TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Beternak ikan hias air tawar tidak selalu membutuhkan modal besar dan perawatan rumit. Dalam video tersebut, lima jenis ikan disebut mudah diternakkan, yakni moli, short tail, gupi, platy, dan cupang. Beberapa di antaranya mampu menghasilkan puluhan hingga ratusan anakan dalam satu kali reproduksi.
Keberhasilan budidaya tetap dipengaruhi kualitas air, pakan, kondisi indukan, serta cara menangani burayak. Bagi pemula, ikan jenis livebearer seperti moli, short tail, gupi, dan platy disebut lebih mudah karena melahirkan anak secara langsung.
Baca Juga: 11 TKD dan Dua Tanah Wakaf Belum Tuntas Pembebasan Lahan Bendungan Bagong Capai 97 Persen
Moli hingga Gupi Mudah Berkembang Biak
Moli menempati urutan kelima dalam daftar. Ikan ini dikenal kuat, mudah beradaptasi, dan tidak membutuhkan perawatan rumit. Variannya juga beragam, seperti moli hitam, dalmatian, balon, dan gold.
Moli termasuk ikan livebearer yang melahirkan anak secara langsung. Dalam satu kali kehamilan, induk moli disebut mampu melahirkan sekitar 20 hingga 80 burayak. Masa kehamilannya sekitar 28 sampai 30 hari. Dengan air yang bersih dan stabil serta pakan bergizi, moli dapat berkembang biak hampir sepanjang tahun.
Namun, induk moli terkadang memangsa anaknya sendiri. Karena itu, burayak sebaiknya segera dipindahkan atau diberi tempat berlindung menggunakan tanaman air seperti Java moss.
Di posisi keempat ada short tail. Nama tersebut merujuk pada bentuk ekor ikan jantan yang memanjang menyerupai pedang. Ikan ini juga termasuk livebearer dan dikenal produktif.
Induk betina short tail dapat melahirkan sekitar 30 hingga 100 anak dalam satu kali kelahiran. Dengan perawatan yang baik, ikan tersebut dapat kembali bunting beberapa minggu setelah melahirkan.
Short tail membutuhkan ruang gerak yang cukup karena aktif berenang. Akuarium yang terlalu sempit dapat membuat ikan stres dan menurunkan produktivitas. Untuk pemeliharaan, perbandingan satu jantan dengan dua atau tiga betina disebut dapat mengurangi stres pada betina sekaligus meningkatkan peluang reproduksi.
Gupi berada di posisi ketiga. Ikan ini dikenal sangat mudah dipelihara dan berkembang biak. Variasi warna serta bentuk ekornya juga beragam, mulai dari cobra, blue mosco, Japan blue hingga dragon gupi yang disebut memiliki nilai jual lebih tinggi.
Induk betina gupi biasanya melahirkan sekitar 20 hingga 60 burayak setiap 25 sampai 30 hari. Salah satu keunikannya, betina dapat menyimpan sperma pejantan sehingga tetap bisa melahirkan beberapa kali meski sudah dipisahkan dari pejantan.
Baca Juga: Hasil Lab Semangka Positif E. Coli, Nasi Mengandung Bacillus cereus, Sebabkan Gangguan Pencernaan
Platy dan Cupang
Platy berada di urutan kedua. Ikan ini memiliki karakter ramah dan damai sehingga cocok dipelihara bersama ikan komunitas lainnya. Sifat tersebut membuatnya menjadi salah satu pilihan bagi pemula yang ingin belajar beternak ikan hias.
Sebagai livebearer, induk betina platy dapat melahirkan sekitar 20 hingga 80 anak dalam satu kali kehamilan. Daya tahan tubuhnya juga disebut cukup baik dan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi air selama kualitas air tetap terjaga.
Untuk mendukung produktivitas, pakan kaya protein seperti cacing sutra, artemia, dan pelet berkualitas tinggi dapat diberikan. Pergantian sekitar 20 hingga 30 persen air setiap minggu juga dianjurkan.
Sementara itu, ikan cupang menempati posisi pertama. Berbeda dengan empat jenis sebelumnya, cupang berkembang biak dengan cara bertelur. Pejantan akan membuat sarang gelembung di permukaan air sebagai tempat menyimpan telur.
Setelah betina mengeluarkan telur, pejantan mengambil telur tersebut dan meletakkannya di sarang gelembung. Setelah pemijahan selesai, betina harus segera dipindahkan karena pejantan akan menjaga telur dan dapat menyerang betina.
Dalam satu kali pemijahan, cupang dapat menghasilkan sekitar 100 hingga lebih dari 500 telur, tergantung kualitas indukan. Telur biasanya menetas dalam 24 hingga 48 jam. Burayak kemudian dapat diberi pakan berukuran sangat kecil seperti infusoria atau kutu air halus pada minggu pertama, sebelum dilanjutkan dengan artemia ketika ukurannya lebih besar.
Variasi cupang seperti halfmoon, plakat, HMPK, crown tail, dan koi galaksi juga menjadi daya tarik tersendiri. Dengan karakter dan teknik budidaya yang berbeda, lima ikan tersebut dapat menjadi pilihan bagi penghobi yang ingin mulai beternak ikan hias air tawar.
Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Suami Laporkan Istri Karena Diduga Main Serong selama 1,5 Tahun
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest