10 Ikan Hias yang Tidak Mudah Mati, Cocok untuk Pemula

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:38 WIB
10 ikan hias yang tidak mudah mati untuk pemula, mulai dari cupang, manfish, ikan komet, moli, pleti, hingga sepat rawa (Pinterest).
10 ikan hias yang tidak mudah mati untuk pemula, mulai dari cupang, manfish, ikan komet, moli, pleti, hingga sepat rawa (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Memilih ikan hias yang tidak mudah mati bisa menjadi langkah awal bagi pemula yang baru mulai memelihara ikan. Dalam video yang menjadi sumber artikel ini, terdapat 10 jenis ikan hias air tawar yang disebut memiliki daya tahan kuat dan relatif mudah dipelihara, yakni cupang, manfish, ikan pedang atau sortail, ikan lemon, gurami kerdil, ikan komet, ikan sapu-sapu, moli, pleti, dan sepat rawa.

Ikan cupang menjadi jenis pertama. Ikan ini banyak dipilih pemula karena memiliki beragam warna dan bentuk sirip yang unik. Cupang dikenal memiliki sifat teritorial dan agresif, terutama yang jantan. Karena itu, ikan ini sebaiknya tidak ditempatkan bersama ikan yang tampak serupa.

Perawatan cupang disebut cukup mudah. Pemilik dapat menggunakan botol atau akuarium kecil yang diisi air dan memberikan makanan dua kali sehari. Penggantian air minimal satu minggu sekali juga diperlukan agar kotoran tidak menumpuk dan mengganggu kondisi ikan.

Baca Juga: 5 Ikan Gupi Paling Dicari 2026, dari Moscow hingga Albino Full Gold

Manfish hingga Ikan Komet

Jenis kedua adalah manfish atau angel fish. Ikan bernama ilmiah Pterophyllum scalare ini populer di kalangan penghobi akuarium air tawar. Tubuhnya lebar berbentuk segitiga sehingga kerap disebut menyerupai layang-layang.

Habitat alami manfish berada di perairan Amazon, termasuk Brasil, Kolombia, dan Peru. Untuk memeliharanya, video tersebut menyebut akuarium berukuran 60 sentimeter dengan suhu 23 sampai 27 derajat Celsius, pH 5 sampai 7, serta arus yang tenang. Dekorasi berupa substrat berpasir, bebatuan, dan tanaman air seperti Java fern, Amazon sword, serta valisneria juga dapat digunakan.

Berikutnya ada ikan pedang atau sortail. Ikan air tawar dari keluarga Poeciliidae ini berasal dari Amerika Utara dan Tengah. Ciri khasnya adalah ekor berbentuk pedang pada ikan jantan. Warna tubuhnya beragam, mulai hijau, merah, kuning, hitam, hingga putih. Ikan ini disebut memiliki daya tahan yang kuat ketika dipelihara di akuarium.

Ikan lemon menjadi jenis berikutnya. Warnanya kuning cerah menyerupai lemon. Ikan yang dikenal sebagai Labidochromis caeruleus ini berasal dari Danau Malawi, Afrika Timur. Sifatnya agresif terhadap ikan lain dan dapat menggigit sirip untuk melindungi wilayahnya. Karena itu, ikan lemon disebut lebih cocok dipelihara bersama spesies cichlid lainnya.

Selanjutnya ada gurami kerdil atau dwarf gourami. Ikan yang berasal dari Bangladesh, India, dan Pakistan ini menyukai saluran air serta sungai berarus lambat. Ukurannya sekitar 8,8 sentimeter dan memiliki warna cerah. Gurami kerdil juga disebut ramah terhadap penghuni akuarium lain serta dapat dipelihara tanpa filter selama tersedia tanaman penghasil oksigen dan air diganti setiap minggu.

Ikan komet menempati urutan berikutnya. Selain mudah dipelihara, ikan ini memiliki warna dan ekor panjang yang menarik. Warna yang umum diperjualbelikan antara lain merah, putih, dan oranye. Ikan komet dapat hidup pada suhu rendah 15 hingga 20 derajat Celsius, tumbuh hingga 30 sentimeter, dan memiliki masa hidup sekitar 15 tahun.

Baca Juga: 5 Ikan Gupi Paling Dicari 2026, dari Moscow hingga Albino Full Gold

Moli, Pleti, hingga Sepat Rawa

Ikan sapu-sapu juga disebut memiliki daya tahan sangat kuat. Ikan dari Amerika Selatan ini dikenal sebagai pemakan lumut dan pembersih akuarium. Namun, ukurannya dapat mencapai 60 sentimeter atau lebih sehingga aktivitas membersihkan akuarium berkurang ketika tubuhnya semakin besar.

Moli menjadi pilihan berikutnya. Ikan ini populer karena bentuknya, harga yang relatif terjangkau, serta perawatannya yang mudah. Moli mampu beradaptasi dengan lingkungan dan di alam liar hidup di sungai tropis yang bergerak lambat serta memiliki banyak vegetasi.

Ada pula ikan pleti yang berukuran kecil dan memiliki warna serta corak beragam. Pleti dapat tumbuh sekitar 6 sentimeter untuk jantan dan 7 sentimeter untuk betina. Ikan ini disebut mudah dirawat dan dapat dicampurkan dengan moli. Suhu air yang disukai berkisar 19 sampai 25 derajat Celsius dengan pH 7 sampai 8.

Terakhir, sepat rawa. Ikan ini merupakan anggota kelompok gurami yang juga memiliki varian hias, seperti sepat mutiara. Sepat rawa disebut kuat dan mudah dipelihara karena secara alami menghuni parit sawah serta sungai dengan air yang keruh.

Kesepuluh jenis tersebut dapat menjadi pilihan bagi pemula yang mencari ikan hias dengan daya tahan baik. Meski demikian, setiap ikan tetap membutuhkan kondisi air, makanan, dan lingkungan yang sesuai agar dapat dipelihara dengan baik.

Baca Juga: 5 Ikan Gupi Paling Dicari 2026, dari Moscow hingga Albino Full Gold

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
ikan cupang Ikan Hias yang Tidak Mudah Mati Ikan Hias untuk Pemula Ikan Manfish Ikan Komet'