TRENGGALEK – Seni merawat ekosistem dalam akuarium atau aquascape kini semakin digandrungi masyarakat sebagai penghias interior rumah yang menenangkan. Namun, banyak pemula yang urung memulai hobi ini karena anggapan bahwa merakit akuarium berkonsep tanaman air membutuhkan biaya mahal serta teknik yang rumit. Padahal, penerapan cara bikin aquascape sederhana yang hemat anggaran tetap bisa menghasilkan visual alami yang sangat estetik.
Kunci utama dalam cara bikin aquascape sederhana terletak pada pemilihan konsep dasar yang minim perawatan (low maintenance). Pemula tidak perlu berkecil hati jika belum mahir merancang bentuk hardscape yang kompleks. Memanfaatkan material lokal yang ramah kantong, seperti kombinasi pasir mutiara atau pasir silika Bali, batu-batuan alam bertekstur, serta kayu rasamala atau kentag, sudah sangat cukup untuk membentuk struktur dasar akuarium yang kokoh dan elegan.
Baca Juga: Cara Merawat Kucing untuk Pemula Sibuk Tanpa Repot, Bebas Penyakit dan Gak Bikin Stres!
Pemilihan Tanaman Tanpa CO2 dan Teknik Pengeleman
Bagi pemula yang menerapkan cara bikin aquascape sederhana, pemilihan jenis tanaman air menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan. Sangat disarankan untuk memilih tanaman yang tidak membutuhkan suntikan gas karbon dioksida (CO2) tinggi dan cahaya intensif. Flora air seperti Valisneria, Sagitaria, Kadaka, Java Fern, Java Moss, hingga Bucephalandra merupakan pilihan tepat karena daya tahannya yang kuat serta harganya yang sangat terjangkau di pasaran.
Dalam proses penataan atau hardscaping, teknik penggabungan elemen kayu dan batu dapat dilakukan secara praktis di luar akuarium terlebih dahulu. Pemilik cukup menyempilkan serabut kapas di sela-sela sambungan batu atau kayu, lalu meneteskan lem cair instan. Untuk menyamarkan bekas lem agar warna kayu dan batu tetap terlihat natural, pemula bisa menaburkan sedikit bubuk kopi atau bubuk kayu di atas area yang dilem sebelum mengering sempurna.
Penyusunan Substrat dan Tips Menjaga Kejernihan Air
Pada tahap penataan substrat, gunakan kombinasi ukuran pasir untuk menciptakan tekstur alami serta rongga udara yang baik bagi perakaran tanaman. Masukkan pupuk dasar atau soil secukupnya pada area yang akan ditanami flora latar belakang (background plant). Setelah itu, tancapkan tanaman air menggunakan pinset khusus atau langsung menggunakan jari secara perlahan. Flora jenis epifit seperti Bucephalandra cukup diselipkan pada celah-celah kayu tanpa harus menanam bagian rimpangnya ke dalam pasir.
Saat pengisian air pertama kali, kondisi air akuarium umumnya akan terlihat keruh atau berdebu akibat gesekan partikel pasir. Hal ini sangat wajar dan tidak perlu dirisaukan. Aktifkan sistem filtrasi mekanis dan biarkan ekosistem akuarium beradaptasi selama minimal 3 hingga 7 hari sebelum dimasuki ikan-ikan kecil. Dengan kesabaran dan teknik yang tepat, akuarium berukuran satu meter pun bisa disulap menjadi ruang hijau air yang indah, sehat, dan menawan.
Baca Juga: Cara Merawat Kucing untuk Pemula yang Benar dan Mudah, Jangan Sampai Anabul Sakit dan Stres!
Sumber : You Tube