TRENGGALEK - Memelihara ikan hias dalam akuarium sering kali diidentikkan dengan instalasi peralatan yang rumit, termasuk penggunaan mesin aerator pengisi oksigen. Kendala ini tidak jarang membatasi niat para pemula yang ingin mulai mengoleksi ikan hias di rumah. Padahal, terdapat puluhan spesies ikan yang memiliki ketahanan fisik ekstra kuat serta mampu bertahan hidup dengan baik di dalam akuarium tanpa bergantung pada suplai gelembung udara dari mesin aerator.
Berdasarkan pengalaman langsung yang dibagikan melalui kanal YouTube RC2 Channel, pemeliharaan ikan hias tanpa peralatan aerator sangat mungkin dilakukan. Beberapa spesies ikan memiliki adaptasi alami yang baik terhadap kondisi perairan minim oksigen terlarut. Ketahanan fisik tersebut menjadikan deretan ikan ini sangat cocok untuk dijadikan koleksi pemula karena cara merawatnya yang tergolong ringkas.
Untuk kategori ikan berukuran kecil dan berkarakter ramah, pilihan yang ramah pemula sangat beragam. Ikan betok atau papuyu dan ikan sepat yang berasal dari habitat rawa menjadi contoh paling tangguh karena dapat bertahan hidup di wadah sederhana. Ikan cupang juga menjadi favorit utama masyarakat dari berbagai usia berkat warnanya yang indah dan kemudahannya dirawat tanpa sirkulasi air khusus. Selain itu, ada ikan pedang yang ramah, ikan guppy yang suka berenang bergerombol, ikan molly asal Meksiko dengan perut buncit yang menggemaskan, serta ikan zebra yang menyukai perairan tenang. Ada pula ikan neon anggun asal Lembah Amazon yang tubuhnya bisa memantulkan cahaya meski harganya sangat terjangkau.
Bagi pemula yang ingin menggabungkan fungsi kebersihan, jenis ikan pembersih akuarium juga tahan tanpa sirkulasi udara. Ikan alga eater berwajah unik yang suka bersembunyi di bebatuan, ikan redfin pemakan lumut dan kotoran, hingga ikan sapu-sapu hias yang bercorak cantik sangat efektif membantu mengurangi kotoran di dasar akuarium. Sementara untuk ikan hias berkarakter agresif atau bergerombol, terdapat ikan Sumatera atau tiger barb yang bermotif mirip macan, serta ikan lemon yang berasal dari Danau Malawi Afrika.
Menariknya, daya tahan tanpa aerator ini juga dimiliki oleh berbagai jenis ikan predator populer yang berukuran sedang hingga besar. Ikan channa atau gabus hias, ikan louhan berkepala jenong, ikan oskar asal Amerika Selatan yang bisa bertahan hidup hingga 20 tahun, serta ikan green terror atau golsom merupakan jajaran predator tangguh. Selain itu, ikan piranha kerabat peacock bass dari Sungai Amazon, ikan lele albino atau lele belang, ikan nentined dari keluarga siklid, hingga ikan RTC (Red Tail Catfish) yang berekor merah dan cepat tumbuh besar juga sangat tahan banting.
Spesies predator lain yang juga dikenal mampu hidup tanpa gelembung udara adalah ikan aligator. Namun, pemelihara harus berhati-hati karena sifatnya yang sangat rakus dan dilarang keras dilepasliarkan ke perairan umum agar tidak merusak ekosistem lokal. Dari seluruh variasi tersebut, pemelihara pemula disarankan untuk selalu menyesuaikan ukuran akuarium dengan besarnya tubuh ikan agar ikan tetap dapat bergerak bebas serta merasa nyaman di dalam wadah pemeliharaan.
Sumber : youtube