TRENGGALEK – Sepatu Running Ortuseight Terbaik semakin banyak diburu pelari di Indonesia seiring berkembangnya kualitas produk lokal. Tidak lagi sekadar mengikuti tren, Ortuseight kini menghadirkan lini sepatu lari yang mencakup kebutuhan recovery run, latihan harian, hingga kompetisi dengan teknologi carbon plate.
Pilihan Sepatu Running Ortuseight Terbaik tahun 2026 juga semakin beragam. Mulai dari model untuk pelari pemula yang mengutamakan kenyamanan hingga sepatu performa tinggi bagi mereka yang mengejar personal best di ajang lomba.
Berdasarkan ulasan mengenai lini terbaru Ortuseight, terdapat lima Sepatu Running Ortuseight Terbaik yang layak dipertimbangkan. Seluruh model bersifat unisex sehingga dapat digunakan oleh pria maupun wanita dengan menyesuaikan ukuran kaki.
Ortuseight Hyperglide 4.0, Daily Trainer Serba Seimbang
Rekomendasi pertama adalah Ortuseight Hyperglide 4.0, yang disebut sebagai daily trainer paling seimbang dalam lini produk Ortuseight.
Sepatu ini dirancang untuk pelari yang rutin berlatih setiap hari namun tetap membutuhkan bobot ringan dan responsif. Bagian upper menggunakan Mono Mesh dengan teknologi OrtFlow yang mampu menjaga sirkulasi udara tetap optimal sehingga kaki tidak mudah panas saat digunakan pada lari jarak menengah maupun jauh.
Di sektor midsole, Ortuseight memadukan Injection Phylon dan Cumulus Foam yang menghasilkan bantalan empuk sekaligus responsif. Outsole AR30 juga memberikan daya cengkeram yang stabil di permukaan aspal maupun beton.
Hyperglide 4.0 memiliki bobot sekitar 221 gram, tersedia dalam ukuran 37 hingga 46, dan dipasarkan dengan harga sekitar Rp730 ribuan.
Hyperblast 3.0 Fokus pada Kenyamanan Maksimal
Pilihan berikutnya adalah Ortuseight Hyperblast 3.0 yang mengutamakan cushioning tebal untuk mengurangi benturan ketika berlari.
Upper menggunakan Jacquard Mesh elastis sehingga mampu mengikuti bentuk kaki tanpa memberikan tekanan berlebih. Midsole dibuat lebih tebal dengan karakter bantalan maksimal yang dirancang untuk membantu mengurangi tekanan pada lutut dan telapak kaki.
Karena itu, Hyperblast 3.0 sangat cocok digunakan saat recovery run maupun long run dengan pace santai, terutama bagi pelari pemula.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Spot Jogging di Trenggalek Nyaman dan Bikin Betah
Model ini memiliki bobot sekitar 271 gram, tersedia dalam ukuran 35 hingga 48, dengan harga berkisar Rp730 ribuan.
Hyperfuse 3.0 Jadi Pilihan Paling Serbaguna
Bagi pengguna yang masih bingung menentukan pilihan, Ortuseight Hyperfuse 3.0 menjadi salah satu model paling fleksibel.
Sepatu ini memakai Mono Mesh generasi terbaru dengan teknologi OrtFlow yang membuat ventilasi udara lebih baik sekaligus memberikan fit yang lebih rapi.
Baca Juga: Jogging Jadi Gaya Hidup Sehat, Asal Tidak Berlebihan
Pada bagian midsole, kombinasi EVA Phylon, Cumulus Foam, dan teknologi OrtShox menghasilkan karakter bantalan yang stabil dan nyaman. Bahkan, sepatu ini dinilai tetap suportif bagi pengguna dengan tipe kaki flat foot.
Bobot Hyperfuse 3.0 sekitar 220 gram dengan ukuran 37 hingga 46. Harga yang ditawarkan berada di kisaran Rp780 ribuan.
Hypersonic 2.0 Siap Temani Latihan Kecepatan
Untuk pelari yang ingin meningkatkan performa, Ortuseight Hypersonic 2.0 menjadi pilihan berikutnya.
Sepatu ini masuk kategori performance trainer dengan desain aerodinamis berbahan mesh sintetis yang ringan. Midsole responsif memberikan energy return tinggi sehingga membantu mempertahankan kecepatan saat tempo run maupun interval training.
Outsole berpola agresif juga meningkatkan stabilitas ketika berlari dalam kecepatan tinggi di jalan raya maupun lintasan.
Hypersonic 2.0 memiliki bobot sekitar 206 gram untuk versi racing dan 221 gram pada model training. Produk ini dipasarkan dengan harga sekitar Rp1,56 juta.
Solar 2.0 Andalkan Carbon Plate untuk Kompetisi
Posisi tertinggi ditempati Ortuseight Solar 2.0, sepatu super racing yang dirancang khusus untuk kebutuhan kompetisi.
Keunggulan utamanya terdapat pada kombinasi PBX Foam dual density dan carbon plate yang mampu menghasilkan dorongan lebih besar di setiap langkah.
Upper berbahan Jacquard Woven dibuat sangat tipis dan ringan sehingga meningkatkan kenyamanan saat berlari dalam kecepatan tinggi. Outsole full rubber anti-slip juga menjaga daya cengkeram ketika melewati tikungan maupun lintasan dengan kecepatan tinggi.
Dengan bobot hanya sekitar 177 gram, Solar 2.0 menjadi pilihan bagi pelari yang ingin mengejar personal best di race. Namun, karakter agresifnya membuat sepatu ini kurang ideal digunakan untuk jogging santai.
Solar 2.0 tersedia dalam ukuran 35 hingga 48 dan dipasarkan dengan harga sekitar Rp2,35 jutaan.
Kelima model tersebut menawarkan karakter berbeda sesuai kebutuhan pengguna. Hyperglide 4.0 cocok sebagai daily trainer, Hyperblast 3.0 mengutamakan kenyamanan, Hyperfuse 3.0 hadir sebagai pilihan serbaguna, Hypersonic 2.0 ditujukan untuk latihan kecepatan, sedangkan Solar 2.0 menjadi andalan bagi pelari kompetitif yang membutuhkan performa maksimal.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : TEKNESIA