TRENGGALEK- Memelihara ikan koi sering kali diidentikkan dengan sistem pemfilteran yang rumit serta penggunaan mesin pembuat gelembung udara atau aerator secara nonstop. Banyak pemula menganggap bahwa tanpa peralatan tersebut, ikan koi akan cepat stres dan mati akibat kekurangan oksigen. Padahal, dengan teknik perawatan yang tepat, anakan ikan koi justru bisa tumbuh sehat, lincah, dan memiliki daya tahan tubuh tinggi meskipun dipelihara di kolam tanpa bantuan mesin aerator maupun media filter sama sekali.
Informasi dari kanal YouTube inspirasi ikan hias mengungkapkan bahwa memelihara ikan koi tanpa aerator sangat mungkin dilakukan. Kunci utamanya terletak pada penggunaan air lama atau air yang sudah diendapkan. Pemilik kolam dapat menambah sedikit air segar di pagi hari sebanyak beberapa liter untuk menjaga kesegaran wadah. Selain itu, kotoran mengendap yang berada di dasar kolam wajib dibersihkan atau disedot secara rutin setiap dua hingga empat hari sekali agar kualitas air tetap terjaga dari racun sisa metabolisme.
Pelatihan daya tahan tubuh ikan sejak dini juga menjadi faktor penentu. Anakan koi yang dibiasakan hidup tanpa bantuan mesin sejak ukuran kecil akan tumbuh menjadi ikan yang tahan banting. Hal ini membawa keuntungan tersendiri, terutama saat dipindahkan ke dalam kantong plastik untuk keperluan pengiriman atau ketika terjadi pemadaman listrik secara mendadak. Ikan tidak akan mudah kaget atau lemas karena sistem pernapasan dan fisiknya sudah terlatih pada kondisi perairan yang minim sirkulasi udara buatan.
Bagi pemelihara yang sudah terlanjur menggunakan aerator atau mesin filter di rumah, melatih ketahanan ikan koi dapat dilakukan secara bertahap. Mesin dapat dimatikan secara berkala pada siang hari selama kurang lebih tiga jam, kemudian dinyalakan kembali dari sore hingga malam hari. Langkah ini bertujuan agar ikan tidak terlalu bergantung pada suplai sirkulasi air yang terus-menerus.
Meskipun cara ini tergolong hemat biaya dan praktis bagi pemula, terdapat beberapa konsekuensi yang perlu diperhatikan. Tanpa adanya filter, air kolam akan tampak lebih cepat keruh dan kotor. Untuk mengatasinya, pemelihara disarankan membatasi kepadatan populasi ikan di dalam kolam. Sebagai gambaran, kolam berukuran tiga meter idealnya hanya diisi sekitar enam hingga delapan ekor ikan saja.
Selain membatasi populasi, kontrol pemberian pakan juga tidak boleh diabaikan. Pemelihara cukup memberikan pakan pelet jenis PF secara secukupnya dan tidak berlebihan agar air tidak cepat tercemar. Kombinasi antara porsi makan yang pas, pembatasan jumlah ikan, serta penyedotan kotoran yang rutin menjadi formula efektif menjaga kesehatan ikan hias tanpa aerator dan filter bagi para pemula.
Sumber : youtube