Sleep Hygiene Jadi Kunci Tidur Berkualitas, Dokter Saraf Ungkap Cara Mencegah Insomnia dan Gangguan Kesehatan

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 14:00 WIB
Sleep hygiene membantu meningkatkan kualitas tidur dan menjaga kesehatan otak. Simak tips dokter saraf agar tidur lebih nyenyak serta terhindar dari insomnia (Pinterest).
Sleep hygiene membantu meningkatkan kualitas tidur dan menjaga kesehatan otak. Simak tips dokter saraf agar tidur lebih nyenyak serta terhindar dari insomnia (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM – Sleep hygiene atau kebiasaan tidur yang sehat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas tidur. Tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat, melainkan proses ketika otak bekerja aktif melakukan berbagai pembenahan yang penting bagi tubuh, mulai dari memperkuat memori hingga mengatur suasana hati.

Hal tersebut disampaikan oleh dokter spesialis neurologi konsultan, dr. Prisilayani Gundawan, yang menjelaskan bahwa sleep hygiene berperan besar dalam membantu seseorang memperoleh tidur yang berkualitas. Menurutnya, banyak orang dewasa saat ini mengalami kesulitan tidur dengan baik, padahal kualitas tidur sangat berpengaruh terhadap kesehatan fisik maupun mental.

Melalui penerapan sleep hygiene, seseorang tidak hanya dapat tidur lebih nyenyak, tetapi juga membantu menjaga fungsi otak, meningkatkan konsentrasi, serta mengurangi risiko berbagai penyakit yang muncul akibat kurang tidur.

Baca Juga: Pasutri Curi Motor di Sawah, Polisi Dalami Kasus di Lokasi Lain

Tidur Bukan Sekadar Istirahat

Menurut dr. Prisilayani, anggapan bahwa otak hanya beristirahat saat tidur merupakan pemahaman yang kurang tepat. Saat seseorang tidur, otak justru aktif menjalankan berbagai proses penting untuk memperbaiki kondisi tubuh.

Tidur juga terdiri atas beberapa tahapan, mulai dari fase tidur ringan hingga tidur paling dalam atau REM sleep. Proses tersebut tidak terjadi secara instan, melainkan berlangsung bertahap dan harus dilalui secara utuh agar tubuh memperoleh manfaat maksimal.

Selama tidur, otak melakukan konsolidasi memori, yaitu memperkuat dan menyimpan berbagai informasi yang diperoleh sepanjang hari agar dapat diingat dalam jangka panjang. Selain itu, berbagai neurotransmiter yang berfungsi mengatur suasana hati juga diproduksi selama seseorang tidur.

Apabila proses tersebut terganggu, seseorang lebih mudah mengalami perubahan suasana hati (mood swing), kecemasan, bahkan depresi.

Durasi Tidur Ideal Orang Dewasa

Untuk orang dewasa berusia 18 hingga 64 tahun, durasi tidur yang dianjurkan berkisar antara tujuh hingga sembilan jam setiap malam.

Meski demikian, tidur selama enam hingga tujuh jam masih dianggap cukup meskipun belum ideal. Sebaliknya, tidur lebih dari sembilan hingga sepuluh jam juga tidak disarankan karena dapat mengganggu irama sirkadian tubuh.

Tidur terlalu lama dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai sleep inertia, yakni seseorang tetap merasa lemas dan tidak segar meski telah tidur dalam waktu panjang.

Karena itu, durasi tidur yang panjang belum tentu menunjukkan kualitas tidur yang baik. Yang terpenting adalah seseorang mampu menjalani seluruh tahapan tidur secara optimal.

Baca Juga: Standar Pendidikan Kades Naik, Permintaan Aliansi Center dalam RDP

Gangguan Tidur Bisa Memicu Penyakit

Kualitas tidur dipengaruhi oleh berbagai faktor. Gangguan dapat muncul akibat masalah pernapasan seperti mendengkur, insomnia, maupun gangguan irama sirkadian yang sering dialami pekerja dengan sistem shift.

Dalam jangka pendek, kurang tidur biasanya menyebabkan tubuh mudah lelah, emosi tidak stabil, sulit berkonsentrasi, serta menurunkan performa dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Namun apabila berlangsung terus-menerus, dampaknya jauh lebih serius. Gangguan tidur kronis dapat meningkatkan kadar gula darah, tekanan darah, risiko penyakit jantung, gangguan pembuluh darah otak, demensia, hingga gangguan kesehatan mental seperti kecemasan dan depresi.

Salah satu tanda kualitas tidur yang buruk adalah tubuh tetap terasa tidak segar setelah bangun tidur, meski durasi tidur terlihat cukup. Selain itu, seseorang juga bisa lebih mudah lupa, sulit berkonsentrasi, dan mengalami penurunan produktivitas.

Cara Menerapkan Sleep Hygiene

Untuk memperoleh kualitas tidur yang lebih baik, dr. Prisilayani menyarankan beberapa langkah sederhana dalam menerapkan sleep hygiene.

Pertama, menciptakan lingkungan kamar yang nyaman dengan pencahayaan redup dan menjauhkan perangkat elektronik sebelum tidur.

Kedua, memberi jeda antara waktu makan terakhir dengan jam tidur serta menghindari konsumsi kafein maupun teh pada sore hingga malam hari karena dapat mengganggu proses tidur.

Ketiga, melakukan olahraga pada sore hari sebelum makan malam. Kebiasaan tersebut dinilai membantu tubuh lebih mudah memasuki fase tidur secara alami tanpa bantuan obat.

Apabila berbagai kebiasaan tersebut telah dilakukan tetapi seseorang tetap mengalami kesulitan untuk mulai tidur maupun mempertahankan tidur yang berkualitas, disarankan segera berkonsultasi dengan dokter agar penyebab gangguan dapat diketahui dan ditangani sejak dini.

Baca Juga: Petani Cermati Harga Gabah Pilih Simpan sebelum Harga Naik

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
sleep hygiene gangguan tidur kualitas tidur Kesehatan Otak insomnia