawat, hingga kehilangan nafsu makan.

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak selalu terjadi, namun menurut pengalaman yang diwariskan masyarakat Jawa, kemungkinan tersebut cukup sering ditemukan.

Dalam penjelasannya, ia menyebut perkiraan pengaruhnya berada pada kisaran 75 hingga 80 persen berdasarkan keyakinan masyarakat setempat.

Tradisi yang Masih Dipertahankan

Pakde Jayen menambahkan bahwa kebiasaan tersebut merupakan budaya masyarakat Jawa, khususnya di wilayah Tulungagung.

Ia mencontohkan bahwa pada masa lalu kerbau sering dipelihara tanpa kandang permanen, tetapi tetap diusahakan agar posisi hewan tidak membelakangi rumah pemilik.

Tradisi tersebut, menurutnya, masih dijumpai hingga sekarang meski penerapannya disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga.

Selain itu, ia menyebut masyarakat setempat juga memiliki tradisi mengadakan selamatan atau syukuran setelah memiliki sapi selama satu pasaran sebagai bagian dari kebiasaan yang diwariskan turun-temurun.

Di akhir pembahasan, Pakde Jayen menegaskan bahwa seluruh petungan tersebut merupakan bagian dari budaya dan tradisi masyarakat Jawa. Ia mempersilakan masyarakat menggunakannya sebagai tambahan wawasan tanpa adanya unsur paksaan untuk mengikuti seluruh perhitungan tersebut.

Baca Juga: Sistem Gerilya Tak Mempan Siasat Jemput Bola SDN 2 Sukowetan Tahun Ini Hanya Dapatkan Tiga Siswa

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
cara menentukan arah kandang ternak menurut Primbon Jawa petungan kandang sapi arah kandang menurut Primbon Jawa Nabi Sulaiman budaya Jawa ternak