JAKARTA - Cara menjaga air akuarium tetap jernih menjadi informasi yang banyak dibutuhkan pemula, terutama bagi mereka yang sering menghadapi masalah air cepat kotor, berlumut, atau berkabut. Kondisi tersebut kerap membuat pemilik akuarium harus mengganti air berulang kali agar tampilan akuarium kembali bersih.
Dalam video tersebut, pemilik kanal membagikan pengalaman memelihara akuarium dengan air yang tetap terlihat jernih selama berbulan-bulan. Bahkan, ada akuarium yang disebut tidak mengalami penggantian air selama sekitar enam bulan hingga satu tahun dan hanya ditambahkan air ketika volumenya berkurang.
Menurut penjelasan dalam video, cara menjaga air akuarium tetap jernih tidak hanya bergantung pada penggantian air. Penataan dasar akuarium, penggunaan pasir, pompa, filter, media filtrasi, hingga jumlah pakan ikan juga menjadi perhatian.
Berikut 10 tips yang dibagikan untuk menjaga air akuarium tidak cepat kotor.
1. Gunakan Styrofoam sebagai Alas Akuarium
Sebelum mengisi akuarium, bagian bawahnya disarankan menggunakan alas styrofoam atau busa gabus. Alas tersebut berfungsi membantu meminimalkan risiko akuarium pecah apabila permukaan tempat meletakkannya kurang rata.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Trenggalek 26 Agustus, Suhu Capai 29 Derajat
Styrofoam dapat membantu memberikan bantalan pada bagian dasar akuarium sehingga tekanan tidak langsung bertumpu pada satu titik.
2. Pasang Under Gravel di Dasar Akuarium
Under gravel diletakkan di bagian paling bawah atau langsung di atas kaca dasar akuarium. Ukurannya dapat disesuaikan dengan ukuran akuarium dan beberapa bagian under gravel dapat digabungkan.
Apabila tidak memiliki under gravel, video tersebut menyebut dudukan bekas korek bensin juga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif.
3. Tambahkan Pasir Malang dengan Ketebalan Cukup
Setelah memasang under gravel, langkah berikutnya adalah menambahkan pasir Malang. Pasir ini disebut sebagai salah satu bagian penting untuk membantu menjaga kejernihan air.
Ketebalan pasir Malang disarankan sekitar dua sentimeter atau minimal setebal ibu jari. Pasir yang terlalu tipis disebut membuat hasilnya kurang maksimal.
Di bagian atas, pemilik akuarium juga dapat menambahkan batu pancawarna atau batu pelangi sebagai hiasan. Namun, keberadaan batu tersebut hanya bersifat tambahan, sedangkan pasir Malang menjadi bagian yang lebih diutamakan.
4. Tambahkan Hiasan di Atas Lapisan Pasir
Setelah dasar akuarium selesai disusun, berbagai hiasan dapat ditambahkan. Misalnya rumput sintetis, bunga, karakter, atau batu dekorasi.
Baca Juga: Lucunya Lomba Makan Kerupuk Hyundai Hillstate! Jeong Ji-yoon Sebut Lebih Susah Dibanding Smash
Susunan pasir dan hiasan disebut membantu membuat kotoran ikan tidak terus terombang-ambing di dalam air. Kotoran dapat masuk ke bagian bawah, sementara area tersebut juga menjadi tempat tumbuhnya bakteri pengolah.
5. Pilih Pompa Sesuai Ukuran Akuarium
Pompa air harus disesuaikan dengan ukuran akuarium. Akuarium besar membutuhkan debit pompa yang lebih besar, sedangkan akuarium kecil juga perlu menggunakan pompa dengan kapasitas yang sesuai.
Penggunaan pompa yang tepat bertujuan agar kotoran di dalam akuarium dapat tersedot dan proses sirkulasi air berjalan lebih maksimal.
6. Gunakan Box Filter dengan Ukuran Memadai
Ukuran box filter juga tidak boleh diabaikan. Untuk akuarium kecil, box filter standar masih dapat digunakan. Namun, untuk akuarium berukuran lebih besar, diperlukan sistem filter dengan kapasitas yang lebih memadai.
Video tersebut menyarankan penggunaan filter talang, filter kaca, atau jenis filter lain yang lebih sesuai untuk akuarium berukuran besar. Box filter yang terlalu kecil dinilai tidak akan bekerja maksimal.
7. Isi Filter dengan Media Filtrasi
Box filter perlu diisi dengan media filtrasi, seperti karang jahe, bioring, bioball, kapas, dan media lainnya.
Media tersebut digunakan untuk membantu proses penyaringan dan pengolahan air di dalam sistem filter. Dengan sistem filtrasi yang berjalan baik, air akuarium diharapkan dapat tetap bersih dan sehat bagi ikan.
Baca Juga: Menanti Kepulangan Megawati ke Korea, Keakraban dengan Bintang Hyundai Jeong Ji-yoon Disorot
8. Jangan Memberi Pakan Berlebihan
Pemberian pakan menjadi salah satu faktor penting agar air akuarium tidak cepat kotor. Pakan yang diberikan terlalu banyak dapat membuat air cepat tercemar dan meningkatkan kotoran di dalam akuarium.
Dalam video tersebut, pemberian pakan disarankan cukup satu kali sehari dalam jumlah sedikit. Jika ingin memberi makan dua kali sehari, porsinya tetap tidak boleh berlebihan.
9. Bersihkan Lumut pada Kaca Tanpa Langsung Mengganti Air
Jika kaca akuarium mulai berlumut atau berkerak, tidak selalu harus langsung mengganti seluruh air. Lumut dapat dibersihkan dengan menggosok permukaan kaca menggunakan spons atau busa lembut.
Setelah dibersihkan, dapat ditambahkan air penjernih secukupnya. Namun, penggunaan penjernih disebut tidak selalu diperlukan apabila sistem pompa dan filter sudah bekerja maksimal.
10. Jangan Menyalakan Lampu Terus-Menerus
Lampu yang menyala terus-menerus disebut dapat mempercepat pertumbuhan lumut pada kaca dan air akuarium. Karena itu, lampu cukup dinyalakan saat ingin menikmati tampilan akuarium atau ketika ada tamu.
Saat tidak diperlukan, lampu dapat dimatikan untuk mengurangi pertumbuhan lumut.
Baca Juga: Lega Tak Lagi Lawan Megawati, Pemain Hyundai Jeong Ji-yoon Pernah Terpental Kena Spike
Selain itu, air yang berkurang akibat penguapan perlu segera ditambahkan kembali. Dalam video, penambahan air dapat dilakukan sekitar lima hingga tujuh hari sekali sesuai kondisi akuarium.
Dengan memperhatikan sistem dasar akuarium, filtrasi, pompa, pemberian pakan, pencahayaan, dan penambahan air secara rutin, pemilik dapat mengurangi masalah air yang cepat kotor tanpa harus terlalu sering mengganti seluruh air akuarium.
Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir