Langkah Praktis dan Cara Merawat Ikan Hias agar Tidak Mudah Mati di Akuarium Rumah

Dinar Ananda Putri • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 21:45 WIB
Pelajari cara merawat ikan hias agar tidak mudah mati. Simak panduan menjaga kualitas air, porsi pakan, hingga pencahayaan akuarium.
Pelajari cara merawat ikan hias agar tidak mudah mati. Simak panduan menjaga kualitas air, porsi pakan, hingga pencahayaan akuarium.

JAKARTA - Memelihara ikan glowfish kini menjadi salah satu tren populer di kalangan pecinta akuarium. Warnanya yang menyala dan pergerakannya yang lincah memberi nuansa estetis di dalam rumah. Kendati tergolong fleksibel dan mudah dipelihara, pemeliharaan biota air ini tetap memerlukan kecermatan agar terhindar dari risiko kematian mendadak. Pemahaman mengenai cara merawat ikan hias agar tidak mudah mati menjadi fondasi krusial bagi para pehobi.

Langkah awal yang paling menentukan keberhasilan pemeliharaan adalah pengolahan air sebelum dimasukkan ikan. Penggunaan air PDAM maupun air hujan diperbolehkan, dengan syarat wajib diendapkan terlebih dahulu. Parameter air juga perlu dijaga secara teratur, yakni berada pada tingkat pH ideal 6,5 hingga 8 dengan suhu perairan berkisar antara 22 hingga 28 derajat Celcius. Bagi penghobi yang tinggal di wilayah berudara dingin, penggunaan heater sangat dianjurkan untuk menjaga stabilitas suhu akuarium.

Baca Juga: Rekomendasi Jenis Ikan Hias yang Cocok Dicampur dalam Satu Akuarium Tanpa Risiko Saling Serang

Ketersediaan oksigen terlarut juga menjadi kunci penting, mengingat pemeliharaan ikan jenis ini umumnya dilakukan dalam jumlah banyak atau lebih dari 10 ekor. Penggunaan aerator gelembung udara sangat membantu menyuplai kebutuhan oksigen. Selain aerator, sistem filtrasi seperti filter busa, filter all in, filter box pabrikan, hingga filter box talang dapat dipasang untuk menjaga kebersihan wadah penampungan.

Dari segi pakan, pemberian pakan berukuran kecil menjadi hal wajib karena ukuran mulut ikan yang tergolong sempit. Pelet berbentuk butiran kecil atau serbuk dapat diberikan dengan kisaran harga yang bervariasi di pasaran. Untuk menambah tingkat kecerahan warna dan kelincahan gerakan, pakan hidup berupa cacing sutra atau cacing darah, baik kondisi segar maupun beku, dapat dijadikan pilihan alternatif. Pemberian pakan dilakukan satu hingga dua kali sehari dengan porsi yang harus habis agar tidak mengganggu kebersihan air.

Pemeliharaan kebersihan wadah juga harus dilakukan secara berkala demi mencegah munculnya kantong bakteri. Pengurasan air cukup dilakukan sebanyak 30 persen setiap minggu serta diikuti dengan pembersihan media filter mekanis jika sudah kotor. Penataan pencahayaan menggunakan lampu LED putih, RGB, maupun warna biru/ultraviolet sebaiknya dinyalakan pada malam hari saja atau saat akuarium sedang dinikmati. Hal ini efektif untuk mencegah pertumbuhan lumut berlebih pada kaca akuarium.

Baca Juga: Panduan Memilih Ikan Hias yang Cocok Dicampur dalam Satu Akuarium untuk Komunitas Damai

 

Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube
Cara Merawat Ikan Hias agar Tidak Mudah Mati Kualitas Air Akuarium Pakan Ikan Hias Ikan Glowfish Aerator Akuarium