JAKARTA - Cara membuat akuarium air laut untuk pemula ternyata tidak selalu membutuhkan biaya sebesar yang dibayangkan banyak orang. Dengan perencanaan sederhana dan pemilihan peralatan sesuai kebutuhan, akuarium air laut berisi ikan Nemo dan anemon bisa dibuat menggunakan budget sekitar Rp1 juta, meski harga dapat berbeda di setiap daerah.
Akuarium air laut atau reef tank kerap dianggap sebagai hobi yang sulit dan hanya bisa dilakukan dengan biaya mahal. Namun, dalam video tersebut dijelaskan bahwa membuat akuarium air laut sederhana memiliki sejumlah kesamaan dengan membuat aquascape air tawar, terutama dari sisi kebutuhan peralatan dan anggaran.
Bagi pemula yang ingin memelihara ikan badut atau Nemo bersama anemon, langkah pertama adalah menyiapkan akuarium dengan ukuran yang sesuai. Proses setup juga tidak boleh terburu-buru karena air perlu melalui tahap cycling sebelum biota laut dimasukkan.
Pilih Akuarium Minimal Berkapasitas 45 hingga 60 Liter
Untuk memelihara Nemo dan anemon, akuarium tidak disarankan menggunakan ukuran yang terlalu kecil. Dalam video, digunakan akuarium berukuran 50 x 40 x 30 sentimeter.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Trenggalek 26 Agustus, Suhu Capai 29 Derajat
Ukuran tersebut disebut mampu menampung sekitar 45 hingga 60 liter air. Akuarium juga tidak menggunakan sump belakang agar ruang di dalam tank tidak semakin sempit. Peralatan filtrasi dan pendukung lainnya dapat diletakkan menggunakan sistem terpisah.
Pemilihan ukuran akuarium menjadi bagian penting karena biota laut membutuhkan ruang dan kondisi air yang stabil. Karena itu, pemeliharaan tidak cukup hanya dengan menyediakan wadah kecil lalu langsung memasukkan ikan.
Gunakan Refugium sebagai Sistem Filtrasi Tambahan
Pada setup yang dijelaskan dalam video, fungsi filtrasi dibantu menggunakan refugium. Refugium yang digunakan berukuran besar karena dipakai untuk beberapa nano tank.
Namun, untuk satu akuarium nano, pemula tidak membutuhkan refugium sebesar itu. Wadah kecil sudah dapat digunakan sebagai alternatif dengan sistem sirkulasi air, tambahan karbon, dan media untuk tempat hidup bakteri.
Metode yang digunakan adalah mengganti sekitar 20 persen air akuarium utama setiap minggu menggunakan air dari refugium. Air bekas kemudian dapat dibuang atau dicampurkan kembali dengan air laut baru.
Cara tersebut disebut membantu mencegah air di akuarium utama menjadi jenuh sekaligus membantu menjaga kandungan mineralnya.
Siapkan Pompa, Lampu Reef hingga Refraktometer
Beberapa peralatan utama yang disebutkan untuk membuat akuarium air laut sederhana adalah pompa dengan kapasitas sekitar 1.200 liter per jam dan lampu reef berwarna biru.
Protein skimmer sebenarnya tidak disebut sebagai peralatan wajib, tetapi penggunaannya dinilai sangat membantu. Salah satu pilihan yang digunakan adalah protein skimmer model gantung dengan harga sekitar Rp130 ribuan di lokasi pembuat video.
Selain itu, diperlukan pompa kecil untuk wadah refugium. Peralatan tambahan seperti wave maker, termometer, dan heater dapat digunakan sesuai kondisi dan kebutuhan.
Wave maker tidak selalu wajib selama sirkulasi air sudah dapat diatur dengan baik. Dalam video, penggunaan alat tersebut lebih dipertimbangkan untuk akuarium dengan panjang sekitar 80 sentimeter atau lebih.
Baca Juga: Lucunya Lomba Makan Kerupuk Hyundai Hillstate! Jeong Ji-yoon Sebut Lebih Susah Dibanding Smash
Satu peralatan yang disebut wajib adalah refraktometer. Alat ini digunakan untuk mengukur salinitas air laut karena kadar garam dapat meningkat akibat penguapan. Jika salinitas meningkat, air tawar dapat ditambahkan setelah pengukuran dilakukan.
Jangan Langsung Membeli Nemo
Setelah seluruh peralatan siap, langkah berikutnya bukan langsung membeli ikan Nemo dan anemon. Akuarium harus terlebih dahulu diisi menggunakan air laut murni atau air yang dibuat menggunakan garam laut.
Selanjutnya, bakteri starter ditambahkan dan air dibiarkan bersirkulasi selama beberapa minggu. Tahap ini disebut proses cycling yang bertujuan membentuk ekosistem di dalam akuarium.
Proses tersebut penting agar air tidak mudah mengalami crash ketika biota laut mulai dimasukkan. Jika cycling dilewati, limbah dari biota dapat menyebabkan lonjakan amonia atau bacterial bloom.
Kondisi tersebut dapat membuat air berubah sangat keruh. Anemon juga disebut membutuhkan akuarium yang benar-benar matang karena memiliki metabolisme besar dan menghasilkan limbah yang perlu dikelola oleh ekosistem akuarium.
Setelah kondisi akuarium matang, barulah Nemo dan anemon dapat dimasukkan. Setelah itu, pemilik cukup menjaga parameter air dan sirkulasi agar kondisinya tetap stabil.
Baca Juga: Menanti Kepulangan Megawati ke Korea, Keakraban dengan Bintang Hyundai Jeong Ji-yoon Disorot
Jangan Memasukkan Terlalu Banyak Ikan
Kesalahan yang dapat membuat budget akuarium air laut membengkak adalah memasukkan terlalu banyak ikan hanya karena ingin membuat tampilan tank lebih ramai.
Untuk Nemo, pemeliharaan tidak harus dilakukan dengan jumlah banyak. Video tersebut menekankan bahwa memasukkan terlalu banyak ikan sekaligus juga dapat meningkatkan risiko penyakit.
Pemilihan jenis ikan juga harus disesuaikan dengan ukuran akuarium. Ikan blue tang atau Dory, misalnya, disebut sebagai ikan perenang aktif yang membutuhkan ruang luas.
Karena itu, memelihara Dory di nano tank dinilai tidak sesuai. Meskipun masih berukuran kecil, ikan tersebut tetap membutuhkan ruang yang memadai agar tidak mudah stres.
Menurut penjelasan dalam video, persepsi bahwa akuarium air laut hanya merupakan hobi mahal kini mulai berubah karena semakin banyak peralatan yang mendukung sistem nano tank. Dengan setup sederhana dan jumlah biota yang disesuaikan, budget sekitar Rp1 juta disebut sudah cukup untuk memulai, meski harga peralatan di setiap wilayah dapat berbeda.
Editor : Ahmad Fadhil Gusnaashir