Pola Tidur Menurut Islam: Tidur Malam Tak Bisa Diganti Tidur Siang, Ini Penjelasannya

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 14:20 WIB
Pola tidur menurut Islam menempatkan malam sebagai waktu istirahat utama. Simak penjelasan mengapa tidur malam tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh tidur siang (Pinterest).
Pola tidur menurut Islam menempatkan malam sebagai waktu istirahat utama. Simak penjelasan mengapa tidur malam tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh tidur siang (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM – Pola tidur menurut Islam menempatkan malam hari sebagai waktu utama untuk beristirahat. Dalam pandangan Islam, tidur malam memiliki kedudukan yang tidak dapat digantikan oleh tidur pada siang hari, meskipun durasi tidurnya sama.

Penjelasan mengenai pola tidur menurut Islam ini disampaikan dalam sebuah kajian yang mengutip firman Allah SWT tentang fungsi malam sebagai waktu istirahat bagi manusia. Menurut pemateri, Islam sejak awal telah mengatur ritme kehidupan manusia dengan menjadikan malam sebagai waktu terbaik untuk tidur.

Karena itu, pola tidur menurut Islam menganjurkan umat Muslim memanfaatkan malam hari sebagai waktu istirahat utama agar tubuh tetap sehat, segar, dan mampu menjalankan aktivitas dengan optimal.

Malam Dijadikan Waktu Istirahat

Dalam kajian tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT telah menetapkan malam sebagai waktu beristirahat bagi manusia.

Hal itu merujuk pada firman Allah, "Waja'alnal laila libasa", yang berarti Allah menjadikan malam sebagai pakaian atau selimut bagi manusia.

Makna tersebut menunjukkan bahwa malam diciptakan sebagai waktu yang paling tepat untuk tidur dan memulihkan kondisi tubuh setelah beraktivitas sepanjang hari.

Karena itu, tidur pada malam hari menjadi anjuran utama dalam Islam.

Baca Juga: Petani Cermati Harga Gabah Pilih Simpan sebelum Harga Naik

Tidur Siang Tak Sepenuhnya Menggantikan Tidur Malam

Pemateri menjelaskan bahwa kekurangan tidur pada malam hari tidak dapat sepenuhnya digantikan dengan tidur lebih lama pada siang hari.

Sebagai contoh, seseorang yang hanya tidur dua jam pada malam hari lalu mencoba menggantinya dengan tidur siang selama empat jam tetap berpotensi merasa mengantuk, lemas, kurang bersemangat, dan mudah emosi.

Kondisi tersebut baru akan membaik setelah kebutuhan tidur malam terpenuhi pada malam berikutnya.

Hal itu menunjukkan bahwa tubuh memiliki kebutuhan biologis terhadap tidur malam yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh waktu istirahat di siang hari.

Islam Mengatur Ritme Kehidupan

Menurut penjelasan dalam kajian tersebut, Islam tidak hanya mengatur aspek ibadah, tetapi juga mengajarkan pola hidup yang selaras dengan kebutuhan tubuh manusia.

Menjadikan malam sebagai waktu utama untuk beristirahat merupakan bagian dari pengaturan tersebut agar manusia memiliki kondisi fisik dan mental yang lebih baik saat menjalankan aktivitas pada siang hari.

Dengan tidur yang cukup di malam hari, seseorang diharapkan dapat bangun dalam keadaan lebih segar dan memiliki energi yang optimal.

Karena itu, menjaga pola tidur malam menjadi salah satu kebiasaan yang dianjurkan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai tuntunan Islam.

Baca Juga: Kualitas Tidur Ternyata Bisa Memperpanjang Umur, Dokter Beberkan 6 Cara Tidur Lebih Nyenyak Tanpa Obat

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
pola tidur menurut Islam tidur malam kesehatan Islam waktu istirahat tidur siang