14 Fakta Unik Kucing yang Jarang Diketahui, dari Otak Mirip Manusia hingga Pulau Kucing di Jepang

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 11:05 WIB
Fakta unik kucing ternyata sangat beragam, mulai dari otak yang mirip manusia, tidur hingga 20 jam, tidak merasakan manis, hingga Pulau Kucing di Jepang (Pinterest).
Fakta unik kucing ternyata sangat beragam, mulai dari otak yang mirip manusia, tidur hingga 20 jam, tidak merasakan manis, hingga Pulau Kucing di Jepang (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Fakta unik kucing selalu menarik perhatian para pencinta hewan. Selain dikenal sebagai salah satu hewan peliharaan paling populer di dunia, kucing ternyata memiliki berbagai keunikan mulai dari struktur otak yang mirip manusia, kebiasaan tidur hingga 20 jam sehari, sampai kemampuan memutar telinga hingga 180 derajat.

Kucing merupakan mamalia karnivora dari keluarga Felidae yang hidup di darat dan telah lama berbaur dengan manusia sebagai hewan peliharaan. Meski dikenal sebagai hewan penyendiri, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kucing memiliki kemampuan biologis dan perilaku yang cukup kompleks.

Otak Kucing Disebut Mirip dengan Otak Manusia

Salah satu fakta menarik adalah struktur otak kucing yang disebut memiliki kemiripan dengan otak manusia.

Mengacu pada penjelasan dalam video yang mengutip Psychology Today, otak kucing memiliki lipatan atau kerutan yang hampir sama dengan manusia.

Disebutkan pula bahwa sekitar 90 persen struktur otaknya memiliki kemiripan sehingga mampu mengatur emosi, pengambilan keputusan, ingatan, perencanaan, hingga kemampuan bernalar.

Kucing Bisa Tidur Hingga 20 Jam Sehari

Kucing dikenal sebagai hewan yang gemar tidur.

Semakin bertambah usia, durasi tidurnya juga semakin lama.

Rata-rata kucing tidur antara 12 hingga 16 jam setiap hari. Bahkan beberapa individu dapat menghabiskan waktu tidur hingga sekitar 20 jam dalam sehari sebagai cara menghemat energi.

Baca Juga: Prabowo Rombak Pejabat Kejaksaan Agung, Asep Nana Muliana Jadi Wakil Jaksa Agung

Jumlah Jari Kaki Depan dan Belakang Berbeda

Fakta lain yang cukup unik adalah jumlah jari kaki kucing.

Kucing normal memiliki lima jari pada kaki depan dan empat jari pada kaki belakang sehingga total berjumlah 18 jari.

Sementara pada kucing polidaktil, jumlah jarinya bisa mencapai 22 atau bahkan lebih, yakni enam jari di kaki depan dan lima jari di kaki belakang.

Kaki depan lebih sering digunakan untuk menangkap mangsa, membersihkan tubuh, dan menjaga keseimbangan.

Sterilisasi Disebut Meningkatkan Harapan Hidup

Video juga mengutip hasil studi Rumah Sakit Hewan Peliharaan Banfield mengenai manfaat sterilisasi.

Disebutkan bahwa kucing jantan yang dikebiri memiliki rata-rata harapan hidup 62 persen lebih lama dibandingkan yang tidak dikebiri.

Sementara kucing betina yang disterilkan memiliki harapan hidup rata-rata 39 persen lebih panjang.

Selain itu, seekor kucing betina disebut dapat menghasilkan sekitar 49.000 anak kucing dalam kurun waktu 10 tahun apabila terus berkembang biak.

Kucing Tidak Merasakan Rasa Manis

Berbeda dengan manusia, kucing dipercaya menjadi satu-satunya mamalia yang tidak dapat merasakan rasa manis.

Reseptor perasa mereka lebih sensitif terhadap rasa pahit dan asam.

Meski demikian, sebagian kucing tetap tertarik pada es krim atau makanan manis karena kandungan lemak di dalamnya, bukan karena rasa manisnya.

Lidah Kasar Membantu Saat Makan

Lidah kucing memiliki permukaan kasar karena dipenuhi struktur kecil yang berfungsi membantu proses makan.

Permukaan tersebut memungkinkan kucing memisahkan daging dari tulang dengan lebih mudah.

Hal ini dapat diamati ketika kucing memakan ikan hingga tulangnya tampak bersih dari sisa daging.

Baca Juga: Guru Besar Mahfud MD Minta Prabowo Dorong KPK Ambil Alih Kasus Febri Adriansyah, Soroti Penegakan Hukum

Dengkuran Kucing Diduga Menjadi Cara Menenangkan Diri

Suara dengkuran atau purring tidak hanya muncul ketika kucing merasa senang.

Video menjelaskan bahwa kucing juga mendengkur ketika sakit atau mengalami tekanan.

Sejumlah ilmuwan menduga perilaku tersebut merupakan mekanisme alami untuk menenangkan sekaligus membantu proses penyembuhan diri.

Sebagian Besar Kucing Dewasa Tidak Toleran Laktosa

Meski sering digambarkan menyukai susu, kenyataannya banyak kucing dewasa tidak toleran terhadap laktosa.

Setelah masa menyusui berakhir, produksi enzim laktase yang berfungsi mencerna laktosa mulai menurun.

Akibatnya, pemberian susu dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti mual, kembung, kram, muntah, hingga diare.

Mengeong Menjadi Cara Berkomunikasi dengan Manusia

Kucing peliharaan disebut telah berevolusi bersama manusia dalam waktu yang sangat lama.

Mereka menggunakan berbagai jenis suara mengeong dengan nada berbeda untuk menyampaikan keinginan.

Melalui suara tersebut, kucing dapat meminta makanan, perhatian, hingga mengajak manusia berinteraksi.

Suka Tidur di Tempat Beraroma Pemilik

Sebagian pemilik kucing mungkin sering menemukan hewan peliharaannya tidur di atas bantal atau pakaian bekas.

Menurut penjelasan video, aroma tubuh pemilik memberikan rasa nyaman sehingga menjadi tempat favorit untuk beristirahat.

Selain bahannya yang lembut, bau yang familiar membuat kucing merasa lebih aman.

Baca Juga: Mobil Listrik di Bawah Rp300 Juta, Komparasi BYD Atto 1, Geely EX2 Max, dan Jaecoo J5 EV, Mana Paling Cocok?

Kumis Berfungsi Sebagai Alat Navigasi

Kumis bukan sekadar pelengkap penampilan.

Kucing memanfaatkannya untuk mengukur ruang sempit sekaligus membantu bernavigasi di tempat minim cahaya.

Lebar kumis umumnya sebanding dengan ukuran tubuh kucing.

Karena memiliki fungsi penting, kumis tidak disarankan dipotong ataupun dicabut.

Telinga Dapat Berputar hingga 180 Derajat

Kucing memiliki kemampuan menggerakkan telinga secara mandiri.

Dalam video disebutkan telinga kucing mampu berputar hingga 180 derajat.

Kemampuan tersebut didukung oleh sekitar 32 jaringan otot yang mengendalikan pergerakan telinga.

Kotak Kardus Membantu Mengurangi Stres

Banyak pemilik kucing pernah melihat peliharaannya masuk ke dalam kotak kardus.

Perilaku itu ternyata berkaitan dengan upaya mengurangi stres.

Sebuah studi yang disebutkan dalam video menemukan bahwa keberadaan kotak membantu kucing lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan baru sekaligus meningkatkan keinginannya untuk berinteraksi dengan manusia.

Pulau Kucing di Jepang

Fakta terakhir membawa pembahasan ke Jepang.

Di negara tersebut terdapat Pulau Aoshima yang dikenal sebagai Pulau Kucing.

Pulau ini dihuni sekitar 220 ekor kucing, jauh lebih banyak dibandingkan jumlah penduduknya yang hanya sekitar enam orang.

Kondisi tersebut membuat Aoshima menjadi salah satu destinasi yang terkenal di kalangan pencinta kucing.

Baca Juga: Hotman Paris Ungkap Alasan Mundur sebagai Pengacara Febri Diansyah, Akui Baru Jalani Operasi Saraf di Singapura

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
fakta menarik kucing kucing peliharaan Pulau Aoshima perilaku kucing fakta unik kucing