TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Memelihara ikan hias air laut kerap dianggap lebih rumit dibandingkan ikan air tawar. Namun, dalam video Arsipedia ID, ada delapan jenis ikan hias air laut yang disebut relatif mudah dipelihara. Jenis tersebut meliputi Nemo, lionfish, butterflyfish, dottyback, yellow watchman goby, firefish, hingga botana blue tang.
Setiap ikan memiliki karakter dan kebutuhan lingkungan yang berbeda. Karena itu, kondisi air, ukuran akuarium, makanan, hingga perilaku ikan perlu diperhatikan sebelum memilih jenis yang akan dipelihara.
Baca Juga: 11 TKD dan Dua Tanah Wakaf Belum Tuntas Pembebasan Lahan Bendungan Bagong Capai 97 Persen
Nemo hingga Butterflyfish
Ikan Nemo menjadi jenis pertama yang dibahas. Ikan ini dikenal dengan warna orange cerah dan tiga belang putih di bagian kepala, tengah tubuh, serta pangkal ekor. Nemo atau clownfish juga dikenal sebagai anemone fish karena kerap hidup di antara anemon laut.
Di alam liar, clownfish melakukan simbiosis mutualisme dengan anemon laut. Habitatnya berada di wilayah Samudra Hindia dan Pasifik, termasuk perairan Indonesia. Ikan ini disebut dapat tumbuh hingga 15 sentimeter di alam bebas dan sekitar 10 sentimeter di dalam tangki.
Nemo merupakan ikan omnivor yang memakan plankton dan alga. Dalam akuarium, video tersebut menyebut ikan ini dapat diberi cacing darah dan roti sebanyak dua sampai tiga kali sehari. Nemo juga disebut perlu dipelihara bersama anemon laut, karang hidup, dan air laut dengan pH 7,8 sampai 8,5 serta suhu 24 hingga 27 derajat Celsius.
Berikutnya ada lionfish. Ikan ini memiliki penampilan khas berupa sirip yang lebar dan duri berbisa. Lionfish berasal dari perairan tropis hangat di Pasifik Selatan dan Samudra Hindia, termasuk Laut Merah.
Meski menarik, duri lionfish mengandung racun sehingga ikan ini tidak boleh dipegang secara langsung. Di akuarium, makanan hidup disebut dapat membantu mengaktifkan kembali naluri berburu lionfish.
Jenis ketiga adalah butterflyfish atau ikan kepe-kepe. Ikan laut tropis ini berasal dari keluarga Chaetodontidae dan memiliki tubuh menyerupai cakram dengan ukuran sekitar 15 sentimeter.
Warna butterflyfish sangat beragam, mulai hitam, putih, kuning, jingga, biru, hingga merah. Ikan ini aktif pada siang hari dan menggunakan terumbu karang sebagai tempat berlindung pada malam hari. Butterflyfish juga disebut sensitif terhadap kondisi air sehingga membutuhkan lingkungan yang stabil.
Baca Juga: Hasil Lab Semangka Positif E. Coli, Nasi Mengandung Bacillus cereus, Sebabkan Gangguan Pencernaan
Dottyback hingga Blue Tang
Dottyback merupakan ikan air asin berukuran kecil dengan warna cerah. Ikan ini berasal dari wilayah Indo-Pasifik dan biasanya hidup di sekitar terumbu karang, celah, gua, serta laguna.
Meski berukuran kecil, dottyback dapat bersifat agresif dan sangat teritorial. Ikan ini merupakan penghuni bagian bawah akuarium dan disebut dapat berbaur dengan penghuni terumbu lainnya.
Selanjutnya ada yellow watchman goby. Ikan ini disebut cocok bagi penghobi air laut pemula karena relatif mudah dipelihara. Karakternya cenderung damai dan santai, meski dapat menjadi teritorial ketika berhadapan dengan goby lain.
Yellow watchman goby merupakan karnivor yang membutuhkan pakan berprotein tinggi dan bervariasi. Ikan ini disebut perlu diberi makan dua sampai tiga kali sehari. Ukuran tangki minimal yang disebut dalam video adalah 20 galon, dengan suhu 22 hingga 28 derajat Celsius dan pH 8 sampai 8,4. Tangki juga sebaiknya diberi penutup karena ikan ini dikenal sebagai pelompat.
Firefish berada di urutan ketujuh. Ikan kecil ini memiliki tubuh ramping dengan kombinasi warna kuning, putih, merah, dan hitam. Firefish dikenal pemalu dan akan segera bersembunyi ketika merasa terancam.
Ikan ini berasal dari Samudra Hindia dan Pasifik serta banyak ditemukan di sekitar terumbu karang. Firefish biasanya melayang di atas karang sambil menunggu invertebrata kecil dan plankton yang terbawa arus.
Terakhir, ada botana blue tang. Ikan ini memiliki tubuh pipih dengan warna dasar biru, kepala hitam, serta aksen putih dan kuning pada bagian tubuh dan siripnya. Ukurannya dapat mencapai sekitar 25 hingga 40 sentimeter.
Blue tang hidup di perairan laut dangkal dengan terumbu karang dan membutuhkan akuarium yang memiliki ruang cukup besar. Suhu ideal yang disebut berada di kisaran 27 hingga 29 derajat Celsius, dengan pH 8,2 sampai 8,4.
Makanannya antara lain ganggang laut, potongan udang, sayuran rebus, dan pelet. Ikan ini juga disebut rentan terhadap white spot sehingga ikan baru dianjurkan menjalani proses aklimatisasi selama dua minggu.
Kedelapan jenis tersebut memiliki daya tarik sekaligus kebutuhan pemeliharaan masing-masing. Bagi pemula, memahami karakter ikan dan memastikan kondisi akuarium sesuai menjadi langkah penting sebelum memelihara ikan hias air laut.
Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Suami Laporkan Istri Karena Diduga Main Serong selama 1,5 Tahun
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest