TRENGGALEK – Memelihara ikan hias di dalam akuarium kini menjadi salah satu pilihan hobi yang sangat menyenangkan untuk mengisi waktu luang di rumah. Keberadaan akuarium tidak hanya berfungsi sebagai elemen dekorasi yang mempercantik ruangan, tetapi juga memberikan efek relaksasi bagi para pemiliknya. Akan tetapi, tidak semua orang memiliki waktu luang yang cukup atau peralatan yang lengkap seperti mesin filter sirkulasi air dan aerator penghasil gelembung udara untuk menjaga kestabilan kualitas air.
Kabar baiknya, bagi para pemula maupun hobiis dengan keterbatasan peralatan, terdapat beberapa spesies ikan hias air tawar yang dikenal sangat tangguh. Spesies-spesies ini memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa dan sanggup bertahan hidup di lingkungan perairan dengan kadar oksigen rendah tanpa perlu bergantung pada filter air maupun mesin aerator.
Baca Juga: 10 Jenis Ikan Hias Air Tawar Populer yang Bisa Dipelihara Tanpa Aerator dan Oksigen Mesin
Rekomendasi pertama yang sudah sangat akrab di telinga masyarakat adalah ikan cupang. Ikan cupang—khususnya varian Veiltail atau Flend Dance—merupakan salah satu ikon ikan hias paling populer yang sangat mudah dirawat. Keunggulan utama ikan cupang terletak pada keberadaan organ pernapasan tambahan yang disebut labirin. Organ labirin ini memungkinkan ikan cupang untuk menyerap dan bernapas menggunakan oksigen secara langsung dari udara bebas di atas permukaan air. Berkat kemampuan biologis ini, ikan cupang sanggup bertahan hidup secara optimal di akuarium berukuran kecil tanpa memerlukan aerator maupun filter. Selain daya tahannya yang luar biasa, kibasan sirip yang elegan serta keanekaragaman warna tubuhnya membuat ikan cupang selalu menjadi favorit yang tidak pernah kehilangan daya tarik.
Pilihan kedua yang tidak kalah populer adalah ikan guppy (Poecilia reticulata). Ikan hias berukuran mungil ini terkenal luas karena ketahanan fisiknya dan kemudahan dalam perawatannya. Ikan guppy mampu beradaptasi dan hidup sehat di lingkungan dengan kadar oksigen terbatas tanpa perlu alat gelembung udara atau filter air. Dari segi estetika, guppy memiliki corak warna tubuh yang sangat mencolok dan bervariasi, mulai dari merah, biru, hijau, hingga perpaduan warna eksotis lainnya. Memiliki karakter yang sangat tenang, ramah, dan tidak teritorial, ikan guppy sangat cocok dipelihara dalam jumlah banyak maupun digabungkan dengan jenis ikan hias lainnya di dalam akuarium komunitas.
Selanjutnya, terdapat ikan danio slayer. Spesies ini tampil unik dengan bentuk tubuh ramping dan hiasan garis-garis horizontal yang tegas di sepanjang tubuhnya. Ciri khas utama danio slayer terletak pada sirip ekornya yang panjang dan menjuntai mengalir menyerupai sirip ikan cupang, ditambah kombinasi warna perak, biru, dan kuning yang berkilau di bawah paparan lampu. Danio slayer merupakan ikan sosial yang lebih nyaman dipelihara dalam kelompok kecil minimal lima ekor untuk mencegah timbulnya stres. Namun, pemelihara perlu memperhatikan agar tidak menggabungkan danio slayer bersama ikan berenang lambat atau bersirip panjang seperti cupang dan mas koki, mengingat pergerakan danio slayer yang sangat aktif.
Selain ketiga jenis di atas, kelompok ikan livebearer seperti ikan plati (Xiphophorus maculatus) dan ikan molly (Poecilia sphenops) juga menjadi kandidat kuat. Ikan plati terbukti sangat adaptif dengan berbagai variasi kondisi air dan mampu bertahan tanpa mesin aerator maupun filter, selama kebersihan wadah tetap dijaga agar tidak tercemar. Ikan ini memiliki berbagai varian warna menarik seperti merah, kuning, hingga biru, serta dikenal sangat mudah berkembang biak. Hal serupa juga berlaku bagi ikan molly yang mempunyai toleransi tinggi terhadap perubahan kualitas air. Tersedia dalam nuansa warna hitam, putih, dan emas, molly memiliki sifat yang sangat damai sehingga sangat ramah untuk dipelihara bersama spesies lain.
Untuk memberikan aksen kilau di dalam akuarium, ikan neon tetra dapat menjadi pilihan berikutnya. Ikan mungil ini terkenal dengan garis biru metalik yang memanjang dari kepala hingga ekor serta garis merah terang di bagian bawah tubuhnya yang tampak menyala saat terkena cahaya. Sebagai penutup, ikan sapu-sapu (pleco) dapat dimasukkan sebagai pembersih alami akuarium. Memiliki mulut berbentuk penghisap, ikan sapu-sapu bertindak memakan alga dan sisa pakan yang menempel di kaca atau dekorasi, sekaligus memiliki daya tahan fisik yang sangat tinggi di berbagai kondisi air.
Memelihara ikan hias tanpa filter air dan aerator memang memberikan solusi praktis dan hemat biaya bagi para pemula. Meski demikian, pemilik akuarium tetap diwajibkan untuk menjaga kebersihan air melalui pengurasan berkala serta memberikan pakan secukupnya agar ekosistem akuarium tetap sehat dan terbebas dari penumpukan zat amonia yang berbahaya.
Sumber : youtube