TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Mengoleksi tas wanita branded atau designer bags kini tidak hanya sekadar penunjang penampilan harian. Lebih dari itu, kepemilikan tas dari rumah mode ternama dunia juga dinilai memiliki value serta nilai jual kembali (resale value) yang terbilang menjanjikan.
Kreator konten Wulan Wu membagikan pengalaman serta ulasan lengkap mengenai deretan koleksi tas wanita branded miliknya. Aktivitas mengoleksi tas mewah ini mulai ia tekuni secara bertahap sejak masa pandemi.
Lewat ulasan tersebut, terungkap beragam alasan, kisaran harga pembelian, hingga karakteristik dari masing-masing koleksi tas wanita branded favoritnya.
Baca Juga: Hybrid Sourdough Jadi Solusi Bikin Roti Fermentasi Lebih Cepat, Ini Tahapan Lengkapnya
Pengalaman Membeli Tas Preloved dan Koleksi Vintage
Perjalanan mengoleksi barang mewah dimulai dari tas vintage Louis Vuitton Pochette keluaran tahun 2003. Tas berumur 22 tahun ini dibeli seharga Rp2 juta hingga Rp3 juta dengan kondisi fisik yang masih sangat bersih.
Koleksi berikutnya adalah Fendi Peekaboo ukuran micro berwarna kuning yang dibeli secara preloved di Huntstreet. Tas berukuran super kecil ini didapat dengan harga diskon dari Rp7 juta menjadi Rp6,8 juta.
Selain itu, terdapat Chanel Classic Flap dengan rantai berwarna putih keluaran seri 18 tahun 2000-an. Tas vintage tersebut dibeli secara preloved melalui akun Instagram krayon.id seharga sekitar Rp37 juta.
Ia juga memiliki Louis Vuitton Alma BB keluaran tahun 2019 yang dibeli secara preloved di Ilia. Tas bermodel klasik dan kokoh ini menjadi salah satu entri awal yang sangat digemari karena dapat digunakan sebagai handbag maupun shoulder bag.
Baca Juga: Cara Membuat Roti Sourdough di Rumah, dari Merawat Starter hingga Teknik Panggang Pakai Dutch Oven
Impian Tas Puluhan Juta Hingga Beli Baru di Boutique Store
Impian memiliki tas bernilai fantastis terwujud saat membeli Chanel Boy Wallet on Chain (WOC) berbahan caviar. Tas preloved kondisi like new ini dibeli di Ilia dekat rumahnya seharga Rp30 juta bersih, yang menjadi transaksi dua digit pertamanya.
Koleksi tas berukuran besar pertama jatuh pada Louis Vuitton Metis berbahan kulit Empreinte warna noir dengan list merah. Tas tahun 2018 ini dibeli secara preloved di toko yang sama seharga Rp22,5 juta.
Sementara itu, tas branded pertama yang dibeli dalam kondisi baru adalah Celine Baie Bag ukuran nano warna clay green. Tas berbahan grained leather yang muat banyak barang ini dibeli di toko multibrand Voila (voila.id) seharga Rp28 juta.
Pengalaman berbelanja langsung di official store dirasakan saat membeli Dior Saddle Bag ukuran medium warna grey. Tas impian dengan sistem penutup magnet tersebut dibeli langsung di gerai resmi seharga Rp60 juta sebagai bentuk self reward.
Koleksi Hadiah Istimewa Hingga Tas Harian Tahan Banting
Koleksi mewah lainnya adalah Chanel Gabrielle ukuran small dengan paduan tiga warna hardware (silver, dark grey, gold). Tas yang dibeli langsung di store resmi Chanel Indonesia ini merupakan hadiah ulang tahun dari sang suami.
Untuk keperluan harian yang fleksibel dan santai, terdapat Balenciaga Messenger Bag berbahan crinkled leather. Tas hitam tahan banting seharga Rp19 juta tersebut dapat digunakan secara bergantian bersama sang suami.
Koleksi terakhir yang sering digunakan adalah Hermès Evelyne mini berwarna orange yang dibeli baru (BNIB) di Roh Luxury. Tas polos tanpa kompartemen dalam ini dibeli adiknya seharga Rp40 juta, lalu dilengkapi tali pengganti dari merek Marhen J agar tali aslinya tidak cepat berbulu.
Rangkaian koleksi tas mewah tersebut membuktikan bahwa pemilihan bahan, perawatan yang hati-hati, serta pemahaman tren menjadi kunci utama dalam menjaga nilai estetika sekaligus nilai investasi sebuah tas.
Baca Juga: Cara Membuat Roti Sourdough dari Starter Alami, Panduan Lengkap Fermentasi hingga Proses Baking
Sumber : You Tube