TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Memelihara ikan hias tidak selalu membutuhkan perawatan yang rumit. Dalam video Arsipedia ID, terdapat delapan jenis ikan hias yang disebut memiliki perawatan mudah, yakni maskoki, ikan lemon, gapi, pleti, cupang, moli, sortail, dan manfish. Kedelapan ikan tersebut memiliki karakter, bentuk, warna, serta kebutuhan lingkungan yang berbeda.
Ikan maskoki menjadi jenis pertama yang dibahas. Ikan bernama ilmiah Karasius Auratus ini disebut berasal dari Asia Timur dan mampu beradaptasi dengan suhu rendah. Umurnya juga tergolong panjang, bahkan bisa mencapai 20 hingga 30 tahun. Di habitat aslinya, maskoki hidup di air tawar yang dangkal, bersih, dan memiliki aliran lambat.
Maskoki memiliki warna beragam, seperti merah, kuning, dan putih. Jika dipelihara di rumah, ikan ini dapat diberi kacang polong tanpa kulit, cacing darah, udang air asin, serta sayuran hijau. Kualitas air menjadi hal penting. Video tersebut menyebut penggantian air hingga 25 persen setiap minggu untuk membantu menjaga kondisi maskoki.
Baca Juga: DPRD Trenggalek Arahkan Penghematan Belanja Pegawai untuk Infrastruktur Jalan
Ikan Berwarna Cerah hingga Ikan Air Tawar Favorit
Jenis kedua adalah ikan lemon atau yellow lab cichlid. Ikan ini memiliki tubuh berwarna kuning menyala dengan warna hitam pada beberapa bagian sirip. Ikan lemon berasal dari Danau Malawi di Afrika Timur dan disebut dapat hidup hingga sembilan tahun. Karakternya semi-agresif, tetapi tidak teritorial. Suhu akuarium yang disebutkan berada pada kisaran 22 hingga 28 derajat Celsius, sedangkan pH air 7,2 hingga 8.
Berikutnya ada ikan gapi. Ikan hias air tawar ini disebut mampu hidup tiga hingga lima tahun. Tubuhnya kecil, ekornya panjang dan melebar, sementara perilakunya tenang dan damai meski aktif berenang. Gapi memiliki lebih dari 300 jenis dengan variasi warna, ukuran, dan corak ekor. Ikan ini juga produktif berkembang biak. Namun, gapi dewasa berpotensi memangsa burayak atau anakannya sendiri.
Ikan pleti menjadi jenis keempat. Ikan ini berukuran sekitar 5 sentimeter dan dapat hidup hingga lima tahun di alam liar. Pleti dikenal mudah berkembang biak dan dapat melahirkan sekitar delapan hingga 12 ekor dalam sekali kelahiran. Suhu ideal pemeliharaannya sekitar 22 hingga 26 derajat Celsius dengan pH 7 hingga 8,3. Pleti juga merupakan ikan omnivor yang dapat memakan pelet, cacing sutra, jentik nyamuk, dan kutu air.
Ikan pleti tergolong damai dan dapat disatukan dengan komunitas ikan lain seperti tetra, gapi, moli, serta guramik kerdil. Meski demikian, white spot menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai. Jika terinfeksi, ikan dapat lebih sering diam dan malas berenang. Karantina serta penggantian sekitar 20 persen air setiap minggu disebut sebagai bagian dari perawatan.
Jenis kelima adalah ikan cupang. Ikan ini disebut fleksibel dalam hal tempat dan makanan serta tidak membutuhkan filter tambahan untuk hidup. Cupang dikenal karena warna dan bentuk ekornya. Berdasarkan video, cupang terbagi menjadi cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar. Beberapa jenis yang dikenal antara lain half moon, plakat, crown tail, giant, dan double tail.
Cupang memiliki kemampuan mengambil oksigen langsung dari udara sehingga tidak membutuhkan bantuan oksigen tambahan. Perawatan yang disebutkan meliputi penggantian air, membersihkan wadah secara rutin, serta pemberian makanan seperti kutu air, pelet, dan udang.
Baca Juga: Kekeringan, Petani Rogoh Kocek Lebih Dalam
Moli, Sortail, dan Manfish
Ikan moli menjadi jenis keenam. Ikan ini memiliki banyak variasi warna dan disebut mempunyai daya tahan tubuh cukup tinggi. Ukurannya sekitar 6 hingga 10 sentimeter. Moli dapat diberi cacing darah, cacing beku, pelet, dan potongan sayuran. Tanaman air juga dapat ditambahkan sebagai tempat berlindung anak ikan sekaligus pakan alami. Namun, moli cukup rentan terhadap perubahan suhu dan kondisi air yang tidak seimbang.
Ketujuh adalah sortail atau ikan pedang. Ciri khas ikan jantan adalah bagian bawah ekornya yang memanjang menyerupai pedang. Sortail termasuk ikan komunitas yang aktif, damai, dan sosial. Ikan ini disebut lebih baik dipelihara sebanyak tiga hingga lima ekor dalam satu tangki. Suhu idealnya sekitar 25 hingga 27 derajat Celsius dengan pH 7 hingga 8.
Terakhir, ada manfish atau angel fish. Ikan ini dipilih karena corak warna, bentuk tubuh, serta gerakannya yang tenang. Manfish menyukai akuarium yang dipenuhi tanaman dan memiliki tempat persembunyian seperti gua atau kayu apung. Ikan ini aktif pada siang hari dan dapat sedikit agresif ketika musim kawin. Suhu air yang disebutkan berada pada kisaran 24 hingga 27 derajat Celsius dengan pH 6,5 hingga 7,5.
Delapan jenis ikan tersebut menawarkan pilihan bagi penghobi yang mencari ikan hias dengan perawatan relatif mudah. Meski demikian, setiap jenis tetap memiliki kebutuhan air, makanan, dan lingkungan yang perlu diperhatikan agar kondisi ikan tetap terjaga.
Baca Juga: Rekomendasi Jenis Ikan Hias Cepat Beranak untuk Pemula, Cocok Dikembangkan di Akuarium Rumah
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest