TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Raditya Dika membagikan pandangannya soal pekerjaan, kesuksesan, dan alasan dirinya terus berkarya meski merasa hampir selalu gagal. Bagi komika sekaligus penulis tersebut, pekerjaan ideal bukan sesuatu yang terasa sebagai beban, melainkan aktivitas yang membuat seseorang bahagia dan bangga ketika menjalaninya.
Pandangan Raditya Dika itu disampaikan saat berbincang mengenai makna bekerja dan bagaimana ia memandang perjalanan kariernya selama lebih dari dua dekade. Ia mengaku tidak terlalu memisahkan antara bekerja dan bersenang-senang karena berbagai aktivitas yang dilakukannya memang berasal dari hal-hal yang ia sukai.
Menurut Raditya Dika, prinsip tersebut sejalan dengan pemikiran Naval Ravikant mengenai pekerjaan yang terasa seperti bermain. Ia bahkan mengaku akan tetap melakukan stand up comedy meski tidak mendapatkan bayaran karena aktivitas tersebut dianggap sebagai terapi sekaligus sarana untuk mengekspresikan diri.
Uang Bukan Tujuan Utama
Radit juga memandang uang sebagai hasil dari nilai yang berhasil ditawarkan seseorang. Menurut dia, semakin tinggi kemampuan dan nilai yang dimiliki, semakin besar pula peluang seseorang mendapatkan penghasilan.
Karena itu, seseorang perlu menguasai satu bidang tertentu. Namun, proses menjadi ahli tidak cukup hanya mengandalkan kerja keras. Ada unsur kesenangan yang menurut Radit justru membuat seseorang mampu bertahan dan terus berkembang.
Ia mencontohkan dirinya yang menikmati proses mempelajari storytelling. Membaca buku, mencoret-coret tulisan, mempelajari karya penulis lain hingga mendapatkan koreksi dari mentor justru menjadi aktivitas yang membahagiakan.
Radit menyebut dirinya pernah belajar dari sejumlah penulis, termasuk Salman Aristo dan Ais Laksana. Baginya, proses belajar tersebut bukan sekadar kewajiban untuk meningkatkan kemampuan, tetapi bagian dari kebahagiaan dalam bekerja.
“Kerja untuk hidup” pun menurut Radit harus memiliki akar berupa kebahagiaan dan rasa bangga. Dua hal itu dianggap penting agar seseorang tidak terus-menerus merasa terjebak dalam rutinitas pekerjaan.
Raditya Dika Menganggap Kegagalan sebagai Proses
Hal menarik lain yang diungkap Raditya Dika adalah cara dirinya memandang kegagalan. Di tengah kesan bahwa hampir semua karya yang dibuatnya berhasil, ia justru mengaku selalu merasa gagal.
Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya berhenti. Radit memilih memperbaiki karya berikutnya berdasarkan kekurangan sebelumnya. Ia menyebut proses itu sebagai “gagal lebih baik”.
Contohnya terlihat dalam proyek Malam Minggu Miko. Setelah melihat kualitas gambar pada episode awal, ia menemukan berbagai kekurangan teknis. Kekurangan tersebut kemudian dijadikan bahan evaluasi untuk episode berikutnya.
Hal serupa terjadi ketika Radit membuat buku Timun Jelita. Setelah mendapatkan kritik mengenai pengembangan karakter dan plot, ia menjadikan masukan tersebut sebagai bahan untuk membuat buku kedua.
Tak Pernah Merasa Sudah Membuat Karya Terbaik
Radit juga mengaku tidak pernah menganggap sebuah karyanya sebagai masterpiece. Justru karena merasa belum mencapai karya terbaik, ia terus membuat sesuatu yang baru.
Dalam proyek mini album Timun Jelita, misalnya, ia kembali mendapatkan masukan mengenai kualitas mixing. Kritik tersebut kemudian digunakan untuk memperbaiki karya berikutnya.
Bahkan setelah menjalani puluhan pertunjukan stand up comedy, Radit masih bertanya kepada tim mengenai kekurangan penampilannya. Setelah pertunjukan ke-60 di Solo, misalnya, pertanyaan yang muncul bukan soal keberhasilan pertunjukan, melainkan bagian mana yang masih kurang.
Sikap tersebut menjadi salah satu alasan Radit mampu menghasilkan banyak karya, mulai dari film, stand up comedy, buku, musik hingga konten YouTube.
Pada akhirnya, Raditya Dika melihat ketidakpuasan bukan semata-mata sebagai kelemahan. Dorongan untuk terus memperbaiki diri justru menjadi bahan bakar yang membuatnya tetap produktif. Baginya, selama pekerjaan menghadirkan kebahagiaan sekaligus kebanggaan, hidup tidak perlu terasa seperti beban setiap kali memasuki hari kerja.
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest