TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Hari baik berdasarkan weton masih menjadi salah satu pedoman yang digunakan sebagian masyarakat Jawa dalam menentukan waktu pelaksanaan berbagai kegiatan penting. Mulai dari pernikahan, membuka usaha, pindah rumah, hingga bepergian jauh, semuanya diyakini dapat dipertimbangkan melalui perhitungan neptu dalam Primbon Jawa.
Dalam tradisi Jawa, setiap hari dipercaya memiliki karakter dan energi tertentu. Karena itu, penentuan waktu untuk melaksanakan suatu hajat tidak hanya melihat tanggal di kalender, tetapi juga disesuaikan dengan weton kelahiran seseorang.
Perhitungan tersebut merupakan bagian dari warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun melalui Primbon Jawa.
Weton Menjadi Dasar Penentuan Hari Baik
Dalam penjelasan video, weton merupakan gabungan antara hari kelahiran dan pasaran Jawa yang masing-masing memiliki nilai atau neptu.
Nilai neptu inilah yang menjadi dasar dalam menghitung kecocokan suatu hari untuk melaksanakan kegiatan penting.
Sebagai contoh, seseorang yang lahir pada Senin Pahing memiliki neptu 13, hasil penjumlahan Senin bernilai 4 dan Pahing bernilai 9.
Saat akan menentukan hari baik, neptu weton kelahiran dijumlahkan dengan neptu hari yang dipilih. Hasil akhirnya kemudian dicocokkan dengan kategori dalam Primbon Jawa.
Lima Kategori Hasil Perhitungan Primbon Jawa
Dalam tradisi Primbon Jawa, hasil perhitungan neptu dibagi ke dalam lima kategori utama, yakni Sri, Lungguh, Dunia, Lara, dan Pati.
Sri melambangkan rezeki, kemakmuran, serta keberuntungan.
Lungguh diartikan sebagai simbol kedudukan, kewibawaan, dan kemantapan hidup.
Sementara Dunia melambangkan kekayaan, kelancaran usaha, dan harta benda.
Adapun Lara dikaitkan dengan sakit, gangguan, atau kesulitan hidup.
Sedangkan Pati dimaknai sebagai simbol kehilangan, halangan besar, atau kematian.
Menurut penjelasan dalam video, hari yang hasil perhitungannya jatuh pada kategori Sri, Lungguh, atau Dunia umumnya dianggap sebagai hari baik.
Sebaliknya, jika hasilnya masuk kategori Lara atau Pati, maka hari tersebut biasanya dihindari untuk kegiatan penting.
Contoh Perhitungan Hari Baik
Video tersebut juga memberikan contoh perhitungan sederhana.
Seseorang yang lahir pada Rabu Wage memiliki neptu 11, yakni Rabu bernilai 7 dan Wage bernilai 4.
Apabila memilih hari Jumat Pon, maka neptu hari tersebut adalah 13, hasil dari Jumat bernilai 6 dan Pon bernilai 7.
Jumlah keseluruhan menjadi 24. Angka tersebut kemudian dibagi lima sehingga menyisakan angka empat yang dikategorikan sebagai Lara, sehingga dianggap kurang baik.
Contoh lain menggunakan hari Sabtu Kliwon dengan neptu 17.
Jika dijumlahkan dengan neptu kelahiran menjadi 28, hasil pembagian lima menyisakan angka tiga yang masuk kategori Dunia dan dinilai sebagai hari yang baik.
Hari Baik untuk Menikah hingga Membuka Usaha
Dalam tradisi Jawa, perhitungan hari baik paling sering digunakan ketika menentukan tanggal pernikahan.
Hari yang menghasilkan kategori Sri dipercaya membawa rezeki bagi rumah tangga.
Sementara Lungguh melambangkan kewibawaan dan keharmonisan keluarga.
Selain itu, kategori Dunia juga kerap dipilih karena dianggap melambangkan kelimpahan harta dan kemakmuran dalam kehidupan rumah tangga.
Perhitungan serupa juga digunakan ketika seseorang hendak membuka usaha.
Kategori Dunia diyakini membawa kelancaran rezeki dan perkembangan usaha, sedangkan Sri dihubungkan dengan kecukupan rezeki yang berkesinambungan.
Tradisi ini juga diterapkan saat menentukan waktu pindah rumah maupun bepergian jauh.
Hari yang menghasilkan kategori Sri, Lungguh, atau Dunia dipercaya memberikan harapan akan keselamatan, kenyamanan, dan keberkahan selama menempati rumah baru maupun dalam perjalanan.
Primbon Dipandang Sebagai Warisan Budaya
Di akhir pembahasan, dijelaskan bahwa perhitungan weton merupakan bagian dari budaya Jawa yang diwariskan oleh para leluhur.
Namun, penjelasan tersebut juga menekankan bahwa perhitungan Primbon tidak dimaksudkan untuk dipercaya sepenuhnya sebagai penentu nasib.
Doa, ikhtiar, dan berserah diri kepada Tuhan tetap disebut sebagai hal yang paling utama dalam setiap langkah kehidupan.
Karena itu, perhitungan hari baik berdasarkan weton diposisikan sebagai bagian dari kearifan budaya Jawa yang dapat dijadikan pedoman sekaligus pengingat agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan penting.
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest