Gaya Hidup Minimalis Jadi Tren, Ini Cara Memulai agar Hidup Lebih Tenang dan Anti Konsumtif

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 13:20 WIB
Gaya hidup minimalis menjadi tren karena membantu mengurangi stres dan perilaku konsumtif. Simak cara memulai hidup minimalis agar lebih tenang dan fokus (Pinterest).
Gaya hidup minimalis menjadi tren karena membantu mengurangi stres dan perilaku konsumtif. Simak cara memulai hidup minimalis agar lebih tenang dan fokus (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM – Gaya hidup minimalis semakin populer dan mulai banyak diterapkan masyarakat yang ingin menjalani hidup lebih sederhana, tenang, serta terbebas dari kebiasaan konsumtif. Konsep yang mengusung prinsip less is more ini tidak sekadar mengurangi jumlah barang, tetapi juga mengubah pola pikir agar lebih fokus pada hal-hal yang benar-benar penting.

Bagi sebagian orang, gaya hidup minimalis menjadi cara untuk mengatasi tekanan hidup, menjaga kesehatan mental, hingga memperbaiki kondisi finansial. Dengan memiliki barang sesuai kebutuhan, seseorang dinilai dapat mengurangi distraksi dan lebih mudah menemukan ketenangan.

Dalam kisah pasangan Bastard dan Cynthia Lestari, gaya hidup minimalis menjadi perjalanan yang dimulai sejak 2015. Mereka mengaku mulai menerapkan konsep tersebut ketika menghadapi berbagai persoalan, terutama krisis mental dan masalah finansial dalam keluarga.

Baca Juga: Manfaat Rebusan Daun Salam untuk Hipertensi dan Diabetes, Ini Fakta Medisnya!

Berawal dari Krisis Mental dan Finansial

Pasangan tersebut mengungkapkan bahwa keputusan menerapkan gaya hidup minimalis muncul saat kondisi hidup sedang tidak menentu. Awalnya mereka mulai memilah barang-barang di rumah dan mengeluarkan benda yang sudah tidak lagi digunakan.

Tanpa disangka, perubahan itu bukan hanya membuat ruangan menjadi lebih lega, tetapi juga menghadirkan ketenangan dalam pikiran. Mereka merasakan beban mental berkurang seiring semakin sedikitnya barang yang harus disimpan dan dirawat.

Menurut mereka, minimalisme bukan sekadar memiliki sedikit barang, melainkan seni untuk merasa cukup. Perasaan cukup itulah yang menghadirkan rasa damai, bebas, dan membuat hidup lebih terarah.

Minimalisme Bukan Sekadar Soal Barang

Dalam penerapannya, pasangan tersebut mulai dari hal-hal sederhana. Salah satunya menerapkan kebiasaan ketika membeli pakaian baru, maka harus ada pakaian lama yang dikeluarkan dari lemari.

Barang-barang yang sudah tidak digunakan kemudian dipilih untuk dijual kembali, didonasikan, atau diberikan kepada orang lain yang membutuhkan. Kebiasaan tersebut membuat isi rumah tetap terkendali tanpa terus dipenuhi barang baru.

Mereka juga terinspirasi dari konsep yang dikenalkan The Minimalists, Joshua Fields Millburn dan Ryan Nicodemus. Menurut keduanya, minimalisme adalah proses melepaskan diri dari hal-hal yang sudah tidak lagi memiliki nilai maupun manfaat agar seseorang memperoleh kebebasan dan kebahagiaan.

Bagi Cynthia, minimalisme juga dimaknai sebagai seni merayakan rasa cukup. Fokusnya bukan mengejar lebih banyak, tetapi memahami kapan sesuatu sudah mencukupi kebutuhan.

Baca Juga: Bukit Tunggangan, Jalur Pendakian dan Spot Paralayang

Tiga Langkah Memulai Gaya Hidup Minimalis

Bagi masyarakat yang ingin mulai menjalani gaya hidup minimalis, pasangan ini menyarankan untuk memulainya secara bertahap.

Langkah pertama adalah memilah seluruh barang yang dimiliki. Seseorang perlu menentukan mana barang yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang sudah tidak lagi memberikan manfaat atau kebahagiaan.

Langkah kedua adalah menggunakan barang hingga habis sebelum membeli yang baru. Kebiasaan ini diterapkan pada berbagai kebutuhan, termasuk pakaian, produk perawatan diri, hingga perlengkapan rumah tangga.

Langkah ketiga adalah berpikir lebih lama sebelum membeli barang. Mereka menyarankan agar tidak melakukan pembelian secara impulsif, terutama ketika sedang lapar, sedih, marah, atau berada dalam kondisi emosional.

Salah satu metode yang diterapkan adalah aturan 30/300. Apabila harga barang melebihi Rp300 ribu, pembelian ditunda selama minimal 30 jam hingga 30 hari. Jika setelah masa tersebut barang masih benar-benar dibutuhkan, barulah diputuskan untuk membeli.

Minimalisme Juga Berlaku di Dunia Digital

Konsep minimalisme tidak hanya diterapkan pada barang fisik. Pasangan tersebut juga mulai mengurangi akun media sosial yang tidak lagi memberikan dampak positif serta membatasi berbagai hal yang dinilai menjadi distraksi.

Menurut mereka, setiap kali melepaskan sesuatu yang tidak lagi bermanfaat, muncul rasa lebih ringan karena berkurangnya keterikatan terhadap hal-hal yang tidak penting.

Mereka menilai minimalisme merupakan sebuah perjalanan, bukan tujuan akhir. Esensinya bukan menciptakan rumah yang terlihat estetik atau hanya memiliki sedikit barang, melainkan membangun pola hidup yang lebih sadar, fokus, dan selaras dengan nilai yang diyakini.

Konsep tersebut juga telah diterapkan sejumlah tokoh dunia seperti Steve Jobs, Mark Zuckerberg, hingga Raditya Dika yang memilih menyederhanakan kepemilikan barang demi meningkatkan fokus pada hal-hal yang lebih esensial.

Baca Juga: Standar Pendidikan Kades Naik, Permintaan Aliansi Center dalam RDP

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
hidup minimalis less is more anti konsumtif Raditya Dika gaya hidup minimalis