TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Memilih ikan hias air tawar yang bisa dicampur dalam satu akuarium tidak boleh dilakukan sembarangan. Selain mempertimbangkan ukuran dan tampilan, karakter ikan juga menjadi faktor penting agar penghuni akuarium dapat hidup berdampingan tanpa saling mengganggu.
Ada sejumlah jenis ikan hias air tawar yang dikenal memiliki karakter damai dan relatif cocok dipelihara bersama ikan lainnya. Beberapa di antaranya bahkan hidup secara berkelompok sehingga membutuhkan lebih dari satu ekor agar tetap nyaman dan tidak mudah stres.
Bagi penghobi yang ingin membuat akuarium komunitas dengan beragam warna dan bentuk ikan, berikut 10 ikan hias air tawar yang bisa dicampur seperti dirangkum dari video kanal YouTube Top Ten Pedia.
1. Ikan Maskoki dan Komet
Ikan maskoki menjadi salah satu pilihan populer untuk akuarium maupun kolam. Bentuk tubuhnya yang khas dan menggemaskan membuat ikan ini banyak dipelihara. Maskoki juga memiliki karakter relatif damai sehingga dapat hidup berdampingan dengan berbagai ikan lain.
Berikutnya ada ikan komet yang masih berasal dari keluarga ikan mas. Berbeda dengan maskoki yang cenderung berbadan bulat, ikan komet mempunyai bentuk tubuh lebih lonjong dengan ekor panjang. Karakternya juga dikenal ramah terhadap ikan lainnya.
Baca Juga: Panduan Memilih Rekomendasi Drone DJI Terbaik 2026: Cek Spesifikasi Lengkap dan Fitur Utama
2. Ikan Koi dan Manfish
Ikan koi juga termasuk ikan hias yang memiliki sifat damai. Umumnya koi dipelihara di kolam, tetapi jenis tertentu seperti butterfly koi dapat menjadi pilihan untuk akuarium. Sirip dan ekornya yang panjang membuat penampilannya menyerupai kupu-kupu.
Sementara itu, ikan manfish memiliki bentuk tubuh pipih dengan sirip panjang yang membuatnya tampak seperti layang-layang. Warna tubuhnya beragam dan gerakannya relatif tenang. Karakter tersebut membuat manfish dapat menjadi penghuni akuarium komunitas.
3. Guppy, Plati, dan Molly
Berukuran kecil, ikan guppy terkenal berkat ekornya yang lebar dengan warna dan pola beragam. Ikan ini juga dapat dicampur dengan penghuni akuarium lain yang memiliki karakter serupa.
Plati dan molly juga termasuk kelompok livebearer atau ikan yang berkembang biak dengan cara melahirkan. Keduanya tersedia dalam berbagai warna dan pola. Sifatnya yang ramah membuat plati dan molly cukup populer sebagai ikan komunitas.
Baca Juga: 10 Tempat Terindah di Dunia yang Terasa Tak Nyata, Ada Kawah Ijen hingga Meteora
4. Botia dan Neon Tetra
Ikan botia merupakan ikan hias asli Indonesia yang aktif pada malam hari atau bersifat nocturnal. Botia dapat dicampur dengan ikan lain, tetapi ikan ini lebih nyaman hidup secara berkelompok. Karena itu, sebaiknya jangan memelihara botia hanya seekor.
Neon tetra juga merupakan ikan kecil yang menarik perhatian berkat warna tubuhnya yang mencolok dan tampak bercahaya. Ikan ini termasuk jenis ikan schooling yang lebih nyaman hidup bersama kelompoknya. Setidaknya delapan ekor neon tetra disarankan agar ikan merasa aman dan tidak stres.
5. Ikan Sumatera dan Corydoras
Ikan Sumatera, yang juga dikenal sebagai tetra lebar, memiliki tubuh kecil dengan warna dasar kuning dan garis-garis vertikal. Ikan ini bersifat damai serta terbiasa hidup berkelompok sehingga bisa menjadi pilihan untuk akuarium komunitas.
Terakhir, ada corydoras yang kerap disebut sebagai “tukang bersih” akuarium. Ikan mungil ini lebih sering berada di dasar akuarium dan memiliki karakter pemalu. Corydoras dapat berbaur dengan ikan lain, tetapi sebaiknya akuarium dilengkapi dekorasi atau tempat persembunyian agar ikan merasa lebih aman.
Dengan memilih ikan berdasarkan karakter, ukuran, kebutuhan kelompok, dan kondisi akuarium, penghobi dapat menciptakan akuarium komunitas yang lebih nyaman sekaligus menarik secara visual.
Baca Juga: 10 Tempat Terindah di Dunia yang Terasa Tak Nyata, Ada Kawah Ijen hingga Meteora
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest