TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Weton Jumat Wage dalam Primbon Jawa disebut memiliki sejumlah keistimewaan yang berkaitan dengan watak, asmara, rezeki, karier, hingga aura. Dalam pembahasan yang mengacu pada kitab Primbon Jawa kuno, pemilik weton ini digambarkan memiliki karakter baik, meski juga mempunyai sejumlah kelemahan yang diyakini dapat memengaruhi perjalanan hidupnya.
Menurut penjelasan dalam video, Jumat Wage memiliki jumlah neptu 10 yang berasal dari penjumlahan hari Jumat bernilai 6 dan pasaran Wage bernilai 4. Nilai neptu tersebut menjadi dasar berbagai penafsiran mengenai karakter dan kehidupan pemilik weton.
Baca Juga: Pasaran Wage Jadi Acuan Harga Kambing
Watak Jumat Wage Menurut Primbon Jawa
Dalam kitab Primbon Jawa kuno, Jumat Wage disebut mampu memberikan pengaruh positif bagi orang-orang di sekitarnya. Pemilik weton ini dinilai memiliki sifat suka menolong, berhati lembut, serta mudah bergaul dengan berbagai kalangan.
Karakter tersebut dikaitkan dengan pengaruh Lintang Magelut yang dipercaya membentuk kepribadian baik.
Selain itu, Jumat Wage juga disebut berada di bawah pengaruh Laku Pandita yang menggambarkan pribadi cerdas dan memiliki kemampuan berpikir yang baik.
Pemilik weton ini juga dikenal bersemangat, energik, aktif, serta mampu menjalin hubungan pertemanan dalam jangka waktu yang lama. Sifat royal dan baik hati disebut menjadi daya tarik tersendiri sehingga mudah diterima dalam lingkungan sosial.
Memiliki Sisi Negatif
Di balik karakter positif tersebut, Jumat Wage juga disebut memiliki beberapa kelemahan.
Dalam penjelasan video disebutkan bahwa pemilik weton ini terkadang pandai berbohong, terlihat angkuh, serta memiliki sifat sombong.
Selain itu, Jumat Wage juga digambarkan sulit memaafkan ketika merasa dikhianati. Rasa kecewa yang muncul disebut dapat bertahan cukup lama sehingga membuat pemilik weton ini cenderung pendendam.
Menurut penjelasan tersebut, apabila sifat negatif maupun kesialan yang diyakini melekat pada weton ini sudah sulit diatasi, keluarga dapat melakukan ruwatan sesuai kepercayaan yang dianut.
Baca Juga: SDN 2 Ngadisuko Hanya Jaring 5 Siswa Baru
Kecocokan Jodoh Jumat Wage
Dalam urusan asmara, Jumat Wage disebut cocok dipasangkan dengan seseorang yang memiliki jumlah neptu 9 atau 14.
Weton yang disebut masuk dalam kelompok tersebut meliputi:
- Senin Legi
- Rabu Pon
- Minggu Pahing
- Sabtu Legi
- Jumat Kliwon
- Minggu Wage
Menurut Primbon Jawa sebagaimana dijelaskan dalam video, pasangan dengan kombinasi neptu tersebut diprediksi mampu membangun rumah tangga yang harmonis, bahagia, dan langgeng.
Rezeki Diprediksi Meningkat Setelah Usia 30 Tahun
Dalam pembahasan mengenai rezeki, Jumat Wage disebut memiliki neptu yang relatif kecil sehingga pada masa awal kehidupan diperkirakan mengalami tantangan ekonomi.
Rezeki disebut datang secara bertahap dan peruntungan pada usia muda dinilai belum terlalu baik.
Namun, menurut penjelasan tersebut, kondisi itu diprediksi berubah ketika pemilik weton memasuki usia sekitar 30 hingga 35 tahun.
Pada rentang usia tersebut, Jumat Wage disebut berpeluang meraih kesuksesan dan mencapai puncak kejayaan.
Narator juga mengingatkan agar setelah memperoleh keberhasilan, pemilik weton tetap bekerja dengan jujur, rajin, dan bersyukur atas rezeki yang diterima.
Baca Juga: Harapan Tujuh Siswa Pupus SDN 2 Parakan Cuma Terima Dua
Karier yang Dinilai Cocok
Dalam bidang pekerjaan, Jumat Wage disebut lebih sesuai menekuni profesi yang berkaitan dengan benda mati.
Beberapa contoh pekerjaan yang disebutkan antara lain bekerja di instansi, perusahaan, pabrik, atau bidang lain yang memiliki karakter serupa.
Sebaliknya, menurut penjelasan dalam video, pemilik weton ini dinilai kurang cocok berprofesi sebagai petani maupun peternak.
Aura Positif Seperti Air
Selain watak dan rezeki, Jumat Wage juga disebut memiliki aura positif yang diibaratkan seperti air.
Aura tersebut dipercaya membuat pemilik weton terlihat tenang, teduh, dan berwibawa di hadapan orang lain.
Meski demikian, pada akhir pembahasan narator menegaskan bahwa seluruh penjelasan tersebut merupakan tafsir berdasarkan kitab Primbon Jawa. Ia juga mengingatkan bahwa jodoh, rezeki, dan maut pada akhirnya merupakan ketentuan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga manusia tetap dianjurkan untuk terus berusaha dan berdoa.
Baca Juga: Sistem Gerilya Tak Mempan Siasat Jemput Bola SDN 2 Sukowetan Tahun Ini Hanya Dapatkan Tiga Siswa
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinteerst