TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Tidak semua ikan hias membutuhkan aerator untuk bertahan hidup di akuarium. Sejumlah jenis ikan disebut memiliki daya tahan kuat terhadap kondisi air dengan oksigen minim sehingga tetap bisa dipelihara tanpa mesin gelembung udara. Di antaranya ikan botia, sapu-sapu albino, sepat hias, black ghost, hingga blue polar.
Pembahasan tersebut merupakan bagian kedua dari daftar ikan hias yang dapat dipelihara tanpa aerator. Meski tidak membutuhkan mesin gelembung udara, kualitas air tetap menjadi perhatian dalam perawatan sejumlah ikan tersebut.
Ikan botia menjadi jenis pertama yang dibahas. Ikan yang juga disebut ikan badut ini merupakan ikan lokal Indonesia yang mendiami perairan Sumatera bagian Selatan dan sungai di Kalimantan. Tubuhnya memiliki warna oranye dengan garis hitam sehingga terlihat mencolok.
Bentuk tubuhnya yang unik membuat botia juga mendapat julukan Nemo air tawar. Ikan ini disebut dapat dipelihara di akuarium tanpa bantuan aerator dan dapat menjadi salah satu pilihan tankmate untuk ikan predator maupun ikan hias lainnya.
Baca Juga: 10 Ikan Hias yang Disebut Bisa Hidup Tanpa Aerator, Ada Cupang hingga Manfish
Dari sapu-sapu albino hingga black ghost
Jenis kedua adalah ikan siklik. Ikan ini cukup banyak dijual di pasaran dan dikenal memiliki sifat agresif. Meski demikian, corak warnanya menarik dan daya tahannya cukup kuat sehingga disebut tidak membutuhkan aerator untuk hidup.
Berikutnya ada sapu-sapu albino. Ikan ini biasa dimanfaatkan sebagai tankmate karena memakan lumut atau alga yang tumbuh di dinding akuarium. Daya tahan tubuhnya juga disebut cukup kuat sehingga kondisi akuarium tanpa aerator bukan menjadi masalah bagi ikan tersebut.
Kemudian ada black tetra, ikan berbentuk pipih dan lebar dengan warna tubuh yang didominasi hitam serta bagian kepala berwarna keperakan. Ikan ini dikenal berenang cepat dan memiliki perawatan yang mudah. Dalam pembahasan tersebut, black tetra disebut tidak membutuhkan aerator untuk hidup.
Sepat hias juga masuk daftar. Jenisnya antara lain sepat mutiara, sepat madu, sepat biru, dan sepat alis. Ikan ini dikenal tangguh dalam berbagai kondisi air, termasuk lingkungan dengan oksigen minim.
Bahkan, sepat hias disebut mampu hidup tanpa aerator maupun filter akuarium. Karena daya tahannya, ikan ini dinilai cocok bagi pemula yang baru mulai memelihara ikan hias.
Jenis berikutnya adalah black ghost. Ikan yang berasal dari Sungai Amazon ini memiliki tubuh hitam pekat dengan sirip bagian bawah yang melambai. Cara berenangnya menjadi salah satu daya tarik bagi penghobi ikan hias.
Black ghost disebut dapat dipelihara tanpa aerator karena memiliki daya tahan yang cukup kuat.
Baca Juga: Ikan Hias Tanpa Aerator, Ini 7 Pilihan untuk Akuarium Minimalis
Redfin hingga blue polar
Selanjutnya ada ikan redfin. Jenis redfin cukup beragam dan masing-masing dapat memiliki karakter berbeda. Ikan ini suka bersembunyi di antara bebatuan atau kayu dalam akuarium.
Sebelum mencampurkannya dengan ikan lain, penghobi disarankan mengetahui karakter redfin yang dipilih karena tidak semua jenis memiliki sifat yang sama. Untuk perawatannya, redfin disebut cukup menggunakan pompa filter akuarium untuk menjaga kualitas air tanpa perlu aerator.
Neon tetra menjadi ikan kedelapan. Ikan kecil ini populer di kalangan pecinta ikan hias, khususnya aquascaper. Tubuhnya dapat terlihat menyala ketika terkena cahaya putih dari lampu akuarium.
Neon tetra biasa hidup bergerombol dan membentuk barisan. Perawatannya disebut cukup mudah dengan menjaga kualitas air tetap jernih menggunakan pompa akuarium. Dalam pembahasan tersebut, ikan ini disebut tidak memerlukan aerator.
Jenis kesembilan adalah killifish, kelompok ikan kecil yang terkenal karena warna cerahnya. Ikan ini dapat ditemukan di perairan tropis dan subtropis di berbagai wilayah dunia, termasuk Afrika, Amerika Selatan, dan Asia.
Perawatan killifish terutama perlu memperhatikan kebersihan dan kualitas air. Dengan daya tahan yang disebut cukup kuat, ikan ini dapat hidup tanpa aerator.
Terakhir ada blue polar. Ikan ini disebut sebagai hasil hibrida dari perkawinan silang beberapa jenis ikan. Bentuk moncongnya menyerupai burung dan tubuhnya memiliki corak warna yang menarik.
Blue polar disebut memiliki perawatan relatif mudah dan mampu bertahan dalam kondisi kualitas air yang kurang baik. Karena daya tahannya tersebut, ikan ini disebut tetap dapat hidup tanpa aerator.
Baca Juga: 13 Ikan Hias yang Bisa Hidup Tanpa Filter dan Aerator, Ada Koi hingga Channa
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest