JAKARTA – Sebuah anggapan umum di kalangan masyarakat menyebutkan bahwa memelihara ikan hias di dalam akuarium hukumnya wajib menggunakan mesin aerator. Namun, fakta di lapangan menunjukkan banyak hobiis yang berhasil menjaga ikan kesayangannya tetap tumbuh sehat di dalam akuarium berukuran minimalis tanpa bantuan gelembung udara. Fenomena ini membuktikan bahwa penggunaan aerator sebenarnya bukan syarat mutlak bagi seluruh jenis ikan hias, melainkan tergantung pada spesies yang dipelihara serta cara pengelolaannya.
Fungsi utama aerator adalah untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen) di dalam air melalui pergolakan permukaan. Namun, pertukaran oksigen sebenarnya bisa terjadi secara alami melalui permukaan air yang terbuka maupun hasil fotosintesis tanaman air hidup. Beberapa spesies ikan tertentu bahkan dianugerahi kemampuan biologis untuk mengambil oksigen secara langsung dari udara bebas.
Di ranah akuarium minimalis, ikan cupang menduduki posisi puncak sebagai ikan yang paling ideal dipelihara tanpa aerator. Hal ini disebabkan oleh keberadaan organ labirin pada tubuh cupang yang memungkinkannya menyerap oksigen langsung dari atmosfer di atas permukaan air. Selain cupang, jenis gurami mini (dwarf gourami) dan sepat hias juga tergolong ke dalam keluarga ikan berlabirin, sehingga sangat aman dipelihara di dalam tank kecil tanpa perlu mesin udara.
Baca Juga: 7 Hewan Penghuni Aquascape yang Cocok untuk Akuarium Rumahan, Ada Guppy hingga Udang Hias
Bagi penghobi yang menyukai tampilan akuarium yang aktif dan penuh warna, kombinasi antara ikan guppy, ikan endler, ikan molly, serta ikan plati menjadi pilihan yang sangat bijak. Ikan endler memiliki karakter fisik yang mirip dengan guppy, namun berukuran lebih mungil dengan warna yang lebih menyala. Karena ukuran fisiknya yang sangat kecil, jumlah kotoran serta sisa pakan yang dihasilkan ikan endler tergolong amat sedikit, sehingga beban pencemaran air menjadi sangat rendah. Sebagai pelengkap di bagian dasar akuarium minimalis, ikan jenis Corydoras juga dapat dimasukkan karena memiliki kebiasaan sesekali berenang ke permukaan untuk mengambil udara.
Perlu digarisbawahi bahwa konsep memelihara ikan di akuarium minimalis tanpa aerator tidak sama dengan membiarkan akuarium tanpa perawatan. Tanpa adanya sirkulasi udara mekanis, kualitas air dan tingkat kepadatan penghuni akuarium menjadi dua faktor yang amat krusial. Ikan-ikan berukuran besar seperti channa, pleco, atau predator lainnya sengaja tidak direkomendasikan untuk akuarium minimalis karena membutuhkan ruang gerak yang luas serta berisiko melompat keluar dari wadah yang tidak ber-aerator.
Untuk menjaga keberlangsungan hidup ikan di tank minimalis tanpa alat bantu gelembung, pemilik sangat disarankan untuk menambahkan tanaman air hidup sebagai penyuplai oksigen alami. Selain itu, jadwal penggantian air secara berkala—sekitar 20 hingga 30 persen dari volume total akuarium setiap minggunya—wajib dilakukan demi menguras akumulasi sisa pakan dan kotoran. Dengan menjaga jumlah populasi ikan tetap ideal serta disiplin dalam memberikan pakan, akuarium minimalis tanpa aerator dapat tampil indah dan tetap menyehatkan bagi para penghuninya.
Baca Juga: 7 Hewan Penghuni Aquascape yang Cocok untuk Akuarium, Ada Udang hingga Ikan Tetra
Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youbtube