JAKARTA - Memelihara ikan hias air laut sering kali dianggap sulit oleh sebagian orang karena membutuhkan perawatan yang terbilang kompleks. Kendati demikian, tidak sedikit pecinta akuarium yang ingin menghadirkan pesona ekosistem laut di dalam rumah mereka. Untuk menyiasati kendala tersebut, terdapat setidaknya delapan jenis ikan hias air laut yang mudah dipelihara serta cocok dimasukkan ke dalam tangki akuarium.
Ikan hias air laut pertama yang sangat populer dan mudah dirawat adalah ikan Nemo atau clownfish. Spesies dengan nama latin *Amphiprioninae* ini dikenal lewat warna oranye cerah yang dihiasi tiga garis putih di bagian tubuhnya. Di alam bebas, ikan omnivora ini bertumbuh hingga 15 sentimeter dan melakukan simbiosis mutualisme bersama anemon laut. Saat dipelihara di akuarium, ikan Nemo membutuhkan air dengan suhu 24–27 derajat Celsius serta pH 7,8–8,5, dan dapat diberikan pakan berupa cacing darah atau roti.
Jenis kedua adalah lionfish dari famili *Scorpaenidae* yang berasal dari perairan tropis Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Spesies ini bergerak perlahan menggunakan sirip dada yang mengembang indah untuk menyergap mangsanya. Meskipun memiliki keindahan visual yang memikat, lionfish dilengkapi duri berbisa yang mengandung toksin neuromuscular sehingga tidak boleh dipegang secara langsung tanpa perlindungan. Di dalam akuarium, memberi makanan hidup akan membantu mengaktifkan kembali naluri berburu predator ini.
Baca Juga: 5 Laptop 5 Jutaan untuk Editing CapCut PC, Ada yang Pakai Ryzen 5 5500U
Ikan kupu-kupu atau butterflyfish (*Chaetodontidae*) menjadi pilihan ketiga yang tidak kalah menawan. Memiliki tubuh pipih menyerupai cakram berukuran sekitar 15 sentimeter, ikan kepe-kepe ini tampil anggun dengan variasi warna mencolok seperti kuning, jingga, biru, hingga merah. Butterflyfish beraktivitas pada siang hari dan memerlukan akuarium berkapasitas minimal 50 galon dengan kedalaman 50 sentimeter, suhu 24–26 derajat Celsius, serta tingkat pH 5–6.
Pilihan berikutnya adalah dottyback atau *Pseudochromis* yang tergolong ikan berukuran kecil hingga 3 inci. Memiliki harapan hidup 5 hingga 7 tahun, dottyback dikenal sangat tangguh, tahan terhadap serangan penyakit, dan memiliki warna cerah memikat. Namun, spesies ini sangat sensitif terhadap kualitas air sehingga memerlukan kondisi parameter akuarium yang stabil pada suhu 24–29 derajat Celsius dan pH 8–12. Selain itu, ikan ini bersifat cukup agresif serta teritorial dalam mempertahankan sarang gua atau celah batu.
Ikan hias air laut kelima yang menjadi favorit akuaris adalah yellow tang (*Zebrasoma flavescens*). Ikan dari famili *surgeonfish* ini dapat tumbuh hingga 20 sentimeter dan memiliki fisik menyerupai mata panah berwarna kuning cerah. Menariknya, warna tubuh yellow tang akan memudar saat malam hari guna berkamuflase dari kejaran predator. Spesies pemakan alga ini memiliki karakter semi-agresif dan membutuhkan ruang akuarium yang luas untuk menjelajah.
Baca Juga: HUT PAN ke-28, DPD PAN Trenggalek Gelar Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim
Untuk penghobi pemula, yellow watchman goby (*Cryptocentrus*) juga dapat menjadi opsi ideal. Ikan penghuni dasar akuarium berukuran hingga 10 sentimeter ini menyukai substrat berpasir dan hidup bersimbiosis dengan udang. Watchman goby bersifat pemalu dan mengonsumsi makanan berprotein tinggi dua sampai tiga kali sehari. Karena dikenal sebagai pelompat yang handal, tangki tempat tinggal ikan ini wajib diberi penutup rapat.
Sementara itu, jenis ketujuh adalah firefish (*Nemateleotris magnifica*) yang memiliki ciri khas tubuh panjang bergradasi warna putih-merah serta sirip punggung atas yang sangat memanjang. Sirip tersebut berfungsi sebagai sinyal komunikasi sekaligus alat pengunci diri di dalam celah batu agar tidak ditarik pemangsa. Firefish dilengkapi kantung renang yang membuatnya dapat melayang diam di atas arus air.
Sebagai penutup, ada ikan botana blue tang (*Paracanthurus hepatus*) yang populer dengan warna dasar biru dan ekor kuning. Ikan perenang aktif ini tumbuh antara 25–40 sentimeter dan menyukai konsumsi alga serta ganggang laut. Karena rentan terserang penyakit *white spot*, botana blue tang baru sangat disarankan menjalani proses aklimatisasi selama dua minggu sebelum digabungkan ke akuarium utama.
Editor : Cendikiawan Tristan Valentino