TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Binaraga Indonesia menjadi sorotan setelah seorang atlet membagikan perjalanan kariernya, mulai dari awal mengenal dunia fitness hingga menargetkan prestasi di ajang SEA Games. Dalam wawancara tersebut, ia menegaskan bahwa keberhasilan di cabang binaraga tidak hanya ditentukan latihan fisik, tetapi juga strategi, ilmu pengetahuan, serta persiapan yang matang.
Atlet tersebut mengungkapkan mulai mengenal olahraga kebugaran saat masih duduk di bangku SMA pada 1988. Saat itu tujuannya hanya ingin memiliki bentuk tubuh yang lebih baik dan belum terpikir menjadi atlet binaraga.
Perjalanan menuju dunia kompetisi baru dimulai sekitar 1992–1993. Ia mengaku diajak mengikuti binaraga oleh Pak Yopirawan yang saat itu menjadi manajer tim DKI, hingga akhirnya mulai serius menekuni cabang olahraga tersebut.
Baca Juga: Dada Ayam Kukus dan Nanas ,Menu Favorit Atlet Binaraga untuk pola Diet Sehat
Awal Karier dari Fitness hingga Menjadi Atlet Binaraga
Menurutnya, pendekatan latihan pada masa awal masih dilakukan secara alamiah. Perubahan terjadi sekitar 1994 ketika mulai memahami pentingnya strategi makan, latihan, dan istirahat yang tepat.
Sejak saat itu, latihan tidak lagi hanya mengandalkan pengalaman. Ia mulai menerapkan pendekatan yang lebih ilmiah agar mampu memperoleh hasil yang optimal dalam pembentukan tubuh.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet binaraga.
Baca Juga: Cara berpose yang benar ala binaraga profesional
Pendidikan Dinilai Penting dalam Dunia Binaraga
Dalam wawancara itu, atlet tersebut juga menyoroti pentingnya pendidikan bagi seorang atlet. Menurutnya, latar belakang pendidikan sangat membantu memahami ilmu yang berkaitan dengan olahraga.
Ia menyebut binaraga sebagai perpaduan antara seni dan ilmu pengetahuan atau art and science. Seni berkaitan dengan proses membentuk tubuh, sedangkan ilmu diperlukan untuk mengetahui strategi latihan, pola makan, hingga proses pembentukan fisik secara benar.
Karena itu, ia menilai atlet perlu mempelajari dasar-dasar ilmu gizi dan memperbanyak referensi mengenai metode latihan yang efektif.
Baca Juga: Sosok Binaraga Trenggalek yang Mengukir Prestasi Nasional
Menurutnya, semakin banyak pengetahuan yang dimiliki, semakin mudah seorang atlet mencapai hasil yang diharapkan. Sebaliknya, keterbatasan pengetahuan akan membuat proses pembentukan tubuh menjadi lebih sulit.
Persaingan Binaraga Semakin Ketat
Atlet tersebut mengakui persaingan di cabang binaraga semakin berat dari tahun ke tahun. Perkembangan ilmu pengetahuan, fasilitas latihan, dan metode persiapan membuat kualitas atlet di berbagai negara terus meningkat.
Ia menilai kondisi serupa juga terjadi di Indonesia. Dibandingkan tahun sebelumnya, kualitas atlet binaraga nasional disebut mengalami perkembangan yang cukup signifikan.
Meski pernah menjadi juara Asia selama dua tahun berturut-turut, ia enggan terlalu percaya diri menghadapi SEA Games. Menurutnya, selalu ada kemungkinan muncul atlet-atlet baru dengan persiapan yang lebih baik.
Baca Juga: Pose Wajib dalam Kontes Binaraga : Kunci Penilaian Juri yang Harus Dipenuhi Peserta
Karena itu, ia memilih fokus mempersiapkan diri dibanding memikirkan kekuatan lawan.
Bertanding untuk Mengalahkan Diri Sendiri
Dalam pandangannya, kompetisi binaraga bukan sekadar mengalahkan peserta lain.
Ia mengatakan bahwa seorang atlet harus berusaha mengalahkan dirinya sendiri dengan mempersiapkan kondisi terbaik sebelum tampil di atas panggung.
Apabila seluruh proses latihan dijalani dengan maksimal, hasil pertandingan nantinya dapat diterima apa pun hasil akhirnya.
Baca Juga: Mengenal Perbedaan Kelas Body Contest : New Beginner , Men's Physique ,dan Binaraga
Baginya, persiapan yang baik menjadi faktor utama untuk menghasilkan performa terbaik saat kompetisi berlangsung.
Optimistis Menghadapi Target SEA Games
Saat ditanya mengenai peluang Indonesia di SEA Games, atlet tersebut mengaku tetap optimistis.
Ia menyebut setiap atlet memiliki tanggung jawab memberikan penampilan terbaik demi mendukung target Indonesia menjadi juara umum.
Menurutnya, setiap cabang olahraga harus mampu berkontribusi melalui prestasi di bidang masing-masing.
Baca Juga: Dada Ayam Kukus dan Nanas ,Menu Favorit Atlet Binaraga untuk pola Diet Sehat
Pada cabang binaraga sendiri terdapat delapan kelas yang dipertandingkan. Ia menilai seluruh atlet memiliki peluang yang sama untuk meraih hasil terbaik.
Meski demikian, ia menganggap Singapura masih menjadi salah satu pesaing terkuat. Hal itu mengacu pada SEA Games 1993 ketika Singapura berhasil meraih seluruh medali emas yang diperebutkan di cabang binaraga.
Sementara itu, ia mengingatkan bahwa terakhir kali Indonesia meraih medali emas binaraga di SEA Games terjadi pada 1987 saat menjadi tuan rumah di Jakarta.
Baca Juga: Mengenal Perbedaan Kelas Body Contest : New Beginner , Men's Physique ,dan Binaraga
Karena itu, ia berharap prestasi tersebut dapat kembali diraih sehingga Indonesia tidak mengulang hasil SEA Games 1993 ketika gagal memperoleh satu pun medali emas di cabang binaraga.
Menutup wawancara, ia kembali menegaskan optimisme seluruh atlet untuk memberikan hasil terbaik melalui persiapan yang maksimal sesuai kemampuan masing-masing.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Official iNews