Cara Membuat Aquascape untuk Pemula, Jangan Langsung Masukkan Ikan ke Akuarium Baru

Ahmad Fadhil Gusnaashir • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:30 WIB
Cara Membuat Aquascape untuk Pemula, Jangan Langsung Masukkan Ikan ke Akuarium Baru
Cara Membuat Aquascape untuk Pemula, Jangan Langsung Masukkan Ikan ke Akuarium Baru

JAKARTA - Cara membuat aquascape untuk pemula perlu dilakukan secara bertahap, mulai dari menyiapkan akuarium, memilih substrat, menanam tanaman, hingga menunggu kondisi air stabil sebelum memasukkan ikan. Kesalahan saat melakukan setup awal bisa membuat ekosistem akuarium belum siap, terutama karena bakteri pengurai belum berkembang dengan baik.

Bagi pemula, membuat aquascape tidak hanya soal menyusun tanaman dan dekorasi agar terlihat menarik. Kondisi dasar akuarium, kualitas air, pencahayaan, filtrasi, hingga proses nitrogen cycle juga perlu diperhatikan agar ikan dan tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Berikut langkah-langkah cara membuat aquascape untuk pemula berdasarkan penjelasan dalam video.

1. Siapkan Akuarium dan Pilih Substrat

Hal pertama yang perlu disiapkan adalah akuarium. Ukurannya dapat dipilih sesuai kebutuhan, kemudian diletakkan di atas meja yang kokoh. Bagian bawah akuarium juga sebaiknya diberi alas empuk, seperti styrofoam, kain, atau karet.

Setelah itu, siapkan substrat atau lapisan dasar akuarium. Beberapa pilihan yang disebutkan dalam video adalah pasir Malang, pasir silika, dan soil.

Untuk pemula, pasir Malang direkomendasikan karena harganya lebih terjangkau dan memiliki warna gelap yang sesuai dengan habitat alami ikan. Sebelum digunakan, pasir perlu dicuci dua hingga tiga kali untuk membersihkan kotoran dan parasit.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Trenggalek 26 Agustus, Suhu Capai 29 Derajat

Pasir kemudian dapat direndam menggunakan air mendidih. Selain itu, batu apung juga bisa ditambahkan sebagai tempat berkembangnya bakteri baik yang mendukung ekosistem akuarium. Batu apung perlu dibersihkan sebelum digunakan.

2. Pilih Tanaman yang Tidak Terlalu Sulit Dirawat

Tahap berikutnya dalam cara membuat aquascape untuk pemula adalah menyiapkan tanaman. Pemula disarankan memilih tanaman yang tidak memiliki kebutuhan cahaya, CO2, dan nutrisi yang terlalu tinggi.

Tanaman juga perlu dicuci terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam akuarium. Pemilihan tanaman yang lebih mudah dirawat dapat membantu pemula menjalankan proses setup tanpa terlalu banyak kesulitan di tahap awal.

3. Perhatikan Kondisi Air

Air menjadi salah satu bagian penting dalam pemeliharaan ikan. Video tersebut menyebutkan bahwa kesalahan dalam menyiapkan air dapat berakibat buruk bagi ikan.

Pilihan yang dianggap aman adalah menggunakan air isi ulang, meski biayanya lebih tinggi. Alternatif lainnya adalah air tanah yang telah diendapkan selama 24 jam.

Air PDAM juga dapat digunakan, tetapi perlu dicampur larutan anti-klorin karena mengandung klorin atau kaporit. Setelah penambahan larutan tersebut, air ditunggu sekitar 15 menit sebelum digunakan.

4. Susun Lapisan Dasar Akuarium

Urutan penyusunan lapisan juga perlu diperhatikan. Lapisan paling bawah adalah substrat. Pada tahap awal, bibit bakteri atau probiotik dapat ditambahkan untuk membantu mempercepat pertumbuhan bakteri baik.

Baca Juga: Lucunya Lomba Makan Kerupuk Hyundai Hillstate! Jeong Ji-yoon Sebut Lebih Susah Dibanding Smash

Produk bakteri tersebut tersedia dalam bentuk bubuk maupun cairan. Selanjutnya, batu apung dapat ditambahkan, kemudian ditutup menggunakan pasir Malang.

Pupuk dasar dapat digunakan sebagai tambahan nutrisi untuk tanaman. Setelah itu, pasir Malang kembali ditambahkan hingga ketebalannya minimal lima sentimeter agar tanaman lebih mudah ditancapkan.

Jika susunan substrat sudah selesai, isi air secukupnya terlebih dahulu. Selanjutnya, tanaman dapat mulai ditanam sebelum akuarium diisi air hingga penuh.

5. Jangan Langsung Memasukkan Banyak Ikan

Kesalahan yang sering dilakukan saat membuat aquascape baru adalah langsung memasukkan ikan dalam jumlah banyak. Pada tahap awal, kandungan amonia dalam akuarium masih berpotensi tinggi karena bakteri pengurai belum berkembang.

Video tersebut menyarankan menunggu minimal tiga hari, meski waktu ideal untuk proses nitrogen cycle disebut mencapai 14 hari. Filter atau aerator dapat dinyalakan untuk membantu mempercepat pertumbuhan bakteri.

Sebelum ikan dimasukkan, lakukan water change secukupnya untuk mengurangi endapan kotoran. Ikan juga perlu dibiarkan beradaptasi dengan suhu air sekitar lima menit agar tidak mudah stres.

Untuk pemula, ikan yang disebut cocok antara lain guppy, platy, dan molly. Bottom feeder juga bisa ditambahkan, tetapi sebaiknya setelah akuarium mulai ditumbuhi lumut yang menjadi makanan utamanya.

Baca Juga: Menanti Kepulangan Megawati ke Korea, Keakraban dengan Bintang Hyundai Jeong Ji-yoon Disorot

6. Atur Water Change dan Pencahayaan

Water change penting dilakukan untuk membantu mengurangi zat amonia yang beracun bagi ikan. Namun, penggantian air tidak boleh dilakukan terlalu sering atau dalam jumlah terlalu banyak karena dapat membuat ikan stres.

Untuk setup awal, jumlah air yang diganti disebut sekitar 10 hingga 20 persen dari total kapasitas akuarium.

Pencahayaan juga perlu diatur dengan baik. Cahaya dibutuhkan untuk ikan dan tanaman, tetapi paparan berlebihan dapat memicu pertumbuhan lumut. Hindari sinar matahari langsung dan jangan menyalakan lampu lebih dari 12 jam dalam sehari.

7. Gunakan Filter Sesuai Kebutuhan

Tahap terakhir yang perlu diperhatikan adalah filtrasi. Jenis filter dapat dipilih sesuai kebutuhan dan anggaran. Untuk pemula, top filter menjadi salah satu pilihan yang direkomendasikan dalam video.

Dengan memperhatikan pemilihan substrat, kualitas air, proses nitrogen cycle, pencahayaan, water change, dan filtrasi, pemula dapat membangun aquascape secara bertahap. Yang terpenting, jangan terburu-buru memasukkan ikan saat ekosistem akuarium baru belum siap.

Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir
Cara Membuat Aquascape 90 cm aquascape untuk pemula water change ikan hias akuarium