7 Hewan Unik untuk Akuarium, Ada Axolotl hingga Black Ghost

Fadhilah Salsa Bella • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:25 WIB
7 hewan unik untuk akuarium, mulai dari maskoki telescope, axolotl, kuhli loach, udang hias, black ghost hingga puff fish (Pinterest).
7 hewan unik untuk akuarium, mulai dari maskoki telescope, axolotl, kuhli loach, udang hias, black ghost hingga puff fish (Pinterest).

TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Memelihara hewan unik untuk akuarium bisa menjadi pilihan bagi penghobi yang ingin menghadirkan suasana berbeda di rumah. Bukan hanya ikan dengan warna mencolok, sejumlah hewan memiliki bentuk tubuh, kebiasaan, dan cara bergerak yang tidak biasa. Dalam video Arsipedia ID, tujuh hewan unik untuk akuarium dibahas, mulai dari maskoki telescope, axolotl, hingga puff fish.

Salah satu yang menarik perhatian adalah ikan maskoki telescope. Jenis ikan mas hias ini memiliki tubuh bulat menyerupai telur, kepala lebar, serta ekor yang dapat terlihat lebar dan mengalir. Ciri paling khasnya adalah mata besar dan menonjol yang berada di ujung tangkai panjang di sisi kepala.

Efek teleskop pada mata ikan tersebut belum terlihat sempurna ketika masih berusia di bawah enam bulan. Bentuk mata akan semakin menonjol ketika ikan beranjak dewasa. Maskoki telescope memiliki nama ilmiah Carassius auratus dari keluarga Cyprinidae dan genus Carassius.

Ikan yang diperkirakan berasal dari Cina dan mulai dikembangkan pada awal 1700-an ini memiliki beragam warna, seperti merah, biru, cokelat, putih, hitam, hingga kombinasi beberapa warna. Jika dirawat dengan benar, usia hidupnya disebut dapat mencapai 10 hingga 15 tahun.

Baca Juga: 11 TKD dan Dua Tanah Wakaf Belum Tuntas Pembebasan Lahan Bendungan Bagong Capai 97 Persen

Axolotl hingga Udang Hias

Axolotl menjadi hewan unik berikutnya. Hewan dengan nama ilmiah Ambystoma mexicanum ini sebenarnya merupakan salamander, yakni amfibi yang masih satu kelompok dengan beberapa jenis hewan seperti kadal air, katak, dan kodok.

Axolotl memiliki kepala polos, mata kecil menyerupai kancing, serta bentuk wajah yang terlihat seperti tersenyum. Ukuran dewasanya sekitar 30 sentimeter, sementara individu terbesar dapat mencapai 45 sentimeter dengan berat hingga 300 gram.

Axolotl berasal dari Danau Xochimilco di Mexico City. Di alam liar, hewan ini memakan cacing, serangga air tawar, krustasea, dan ikan kecil. Axolotl juga dapat bersifat kanibal ketika kekurangan makanan.

Jenis ketiga adalah kuhli loach. Ikan ini hidup di dasar akuarium dan gemar menggali pasir serta menjelajahi tempat persembunyian. Bentuk tubuhnya menyerupai belut dengan warna kuning hingga merah muda dan pita cokelat tua yang mengelilingi sebagian atau seluruh tubuh.

Kuhli loach bernama ilmiah Pangio kuhlii dan berasal dari Asia Tenggara. Ikan ini lebih aktif pada senja hingga malam hari dan cenderung bersembunyi pada siang hari. Kuhli loach bersifat sosial dan lebih nyaman jika dipelihara dalam kelompok.

Berikutnya ada udang hias air tawar. Hewan kecil ini dikenal memiliki sifat damai dan tidak agresif. Ukurannya juga sangat kecil, dengan panjang maksimal sekitar 2 sentimeter.

Dalam video disebutkan tiga famili utama udang hias yang mudah ditemui, yakni udang Sulawesi, Neocaridina, dan Caridina. Udang hias dapat berfungsi sebagai pembersih akuarium karena memakan sisa tumbuhan maupun bahan organik yang ditemukan di dalam tangki.

Namun, udang hias disebut lebih sensitif dibandingkan ikan. Karena itu, kondisi akuarium perlu disiapkan terlebih dahulu sebelum udang dimasukkan.

Baca Juga: Hasil Lab Semangka Positif E. Coli, Nasi Mengandung Bacillus cereus, Sebabkan Gangguan Pencernaan

CAE, Black Ghost, dan Puff Fish

Chinese algae eater atau CAE menjadi hewan unik kelima. Ikan bernama ilmiah Gyrinocheilus aymonieri ini dikenal sebagai pemakan alga yang dapat membantu membersihkan akuarium.

CAE memiliki tubuh memanjang, sirip kecil, serta mulut pengisap yang memungkinkannya menempel pada permukaan ketika mencari makanan. Ikan ini dapat mencapai panjang sekitar 11 inci atau sekitar 28 sentimeter.

Saat masih muda, CAE dikenal relatif damai. Namun, ketika tumbuh dewasa, ikan tersebut dapat menjadi teritorial dan cenderung bertarung dengan sesama spesies. CAE juga merupakan ikan soliter sehingga tidak perlu dipelihara dalam kelompok.

Selanjutnya ada black ghost. Ikan ini populer karena gaya berenangnya yang unik dan penampilannya yang khas. Tubuhnya berwarna hitam dengan dua cincin putih di bagian ekor serta garis putih di bagian hidung yang dapat memanjang ke punggung.

Black ghost memiliki tubuh pipih dan memanjang seperti pisau. Saat dewasa, panjangnya dapat mencapai 50 sentimeter. Sirip duburnya membentang dari bagian perut hingga ekor, sehingga menghasilkan gerakan berenang yang terlihat elegan.

Ikan ini berasal dari perairan Sungai Amazon dan anak-anak sungainya. Black ghost bersifat nokturnal, lebih aktif pada malam hari dan beristirahat pada siang hari. Karena tidak memiliki sisik, ikan ini sangat sensitif terhadap kondisi air dan infeksi.

Jenis terakhir adalah puff fish atau ikan buntal. Hewan ini juga dikenal dengan sebutan blowfish, balloon fish, globe fish, dan toadfish. Ikan buntal memiliki tulang belakang yang luas, besar, dan tipis serta warna tubuh yang beragam.

Ikan buntal dapat ditemukan di perairan asin maupun tawar. Secara fisik, ikan ini terlihat kecil dan lucu, tetapi memiliki gigi tajam serta racun bernama tetrodotoksin.

Ketika merasa terancam, ikan buntal dapat menggembungkan tubuh sehingga duri di permukaan kulitnya menonjol. Ikan ini juga cenderung hidup soliter dan biasanya terlihat bersama ikan lain ketika musim kawin.

Ketujuh hewan tersebut menawarkan keunikan masing-masing untuk penghobi akuarium. Namun, karakter, kebutuhan habitat, ukuran, serta tingkat sensitivitas setiap hewan perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk memeliharanya.

Baca Juga: Pulang dari Malaysia, Suami Laporkan Istri Karena Diduga Main Serong selama 1,5 Tahun

Editor : Fadhilah Salsa Bella
Sumber : pinterest
Black Ghost Hewan Unik untuk Akuarium Axolotl Maskoki Telescope Puff Fish