Tes MBTI Benarkah Akurat? Ini Alasan Psikolog Meragukan 16 Tipe Kepribadian

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:15 WIB
Tes MBTI populer dengan 16 tipe kepribadian. Namun, benarkah akurat? Simak alasan psikolog mengkritik tes MBTI dan efek Barnum (Pinterest).
Tes MBTI populer dengan 16 tipe kepribadian. Namun, benarkah akurat? Simak alasan psikolog mengkritik tes MBTI dan efek Barnum (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Tes MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator menjadi salah satu tes kepribadian paling populer di dunia. Banyak orang menggunakannya untuk memahami karakter diri, hubungan sosial, hingga sekadar mencantumkan empat huruf tipe kepribadian di media sosial. Namun, seberapa akurat tes MBTI dalam menggambarkan kepribadian seseorang?

Tes MBTI membagi karakter manusia menjadi 16 tipe berdasarkan empat pasangan kategori, yakni Introversion-Extroversion, Intuition-Sensing, Thinking-Feeling, serta Perceiving-Judging. Kombinasi empat kategori tersebut menghasilkan tipe seperti INTJ, ENFP, INFP, hingga ENTJ.

Meski terlihat sistematis dan mudah dipahami, tes MBTI mendapat kritik dari banyak psikolog modern. Salah satu persoalan utamanya adalah kecenderungan tes tersebut menyederhanakan kepribadian manusia yang sebenarnya jauh lebih kompleks dan dinamis.

Baca Juga: Mesin Mazda Skyactiv Sensitif Sensor? Ini Masalah yang Sering Terjadi dan Cara Mengatasinya

Mengenal Asal-usul Tes MBTI

MBTI dikembangkan oleh Katherine Briggs dan putrinya, Isabel Briggs Myers. Keduanya terinspirasi oleh pemikiran psikolog Carl Jung setelah membaca buku Psychological Types.

Dalam konsep MBTI, kategori pertama adalah Introversion dan Extroversion yang menggambarkan kecenderungan seseorang memperoleh energi, apakah lebih nyaman menghabiskan waktu sendiri atau berinteraksi dengan orang lain.

Kategori kedua adalah Intuition dan Sensing yang berkaitan dengan cara seseorang menerima serta memproses informasi. Selanjutnya, Thinking dan Feeling menggambarkan kecenderungan dalam mengambil keputusan. Sementara Perceiving dan Judging berkaitan dengan cara seseorang menjalani dan mengatur kehidupannya.

Dari empat pasangan tersebut, muncul 16 kombinasi tipe kepribadian yang kemudian membuat MBTI mudah dipopulerkan.

Kepribadian Manusia Tidak Sesederhana 16 Tipe

Salah satu kritik terbesar terhadap MBTI adalah cara tes tersebut mengelompokkan manusia secara biner. Seseorang seolah harus berada di salah satu sisi, misalnya introvert atau ekstrovert.

Padahal, dalam kehidupan nyata, seseorang tidak selalu 100 persen introvert ataupun ekstrovert. Perilaku manusia dapat berubah bergantung pada situasi, lingkungan, pengalaman, dan kondisi tertentu. Banyak orang bahkan berada di antara kedua kecenderungan tersebut.

Hal serupa berlaku untuk kategori lain dalam MBTI. Seseorang dapat menggunakan logika ketika menghadapi masalah tertentu, tetapi mempertimbangkan perasaan dalam situasi berbeda. Karena itu, memberikan satu label permanen kepada seseorang dinilai terlalu menyederhanakan kompleksitas kepribadian.

Baca Juga: Mazda 2 Skyactiv 2015 Bekas Rp150 Jutaan, Fitur Melimpah tapi Ada Kekurangannya

Hasil Tes MBTI Bisa Berubah

Masalah lain yang menjadi sorotan adalah konsistensi hasil tes. Seseorang dapat memperoleh tipe MBTI yang berbeda ketika mengerjakan tes kembali.

Perubahan hasil tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa kuat tes MBTI menggambarkan karakter seseorang secara permanen. Jika hasil dapat berubah, maka empat huruf yang diperoleh tidak semestinya dianggap sebagai identitas mutlak.

Lantas, mengapa banyak orang tetap merasa hasil tes MBTI sangat cocok dengan dirinya?

Salah satu penjelasannya adalah Barnum Effect atau efek Barnum. Fenomena psikologis ini terjadi ketika seseorang menganggap suatu pernyataan bersifat sangat personal, padahal sebenarnya pernyataan tersebut cukup umum dan dapat berlaku kepada banyak orang.

Deskripsi kepribadian yang terdengar spesifik dapat membuat seseorang merasa hasil tes benar-benar memahami dirinya. Padahal, karakteristik tersebut mungkin juga dimiliki oleh sebagian besar orang.

MBTI Tetap Populer Meski Dikritik

Popularitas MBTI tidak hanya terbatas pada penggunaan pribadi. Tes ini juga dikenal di berbagai organisasi dan perusahaan. Kesederhanaan 16 tipe membuat MBTI mudah digunakan sebagai bahasa singkat untuk menggambarkan karakter seseorang.

Di media sosial, misalnya, seseorang cukup menuliskan INTJ, ENFP, atau tipe lainnya untuk memberi gambaran singkat mengenai dirinya. Konsep tersebut membuat pembahasan kepribadian terasa lebih sederhana dan mudah dibagikan.

Namun, popularitas tidak otomatis membuat sebuah tes menjadi ilmiah. Menggunakan MBTI untuk hiburan atau refleksi diri tentu berbeda dengan menjadikannya dasar untuk keputusan penting mengenai seseorang.

Pada akhirnya, MBTI dapat digunakan sebagai sarana bersenang-senang selama hasilnya tidak dianggap sebagai kebenaran mutlak. Kepribadian manusia terlalu kompleks untuk dirangkum hanya dalam empat huruf.

Karena itu, hasil tes MBTI sebaiknya dipandang sebagai gambaran sementara, bukan label yang menentukan siapa seseorang sebenarnya.

Baca Juga: Mazda CX-3 2024 Dibanderol Rp399 Juta, Fitur Makin Lengkap dan Bikin Susah Pilih

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Tes MBTI efek Barnum 16 tipe kepribadian MBTI tes kepribadian