14 Jenis Ikan Hias Air Tawar yang Mampu Bertahan Hidup Tanpa Aerator dan Filter

Dinar Ananda Putri • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:00 WIB
Pelajari 14 jenis ikan hias air tawar yang sanggup bertahan hidup tanpa menggunakan aerator dan filter. Solusi hemat untuk akuarium pemula.
Pelajari 14 jenis ikan hias air tawar yang sanggup bertahan hidup tanpa menggunakan aerator dan filter. Solusi hemat untuk akuarium pemula.

JAKARTA – Memelihara ikan hias di dalam akuarium kini menjadi salah satu hobi yang semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia. Selain dapat mempercantik interior rumah dan teras, keberadaan akuarium juga dipercaya mampu memberikan efek relaksasi bagi pemiliknya. Namun, bagi para pemula atau hobiis yang memiliki keterbatasan anggaran, membeli seperangkat aksesoris akuarium seperti mesin filter sirkulasi dan aerator atau penghasil gelembung udara sering kali menjadi bahan pertimbangan.

Aerator pada dasarnya berfungsi untuk menambah pasokan oksigen terlarut di dalam air melalui pergerakan gelembung. Namun, tidak semua jenis ikan hias air tawar sangat bergantung pada alat tersebut. Banyak spesies ikan yang memiliki daya tahan tubuh tinggi, mampu memanfaatkan oksigen di permukaan air, atau memiliki organ pernapasan tambahan sehingga dapat hidup sehat meski tanpa bantuan aerator maupun mesin filter.

Salah satu spesies paling populer yang sangat tangguh adalah ikan cupang (Betta sp.). Ikan ini dikenal memiliki ketahanan luar biasa karena dibekali organ pernapasan khusus. Cupang bahkan tetap mampu bertahan hidup meski dipelihara dalam wadah yang sangat minim udara dan tidak diberi makan selama beberapa hari. Selain cupang, kelompok ikan kecil yang hidup bergerombol (schooling) dan ramah untuk pemula seperti ikan plati, ikan molly, serta ikan guppy juga tergolong sangat adaptif. Ikan molly—termasuk varian molly balon—dan ikan plati sangat mudah berkembang biak serta fleksibel terhadap berbagai kondisi kualitas air.

Baca Juga: 7 Hewan Penghuni Aquascape yang Cocok untuk Akuarium Rumahan, Ada Guppy hingga Udang Hias

Bagi pencinta akuarium bertema predator atau akuarium berukuran sedang hingga besar, terdapat beberapa opsi ikan berdaya tahan tinggi. Ikan channa atau gabus hias, ikan palmas (ikan naga), ikan aligator, serta Red Tail Catfish (RTC) merupakan deretan ikan predator air tawar yang berasal dari habitat sungai dan danau dengan kondisi lingkungan ekstrem. Ikan-ikan ini memiliki kemampuan beradaptasi dengan cepat dan dapat hidup tanpa pasokan gelembung udara tambahan, asalkan pergantian air dilakukan secara berkala. Begitu pula dengan ikan sapu-sapu (pleco) yang tidak hanya tahan di air minim oksigen, tetapi juga efektif membantu menguras kotoran serta lumut di dasar akuarium.

Selain itu, spesies ikan air tawar seperti ikan koi, komet, manfish (Angelfish), lemon, zebra danio, sepat hias, hingga jenis tetra (yang dikombinasikan dengan tanaman air hidup) juga mampu bertahan tanpa aerator. Ikan seperti koi, komet, dan sepat hias memiliki naluri alami untuk naik ke permukaan air dan membuka mulutnya lebar-lebar guna mengambil oksigen tambahan apabila kadar oksigen di dalam air mulai menipis. Sementara itu, jenis zebra danio dipelihara secara luas karena ukurannya yang mungil, harganya yang sangat ekonomis, serta perawatannya yang relatif praktis tanpa perlu kerumitan aksesoris mesin.

Meskipun deretan ikan tersebut dapat hidup tanpa bantuan mesin penghasil gelembung udara, para pemilik akuarium tetap dituntut untuk menjaga kebersihan air secara rutin. Membatasi jumlah kepadatan ikan dalam satu wadah (anti-overpopulation) serta tidak memberikan pakan secara berlebihan merupakan kunci utama agar kualitas air tetap jernih dan ekosistem akuarium bebas dari racun amonia.

Baca Juga: 7 Hewan Penghuni Aquascape yang Cocok untuk Akuarium, Ada Udang hingga Ikan Tetra

 

Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube
ikan cupang ikan guppy Ikan Molly Akuarium Pemula ikan hias tanpa aerator