TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM- Memilih ikan hias air tawar yang tidak mudah mati menjadi pertimbangan penting bagi pemula yang baru ingin memelihara ikan. Selain memiliki warna dan bentuk menarik, ikan dengan daya tahan kuat cenderung lebih mudah dirawat sehingga risiko kematian dapat ditekan.
Tidak semua ikan hias membutuhkan perawatan rumit. Beberapa jenis bahkan mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang cukup beragam. Meski begitu, kebersihan air, pemberian pakan, ukuran akuarium, serta kondisi habitat tetap harus diperhatikan.
Bagi warga Malang dan sekitarnya yang ingin mulai menghias rumah dengan akuarium, berikut 10 ikan hias air tawar yang tidak mudah mati dan disebut cocok untuk penghobi pemula.
1. Ikan Cupang
Cupang menjadi salah satu pilihan paling populer bagi pemula. Ikan ini memiliki beragam warna dan bentuk sirip yang menarik. Perawatannya relatif sederhana dan dapat dilakukan di wadah berukuran kecil.
Namun, cupang terutama jantan memiliki sifat teritorial dan agresif. Karena itu, sebaiknya tidak ditempatkan bersama ikan lain yang berpotensi memicu perkelahian. Air juga perlu diganti secara berkala agar tidak terlalu kotor.
Baca Juga: Kuliner Khas Tulungagung Populer: Dari Nasi Lodo Gurih hingga Sate Kambing Bumbu Kecap Kuda
2. Manfish atau Angel Fish
Manfish dikenal pula sebagai angel fish. Bentuk tubuhnya lebar menyerupai layang-layang dengan corak yang beragam. Ikan ini berasal dari perairan Amazon dan menjadi salah satu penghuni populer akuarium air tawar.
Untuk pemeliharaan, manfish membutuhkan akuarium minimal sekitar 60 sentimeter, suhu 23-27 derajat Celsius, pH 5-7, serta arus yang relatif tenang. Tanaman air dan bebatuan dapat ditambahkan untuk menciptakan suasana menyerupai habitat alaminya.
3. Ikan Pedang
Ikan pedang atau swordtail memiliki ciri khas ekor memanjang seperti pedang. Warnanya dapat berupa hijau, merah, kuning, hitam, hingga putih.
Ikan ini berasal dari Amerika Utara dan Tengah. Daya tahannya cukup baik sehingga menjadi salah satu pilihan bagi penghobi yang menginginkan ikan hias air tawar dengan perawatan relatif mudah.
4. Ikan Lemon
Sesuai namanya, ikan lemon memiliki warna kuning cerah menyerupai buah lemon. Ikan ini merupakan jenis cichlid yang berasal dari Danau Malawi, Afrika Timur.
Karakter ikan lemon cenderung agresif terhadap ikan lain. Karena itu, ikan ini lebih cocok dipelihara bersama spesies cichlid yang memiliki karakter dan kebutuhan habitat serupa. Bebatuan serta gua dapat digunakan sebagai tempat berlindung.
Baca Juga: Wisata Hits Tulungagung Slow Living: Jelajah Nasi Pecel Legend hingga Puncak Jowin Aesthetic
5. Gurami Kerdil
Gurami kerdil atau dwarf gourami berasal dari Bangladesh, India, dan Pakistan. Warna biru serta oranyenya membuat ikan berukuran sekitar 8,8 sentimeter ini cukup menarik.
Gurami kerdil juga relatif kuat dan dapat dipelihara tanpa filter dalam kondisi tertentu, asalkan tersedia tanaman penghasil oksigen dan air diganti secara rutin.
6. Ikan Komet
Ikan komet terkenal karena ekornya yang panjang dan menjuntai. Warna merah, putih, serta oranye membuatnya mudah dikenali.
Ikan ini dapat hidup pada suhu relatif rendah, sekitar 15-20 derajat Celsius. Dengan perawatan yang baik, ikan komet dapat tumbuh hingga sekitar 30 sentimeter dan memiliki masa hidup panjang.
7. Ikan Sapu-Sapu
Ikan sapu-sapu atau pleco dikenal sebagai pemakan lumut dan sering dimanfaatkan sebagai pembersih alami akuarium. Daya tahannya terkenal kuat.
Namun, ukurannya dapat mencapai lebih dari 60 sentimeter. Karena itu, penghobi perlu mempertimbangkan ukuran akuarium sebelum memeliharanya.
Baca Juga: Wisata Hits Tulungagung Slow Living: Jelajah Nasi Pecel Legend hingga Puncak Jowin Aesthetic
8. Ikan Moli
Moli merupakan ikan kecil yang cantik, murah, dan mudah beradaptasi. Habitat alaminya berada di sungai tropis berarus lambat dengan banyak vegetasi.
Ikan ini memiliki tubuh pipih dan kepala berbentuk segitiga. Moli juga menjadi salah satu pilihan menarik bagi pemula karena perawatannya tidak terlalu rumit.
9. Ikan Platy
Platy berukuran kecil dengan warna dasar cerah. Variasi warna dan coraknya cukup banyak karena dipengaruhi proses perkawinan silang.
Ikan ini dapat tumbuh sekitar 6 sentimeter untuk jantan dan 7 sentimeter untuk betina. Platy juga dapat dipelihara bersama moli karena kebutuhan perawatannya relatif serupa.
10. Sepat Rawa
Sepat rawa merupakan anggota keluarga gurami yang dikenal cukup kuat. Di alam, ikan ini biasa ditemukan di parit sawah dan sungai dengan kondisi air yang tidak selalu jernih.
Sepat rawa dapat tumbuh hingga sekitar 20-25 sentimeter. Kemampuannya beradaptasi membuat ikan ini termasuk pilihan menarik bagi pemula yang mencari ikan hias air tawar dengan daya tahan baik.
Meski dikenal tahan banting, bukan berarti ikan-ikan tersebut bisa dipelihara tanpa perawatan. Kualitas air, pakan bergizi, kepadatan ikan, dan kondisi akuarium tetap menjadi faktor penting agar ikan sehat dan berumur panjang.
Baca Juga: Sensasi Ngopi di Warung Tebing JLS Tulungagung: View Laut Lepas dan Pecel Murah Rp19 Ribu
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest