Kualitas Tidur Ternyata Bisa Memperpanjang Umur, Dokter Beberkan 6 Cara Tidur Lebih Nyenyak Tanpa Obat

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 11:09 WIB
Kualitas tidur yang baik disebut membantu memperpanjang umur. Simak penjelasan dokter tentang penyebab gangguan tidur dan enam cara tidur nyenyak tanpa obat (Pinterest).
Kualitas tidur yang baik disebut membantu memperpanjang umur. Simak penjelasan dokter tentang penyebab gangguan tidur dan enam cara tidur nyenyak tanpa obat (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM – Kualitas tidur tidak hanya berpengaruh terhadap rasa segar saat bangun di pagi hari, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan tubuh dan harapan hidup. Tidur malam yang cukup dan berkualitas disebut membantu proses regenerasi sel, memperkuat sistem kekebalan tubuh, hingga menurunkan risiko berbagai gangguan kesehatan.

Dalam sebuah edukasi kesehatan, dokter Sung menjelaskan bahwa kualitas tidur yang baik menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga fungsi tubuh tetap optimal. Saat seseorang tidur, seluruh sel di dalam tubuh melakukan proses perbaikan sehingga tubuh siap kembali menjalankan aktivitas pada keesokan harinya.

Menurutnya, menjaga kualitas tidur menjadi langkah sederhana yang dapat membantu memperpanjang usia karena tubuh memiliki kesempatan melakukan regenerasi secara maksimal selama waktu istirahat.

Baca Juga: Bukit Tunggangan, Jalur Pendakian dan Spot Paralayang

Regenerasi Tubuh Terjadi Saat Tidur

Dokter Sung menjelaskan bahwa seluruh sel tubuh memperbaiki diri ketika seseorang tidur. Sebaliknya, kurang tidur dapat berdampak pada hampir seluruh organ tubuh, termasuk menurunkan fungsi sistem imun.

Karena itu, seseorang yang sering begadang atau mengalami gangguan tidur lebih rentan mengalami penurunan kondisi kesehatan dibanding mereka yang memiliki pola tidur teratur.

Ia juga mengungkapkan terdapat tiga gangguan tidur yang paling sering dialami masyarakat.

Pertama, sulit memulai tidur meski sudah berbaring cukup lama. Kedua, mudah tertidur tetapi sering terbangun pada tengah malam sehingga durasi tidur menjadi kurang. Ketiga, tidak dapat tidur sama sekali hingga pagi hari, meskipun kondisi tubuh sudah sangat lelah.

Hormon Melatonin Berperan Penting

Proses tidur diatur oleh bagian otak yang disebut suprachiasmatic nucleus (SCN), yaitu pusat pengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.

Pada siang hari, bagian otak tersebut membantu tubuh tetap terjaga. Sebaliknya, ketika malam dan kondisi mulai gelap, produksi hormon melatonin meningkat sehingga tubuh lebih mudah mengantuk dan memasuki fase tidur.

Dokter Sung menjelaskan, produksi melatonin dapat terganggu akibat paparan cahaya buatan yang berasal dari lampu, televisi, komputer, laptop, hingga layar telepon genggam.

Paparan cahaya tersebut membuat tubuh mengira masih berada dalam kondisi siang sehingga produksi melatonin berkurang dan seseorang menjadi lebih sulit tidur.

Baca Juga: Standar Pendidikan Kades Naik, Permintaan Aliansi Center dalam RDP

Sinar Matahari Membantu Tidur Lebih Nyenyak

Untuk meningkatkan kualitas tidur tanpa obat, dokter Sung menyarankan agar masyarakat rutin terpapar sinar matahari.

Ia merekomendasikan berjemur selama sekitar 30 menit pada pagi hari. Selain itu, paparan sinar matahari menjelang sore juga dinilai membantu mengatur ritme sirkadian tubuh.

Menurutnya, cahaya matahari mengandung sinar inframerah yang berperan merangsang produksi melatonin pada sel-sel tubuh sehingga proses tidur menjadi lebih optimal.

Selain matahari, cahaya dari api seperti api unggun maupun lilin juga disebut mengandung inframerah yang dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks menjelang tidur.

Enam Cara Meningkatkan Kualitas Tidur

Selain mendapatkan paparan sinar matahari, dokter Sung membagikan beberapa langkah sederhana untuk meningkatkan kualitas tidur.

Pertama, rutin berolahraga karena aktivitas fisik terbukti membantu seseorang tidur lebih nyenyak.

Kedua, menjaga suhu kamar tetap sejuk agar tubuh lebih nyaman saat beristirahat.

Ketiga, mengonsumsi magnesium sesuai kebutuhan karena mineral tersebut membantu otot menjadi lebih rileks sehingga tubuh lebih mudah tertidur.

Keempat, mempertimbangkan terapi akupuntur apabila berbagai cara alami belum memberikan hasil yang optimal.

Meski demikian, ia mengingatkan agar penggunaan obat tidur tidak menjadi pilihan pertama. Perbaikan pola hidup dinilai lebih penting untuk mengatasi gangguan tidur dalam jangka panjang.

Menurutnya, tidur yang berkualitas bukan hanya membuat tubuh terasa segar saat bangun, tetapi juga mendukung regenerasi sel, memperkuat daya tahan tubuh, serta menjaga kesehatan secara menyeluruh sehingga risiko berbagai penyakit dapat ditekan.

Baca Juga: Petani Cermati Harga Gabah Pilih Simpan sebelum Harga Naik

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
gangguan tidur tidur nyenyak kualitas tidur melatonin Kesehatan tidur