TRENGGALEK – Kebutuhan akan kadar oksigen terlarut dalam air menjadi syarat utama dalam ekosistem akuarium air tawar maupun air laut. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, mayoritas pemelihara akuarium memanfaatkan mesin aerator untuk menghasilkan gelembung udara. Meski demikian, bagi para pemula yang ingin memulai hobi memelihara ikan hias tanpa perlu terbebani oleh tagihan listrik tambahan atau suara bising mesin aerator, terdapat sejumlah jenis ikan hias air tawar yang dikenal "tahan banting" dan sanggup bertahan hidup dalam kondisi air minim oksigen.
Rekomendasi pertama jatuh pada kelompok ikan molly, termasuk varian populer seperti Black Molly, Dalmation Molly, Silver Sailfin Molly, hingga molly balon. Ikan ini berdaya tahan tubuh sangat kuat, murah, dan sangat mudah beradaptasi di lingkungan baru. Selain molly, ikan guppy juga masuk dalam jajaran ikan tahan banting yang memiliki sirip ekor indah layaknya busana gaun. Keanekaragaman corak guppy membuatnya sangat cocok dipelihara dalam jumlah banyak di dalam akuarium tanpa bantuan aerator.
Selanjutnya, terdapat ikan komet yang masih berkerabat dekat dengan keluarga ikan mas dan koi. Ikan komet dikenal memiliki fisik yang sangat tangguh terhadap berbagai dinamika kondisi air. Ikan ini dapat dipelihara dengan mudah di dalam wadah akuarium maupun kolam terbuka tanpa harus menggunakan perlengkapan khusus seperti heater atau aerator. Opsi menarik lainnya yang tengah populer di pasaran adalah ikan GloFish. Ikan berpigmen warna cerah yang dapat menyala di bawah paparan lampu ini memiliki daya tahan tinggi dan sangat direkomendasikan bagi pemula, dengan catatan kebersihan air tetap dijaga menggunakan filter pompa sederhana.
Baca Juga: 7 Hewan Penghuni Aquascape yang Cocok untuk Akuarium Rumahan, Ada Guppy hingga Udang Hias
Bagi penghobi yang menyukai ikan berjenis melahirkan (livebearer), ikan plati menjadi pilihan tepat di samping molly dan guppy. Ikan plati memiliki ukuran tubuh yang relatif lebih kompak dengan bentuk ekor yang khas. Sementara untuk pencinta ikan yang suka berenang bergerombol (schooling), ikan Sumatera atau Tiger Barb dapat dipelihara tanpa aerator. Namun, pemeliharaan ikan Sumatera disarankan berjumlah di atas lima ekor agar sifat agresifnya tidak mengganggu ikan spesies lain di dalam satu wadah.
Daftar ikan tahan banting ini semakin lengkap dengan kehadiran ikan caviat, ikan manfish (Angelfish), serta varian Golden Black. Ikan caviat sering dimanfaatkan sebagai ikan pembersih (tankmate) untuk menguras sisa makanan ikan predator atau koi karena gerakan renangnya yang sangat gesit dan tahan dalam kondisi kualitas air kurang baik. Sementara itu, ikan manfish menyajikan estetika bentuk tubuh menyerupai anak panah yang anggun. Terakhir, jenis Golden Black yang memiliki perpaduan warna kuning keemasan dan hitam menjadi favorit anak-anak karena harganya yang sangat ekonomis, mudah berkembang biak, serta dapat hidup sehat walau tanpa bantuan aerator maupun mesin filter.
Dengan memilih spesies ikan hias yang memiliki daya tahan tubuh tinggi, kegiatan memelihara akuarium dapat dilakukan dengan lebih praktis dan ekonomis. Meski demikian, pemilik akuarium tetap memikul tanggung jawab untuk melakukan pembersihan berkala agar kualitas lingkungan tempat hidup ikan tetap berada pada kondisi optimal.
Baca Juga: 7 Hewan Penghuni Aquascape yang Cocok untuk Akuarium, Ada Udang hingga Ikan Tetra
Editor : Dinar Ananda Putri
Sumber : youtube