TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM – Hari baik pindah rumah menurut Jawa menjadi salah satu petung yang masih dipercaya sebagian masyarakat hingga kini. Dalam tradisi Jawa, perpindahan rumah tidak sekadar memindahkan barang, tetapi juga diyakini berkaitan dengan hubungan spiritual seseorang dengan tempat tinggal barunya.
Kepercayaan tersebut melahirkan aturan mengenai waktu terbaik untuk pindah rumah berdasarkan arah tujuan dan bulan dalam penanggalan Jawa. Pedoman ini dikenal melalui konsep Nogo Dino atau Nogo Tahun yang menjadi bagian dari petung Jawa warisan leluhur.
Menurut penjelasan dalam tayangan Channel Jawa Kawedar, seseorang dianjurkan memilih waktu yang tepat agar proses pindah rumah berlangsung lebih tenteram serta terhindar dari berbagai hal yang dianggap kurang baik menurut tradisi Jawa.
Makna Pindah Rumah dalam Budaya Jawa
Dalam kepercayaan masyarakat Jawa zaman dahulu, pindah rumah bukan hanya memindahkan perabot atau barang-barang rumah tangga ke lokasi baru.
Perpindahan tersebut juga dipandang sebagai perpindahan hubungan spiritual pemilik rumah menuju tempat tinggal yang baru. Karena itu, masyarakat terdahulu sangat memperhatikan hari dan waktu ketika mulai mengangkut barang-barang.
Apabila waktu yang dipilih dianggap kurang tepat, perpindahan rumah dipercaya dapat membawa berbagai kesulitan setelah menempati rumah baru.
Beberapa hal yang disebutkan antara lain munculnya penyakit, kesulitan memperoleh rezeki, keretakan rumah tangga, hingga berbagai musibah yang dikaitkan dengan kematian, baik dalam makna rezeki maupun orang yang bersangkutan.
Mengenal Petung Nogo Dino atau Nogo Tahun
Dalam metodologi Jawa, hari baik pindah rumah dikaitkan dengan keberadaan Nogo Dino atau Nogo Tahun.
Nogo Tahun merupakan perlambang keburukan yang berada pada arah mata angin tertentu sesuai bulan dalam penanggalan Jawa.
Pada awal tahun Jawa, tepatnya bulan Suro, Nogo Tahun berada di arah timur. Selanjutnya posisi tersebut berpindah setiap tiga bulan sekali ke arah selatan, barat, kemudian utara sebelum kembali lagi ke arah timur pada awal tahun berikutnya.
Aturan tersebut menjadi dasar dalam menentukan waktu pindah rumah berdasarkan arah tujuan.
Hari Baik Pindah Rumah ke Arah Timur
Apabila rumah baru berada di sebelah timur dari rumah lama, masyarakat dianjurkan menghindari perpindahan pada bulan Suro, Safar, dan Mulud.
Ketiga bulan tersebut dianggap sebagai waktu ketika Nogo Tahun berada di arah timur.
Sebaliknya, perpindahan menuju arah timur dianjurkan dilakukan pada bulan Rejeb, Ruwah, dan Puasa. Pada periode ini, Nogo Tahun berada di arah barat sehingga perpindahan dipercaya menjauh dari perlambang keburukan.
Baca Juga: Perubahan BPJS Kesehatan 2026, Ini 5 Kebijakan Baru yang Berdampak bagi Lansia dan Pensiunan
Hari Baik Pindah Rumah ke Arah Selatan
Bagi masyarakat yang hendak pindah ke rumah yang berada di sebelah selatan dari rumah lama, waktu yang dianjurkan adalah bulan Syawal, Dzulkaidah, dan Besar.
Pada ketiga bulan tersebut, Nogo Tahun diyakini berada di arah utara sehingga perpindahan menuju selatan dianggap menjauh dari arah keburukan.
Menurut petung Jawa, kondisi tersebut diharapkan menghadirkan ketenteraman ketika menempati rumah baru.
Hari Baik Pindah Rumah ke Arah Barat
Untuk perpindahan menuju arah barat, waktu yang disarankan adalah bulan Suro, Safar, dan Mulud.
Pada masa itu, Nogo Tahun berada di arah timur sehingga perpindahan menuju barat dipercaya menjauh dari perlambang tersebut.
Dalam penjelasan video juga disebutkan bahwa masyarakat dapat memilih salah satu hari di antara rentang tiga bulan tersebut. Bila memungkinkan, hari yang dipilih bertepatan dengan paringkelan Jabung Polo Bumi pada urutan ketiga, kecuali Hari Satu Suro.
Hari Baik Pindah Rumah ke Arah Utara
Sementara itu, apabila rumah baru berada di sebelah utara dari rumah lama, waktu yang dianjurkan adalah bulan Bakdamulud, Jumadil Awal, dan Jumadil Akhir.
Ketiga bulan tersebut disebut sebagai waktu yang baik untuk memulai proses perpindahan rumah menurut petung Jawa.
Solusi Jika Terpaksa Pindah pada Waktu yang Tidak Dianjurkan
Tidak semua orang memiliki kesempatan memilih waktu pindah rumah sesuai petung Jawa. Dalam kondisi tertentu, perpindahan harus dilakukan segera meskipun arah tujuan bertepatan dengan posisi Nogo Tahun.
Menurut penjelasan dalam video, orang tua zaman dahulu memberikan cara untuk menyiasati kondisi tersebut.
Caranya adalah keluar dari rumah lama melalui pintu belakang, kemudian memasuki rumah baru juga melalui pintu belakang apabila tersedia. Cara ini dilakukan satu kali ketika proses awal memindahkan barang ke rumah baru.
Pemaparan tersebut disampaikan sebagai bagian dari tradisi yang berkembang di masyarakat Jawa dan disebut dapat memberikan ketenteraman hati bagi mereka yang terpaksa pindah pada waktu yang dianggap kurang tepat.
Tradisi yang Disampaikan sebagai Warisan Budaya
Pada akhir penjelasannya, pemateri menegaskan bahwa paparan mengenai hari baik pindah rumah menurut Jawa dapat diikuti ataupun diabaikan sesuai keyakinan masing-masing.
Ia menyebut ajaran Jawa bukan bertujuan menakut-nakuti masyarakat. Namun, menjaga tradisi leluhur dipandang sebagai salah satu cara melestarikan budaya sekaligus memberikan ketenangan batin bagi mereka yang masih mempercayainya.
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest