TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Memelihara beberapa jenis ikan dalam satu akuarium tidak bisa dilakukan sembarangan. Perbedaan karakter setiap ikan dapat membuat penghuni akuarium saling menyerang, mengalami stres, bahkan berisiko mati. Karena itu, memilih ikan hias air tawar yang bisa dicampur menjadi hal penting bagi penghobi yang ingin membuat akuarium komunitas.
Dalam video yang ditranskrip, dibahas 12 jenis ikan hias air tawar yang disebut dapat dipelihara bersama dalam satu akuarium. Pemilihan tersebut didasarkan antara lain pada sifat ikan dan kemampuannya berbaur dengan jenis ikan lainnya.
Video tersebut mengingatkan penghobi untuk mengetahui karakter ikan terlebih dahulu sebelum membeli. Ikan dengan sifat tidak agresif umumnya lebih mudah dipelihara bersama ikan lain. Sebaliknya, ikan yang tidak cocok jika dipaksakan berada dalam satu akuarium dapat mengalami stres dan lebih mudah mati.
Baca Juga: 9 Ikan untuk Community Tank yang Damai dan Cocok Dipelihara Bersama
Guppy hingga Discus
Ikan pertama yang disebut adalah Guppy. Ikan ini juga dikenal dengan sebutan ikan cere dan merupakan salah satu ikan hias yang populer. Karena berukuran relatif kecil, Guppy perlu dihindarkan dari ikan predator karena dapat menjadi mangsa ikan yang lebih kuat.
Jenis kedua adalah Discus. Ciri khas ikan ini terdapat pada bentuk tubuhnya yang pipih, bulat, dan memiliki warna cerah. Dalam video, Discus disebut mudah berbaur dengan ikan hias lainnya.
Discus berasal dari Sungai Amazon dan kini dapat ditemukan di berbagai toko ikan hias. Karakter yang disebut mudah berbaur membuat ikan ini masuk dalam daftar ikan hias air tawar yang bisa dicampur.
Berikutnya ada ikan Cupang. Ikan ini merupakan salah satu jenis yang sering dijumpai di toko ikan hias. Namun, Cupang sebenarnya memiliki sifat agresif, terutama dalam mempertahankan wilayahnya.
Meski demikian, video menyebut Cupang masih dapat dicampur dengan ikan lain yang berukuran lebih besar. Artinya, penghobi tetap perlu mempertimbangkan ukuran dan karakter ikan sebelum memasukkannya ke dalam akuarium yang sama.
Baca Juga: 7 Ikan Hias yang Bisa Dicampur dalam Satu Akuarium, Ada Neon Tetra
Molly dan Pentingnya Memahami Karakter Ikan
Ikan keempat yang dibahas adalah Molly. Ikan ini disebut sebagai ikan omnivora yang dapat memangsa ikan lain berukuran lebih kecil darinya. Karena itu, penghobi perlu memperhatikan ukuran ikan yang akan ditempatkan bersama Molly.
Video tersebut menekankan bahwa tidak semua ikan hias dapat langsung disatukan hanya karena sama-sama merupakan ikan air tawar. Perbedaan sifat menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan.
Ikan yang agresif dapat mengganggu penghuni akuarium lainnya. Sementara itu, ikan berukuran kecil yang ditempatkan bersama ikan yang lebih kuat dapat berisiko menjadi mangsa.
Selain karakter, penghobi juga perlu mengetahui kebutuhan masing-masing ikan sebelum membuat akuarium komunitas. Dengan memahami sifat ikan yang dipelihara, proses pemilihan penghuni akuarium dapat dilakukan dengan lebih tepat.
Dalam video, pembahasan mengenai 12 jenis ikan tersebut bertujuan memberikan referensi bagi penghobi yang ingin memelihara beberapa jenis ikan hias dalam satu akuarium. Namun, transkrip yang tersedia hanya sampai pembahasan ikan Molly dan belum memuat delapan jenis ikan lainnya secara lengkap.
Karena itu, daftar yang dapat dipastikan dari bagian transkrip tersebut baru mencakup Guppy, Discus, Cupang, dan Molly. Informasi mengenai delapan jenis ikan berikutnya tidak tersedia dalam materi yang diberikan sehingga tidak dapat ditambahkan tanpa berisiko mengarang fakta.
Pada akhirnya, memahami karakter ikan menjadi langkah penting sebelum mencampurkan beberapa jenis ikan hias. Dengan mengetahui ikan yang agresif, ukuran ikan, serta kemampuan berbaurnya, penghobi dapat mengurangi risiko konflik di dalam akuarium.
Baca Juga: 7 Ikan Hias Warna-warni yang Disebut Bisa Disatukan dalam Satu Akuarium
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest