Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Protein Adalah Obat? Begini Penjelasan Manfaatnya untuk Otot, Tulang, Otak hingga Umur Panjang

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Rabu, 15 Juli 2026 | 20:40 WIB
Protein adalah obat untuk menjaga otot, tulang, dan otak. Simak manfaat protein, kebutuhan harian, serta pentingnya latihan beban menurut pemaparan ini. (Youtube. com)
Protein adalah obat untuk menjaga otot, tulang, dan otak. Simak manfaat protein, kebutuhan harian, serta pentingnya latihan beban menurut pemaparan ini. (Youtube. com)

TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Protein adalah obat menjadi tema yang diangkat dalam sebuah edukasi kesehatan untuk menjelaskan pentingnya protein dalam menjaga fungsi otot, tulang, otak, hingga kualitas hidup seiring bertambahnya usia. Dalam pemaparannya, protein disebut bukan sebagai obat dalam arti medis, melainkan sebagai komponen utama yang membantu tubuh mempertahankan kesehatan dan mencegah penurunan fungsi organ.

Pemateri menjelaskan penggunaan istilah "protein adalah obat" bertujuan mengubah cara pandang masyarakat yang selama ini lebih mengenal pendekatan kuratif atau mengobati penyakit setelah muncul. Sebaliknya, protein ditempatkan sebagai bagian dari upaya preventif dan promotif agar tubuh tetap sehat sebelum penyakit datang.

Menurutnya, protein memiliki hubungan erat dengan otot. Sementara otot berkaitan langsung dengan kesehatan tulang, metabolisme, hingga fungsi otak. Karena itu, kecukupan protein dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas hidup.

Baca Juga: 7 Tanaman Liar Superfood Gratis, Kaya Protein dan Mineral, Bisa Gantikan Sayuran Mahal!

Protein Menjadi Fondasi Tubuh

Dalam penjelasannya, protein berasal dari kata protos yang berarti utama atau primary. Protein diibaratkan sebagai bahan bangunan atau building block bagi tubuh manusia.

Hampir seluruh sel tubuh mengandung protein. Fungsinya mencakup pembentukan otot, kolagen, hormon, antibodi, enzim, hingga membantu proses perbaikan DNA.

Protein tersusun dari sekitar 20 asam amino. Di antaranya terdapat sekitar delapan hingga sembilan asam amino esensial yang harus diperoleh melalui makanan.

Baca Juga: 7 Ikan Laut dengan Kandungan Protein Tinggi yang Baik untuk Dikonsumsi

Apabila kebutuhan protein tercukupi, proses pembentukan dan pemeliharaan jaringan tubuh dapat berlangsung optimal. Sebaliknya, kekurangan protein disebut dapat memengaruhi struktur tubuh, fungsi organ, hingga kapasitas fisik seseorang.

Massa Otot Menurun Seiring Bertambahnya Usia

Pemateri menjelaskan bahwa penurunan massa otot mulai terjadi sejak usia sekitar 30 hingga 40 tahun. Penurunannya disebut berkisar 8 hingga 10 persen setiap dekade.

Perubahan tersebut sering kali tidak terasa setiap tahun. Namun, dampaknya menjadi semakin nyata ketika seseorang memasuki usia 40, 50, hingga 60 tahun.

Kondisi dapat memburuk apabila seseorang menjalani gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik. Penurunan massa otot kemudian memengaruhi kekuatan tubuh, kecepatan bergerak, hingga kemampuan menjaga keseimbangan.

Baca Juga: Manfaat Whey Protein, Aturan Pemakaian ,dan Keunggulannya

Akibatnya, risiko jatuh di tangga, kamar mandi, atau tempat lain menjadi lebih besar. Pemateri menjelaskan bahwa berkurangnya massa otot membuat tubuh kehilangan kemampuan meredam benturan saat terjatuh.

Ia juga menegaskan bahwa umur panjang sangat dipengaruhi oleh kekuatan kaki. Karena itu, lansia dinilai tidak cukup hanya berjalan kaki, tetapi juga perlu melakukan latihan beban agar otot tetap terjaga.

Kebutuhan Protein Meningkat pada Usia Lanjut

Dalam pemaparan tersebut dijelaskan bahwa rekomendasi konsumsi protein harian menurut acuan yang disebut berasal dari WHO maupun Depkes berada pada kisaran 0,7 hingga 1 gram per kilogram berat badan.

Baca Juga: Daging atau Telur Mana yang Punya Kandungan Protein Lebih Tinggi ?

Namun, kebutuhan tersebut disebut meningkat seiring bertambahnya usia. Untuk menjaga massa otot, konsumsi protein dianjurkan berada pada kisaran 1,6 hingga 2 gram per kilogram berat badan tanpa lemak (body mass).

Pemateri menilai kondisi yang sering terjadi justru sebaliknya. Saat memasuki usia lanjut, konsumsi protein malah dikurangi, padahal kebutuhan tubuh meningkat.

Ia menambahkan bahwa pola makan masyarakat umumnya masih didominasi karbohidrat dan lemak olahan, sedangkan asupan protein sering kali kurang.

Protein Didahulukan Saat Makan

Pemateri juga menjelaskan konsep protein leverage hypothesis. Menurut konsep tersebut, tubuh memiliki kebutuhan protein harian yang harus dipenuhi.

Baca Juga: Berapa Gram Protein Per Hari Yang Dibutuhkan untuk Meningkatkan Massa Otot ?

Karena itu, setiap waktu makan dianjurkan selalu melibatkan protein. Protein bahkan disarankan dikonsumsi lebih dahulu dibandingkan karbohidrat atau dikenal dengan konsep protein first.

Ia menjelaskan bahwa protein dapat membantu memunculkan hormon kenyang sehingga rasa lapar datang lebih lambat. Selain itu, tubuh juga memerlukan energi lebih besar untuk mencerna protein dibandingkan zat gizi lainnya.

Sumber protein dapat berasal dari bahan hewani maupun nabati. Pemateri menyarankan variasi, kombinasi, dan rotasi sumber protein agar kebutuhan tubuh tetap terpenuhi.

Baca Juga: Ikan Tuna Sumber Protein Tinggi Yang Digemari Para penggiat Gym

Ia menjelaskan bahwa protein hewani umumnya mengandung sekitar 25 hingga 30 persen protein biologis, sedangkan protein nabati seperti tempe dan tahu berkisar 10 hingga 15 persen.

Latihan Beban Melengkapi Manfaat Protein

Selain mengonsumsi protein, latihan beban disebut menjadi pasangan yang tidak terpisahkan untuk menjaga kesehatan otot.

Latihan dapat dilakukan menggunakan berat badan sendiri melalui gerakan seperti push up, pull up, plank, lunges, dan squat.

Alternatif lainnya ialah memakai alat seperti dumbbell, barbell, maupun kettlebell. Latihan juga dapat dikombinasikan antara compound movement dan isolation movement sesuai kelompok otot yang ingin dilatih.

Baca Juga: Benarkah Konsumsi Tempe Kukus Bisa Menambah Asupan Protein saat Olahraga ? Simak Penjelasan secara Ilmiah

Di akhir pemaparannya, ia kembali menegaskan bahwa istilah protein adalah obat bukan berarti menggantikan obat medis. Protein disebut sebagai "obat" bagi otot, tulang, dan otak karena berperan menjaga fungsi tubuh, mendukung kesehatan metabolisme, serta membantu mempertahankan kualitas hidup hingga usia lanjut.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : Dunia Ade Rai
Protein adalah Obat manfaat protein latihan beban kebutuhan protein harian protein untuk kesehatan otot