TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM – Gaya hidup minimalis semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Konsep ini identik dengan menjalani kehidupan menggunakan barang seperlunya, namun tetap memberikan manfaat maksimal bagi pemiliknya.
Gaya hidup minimalis tidak hanya dipandang sebagai cara menata rumah agar terlihat rapi, tetapi juga menjadi strategi untuk mencapai ketenangan, menjaga lingkungan, hingga memperkuat kondisi finansial. Tak heran jika semakin banyak masyarakat mulai tertarik menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Popularitas gaya hidup minimalis juga didorong oleh hadirnya sejumlah tokoh dunia, buku, hingga metode merapikan rumah yang menjadi inspirasi banyak orang. Salah satunya adalah Marie Kondo melalui metode KonMari dalam bukunya The Life-Changing Magic of Tidying Up, serta Fumio Sasaki lewat buku Goodbye, Things: The New Japanese Minimalism.
Tiga Alasan Orang Memilih Gaya Hidup Minimalis
Dosen sekaligus peneliti Pusat Kajian Sosiologi Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya menjelaskan ada tiga faktor utama yang membuat seseorang tertarik menjalani gaya hidup minimalis.
Alasan pertama adalah faktor estetika. Ruangan yang berisi sedikit barang dinilai terasa lebih lega, rapi, dan mampu memberikan ketenangan secara psikologis. Selain itu, penggunaan barang multifungsi juga membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih efisien.
Faktor kedua adalah kepedulian terhadap lingkungan. Memiliki terlalu banyak barang yang jarang digunakan dianggap ikut berkontribusi terhadap meningkatnya limbah dan sampah. Karena itu, mengurangi konsumsi barang menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Sementara alasan ketiga berkaitan dengan kemandirian finansial. Dengan membeli barang sesuai kebutuhan, seseorang dapat mengendalikan pengeluaran dan menjaga kondisi ekonomi tetap stabil.
Meski demikian, peneliti tersebut mengingatkan agar masyarakat tidak sekadar mengikuti tren. Setiap orang perlu memahami tujuan menerapkan gaya hidup minimalis sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan.
Tokoh Dunia yang Dikenal Minimalis
Konsep hidup sederhana juga diterapkan sejumlah tokoh dunia. Pendiri Apple, Steve Jobs, dikenal memiliki gaya berpakaian yang nyaris selalu sama, yakni mengenakan turtleneck hitam, celana jeans, dan sneakers.
Hal serupa juga terlihat pada pendiri Facebook yang kini bernama Meta, Mark Zuckerberg. Ia dikenal sering menggunakan pakaian sederhana dan memilih kendaraan yang tidak mencolok.
Bagi keduanya, kesederhanaan tersebut membantu mengurangi keputusan-keputusan kecil dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat lebih fokus pada pekerjaan.
Baca Juga: Manfaat Rebusan Daun Salam Mampu Atasi Asam Urat dan Mencegah Batu Ginjal
Berawal dari Kebiasaan Belanja Berlebihan
Penerapan gaya hidup minimalis juga dilakukan Belinda Gracia, seorang karyawan swasta yang mulai menjalani konsep tersebut sejak 2018.
Belinda mengaku awalnya memiliki kebiasaan membeli banyak barang karena ingin memenuhi keinginan yang sebelumnya belum bisa diwujudkan saat masih kuliah. Namun, seiring waktu ia menyadari sebagian besar barang tersebut jarang digunakan.
Sejak memutuskan hidup lebih minimalis, Belinda mulai menjual kembali barang-barang yang tidak terpakai melalui media sosial pribadinya. Ia juga lebih selektif dalam memilih pakaian, perlengkapan makeup, skincare, hingga barang elektronik.
Kini, setiap kali hendak membeli sesuatu, Belinda selalu bertanya kepada dirinya sendiri apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya sekadar keinginan sesaat.
Tidak Ada Aturan yang Sama untuk Semua Orang
Pada akhirnya, gaya hidup minimalis tidak memiliki aturan baku. Cara yang berhasil diterapkan seseorang belum tentu cocok bagi orang lain.
Masyarakat dapat memulai dari aspek yang paling mudah, seperti pakaian, buku, perlengkapan rumah tangga, atau barang pribadi lainnya. Tujuan utamanya bukan membuang semua barang yang dimiliki, melainkan menilai kembali fungsi setiap barang dan memastikan kehadirannya benar-benar memberikan manfaat maupun kebahagiaan.
Dengan pendekatan tersebut, gaya hidup minimalis diharapkan mampu menciptakan kehidupan yang lebih sederhana, teratur, dan seimbang tanpa harus menghilangkan kenyamanan.
Baca Juga: Pasutri Curi Motor di Sawah, Polisi Dalami Kasus di Lokasi Lain
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest