JAKARTA - Memelihara ikan hias bisa menjadi pilihan bagi orang yang ingin memiliki hobi di rumah. Namun, pemilihan jenis ikan perlu diperhatikan, terutama bagi pemula yang belum terbiasa merawat akuarium. Sejumlah ikan disebut relatif mudah dipelihara, mulai dari ikan cupang, maskoki, chana, komet, hingga glowfish.
Salah satu ikan hias mudah dipelihara yang banyak dikenal adalah ikan cupang. Ikan ini sempat sangat populer ketika masa pandemi karena banyak orang mencari hobi baru untuk mengisi waktu di rumah.
Cupang dinilai tidak membutuhkan perawatan yang terlalu rumit. Ikan ini dapat hidup tanpa mesin filtrasi maupun aerator. Selain itu, pilihan warna dan variasinya yang beragam membuat cupang banyak dipelihara dan dikoleksi.
Baca Juga: Laptop 5 Jutaan untuk CapCut, Ada Ryzen 5 5500 hingga Layar Touchscreen
Meski demikian, ikan cupang tidak disarankan ditempatkan dalam satu wadah dengan cupang lainnya. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa ikan cupang dapat berkelahi dan menyebabkan kematian.
Dari sisi makanan, cupang juga relatif mudah diberi pakan. Beberapa pilihan yang disebut antara lain pelet berukuran kecil, cacing sutra, hingga jentik nyamuk.
Maskoki dan Komet Sama-Sama Cocok untuk Pemula
Jenis berikutnya adalah ikan maskoki. Ikan ini disebut mudah dipelihara karena perawatannya tidak terlalu rumit dan makanannya mudah diperoleh. Pelet dapat menjadi salah satu pilihan makanan untuk ikan maskoki.
Baca Juga: Laptop 5 Jutaan 2026: Ada Ryzen 5, IPS, hingga Pilihan Ringan 1,17 Kg
Karakter maskoki juga disebut jinak dan tidak agresif terhadap sesamanya. Karena itu, ikan tersebut dapat dipelihara bersama dalam satu akuarium dengan jumlah tertentu, selama kapasitas wadah tetap diperhatikan.
Berbeda dengan cupang, maskoki tetap membutuhkan oksigen terlarut di dalam air. Aerator atau mesin filtrasi dapat digunakan untuk membantu menyediakan oksigen bagi ikan.
Sementara itu, ikan komet masih memiliki hubungan dengan ikan mas koki. Perbedaan yang disebut dalam video adalah bentuk tubuhnya yang lebih panjang serta ekor yang dapat tumbuh panjang menyerupai komet atau meteor.
Baca Juga: 7 Laptop 5 Jutaan yang Bisa Dipilih, Ada Model 2-in-1 hingga Ryzen 5
Perawatan ikan komet disebut hampir sama dengan ikan maskoki. Pemilik dapat memberikan pelet sebagai makanan serta menggunakan mesin filtrasi atau aerator untuk membantu menjaga kondisi air dan menyediakan oksigen.
Chana hingga Glowfish Punya Daya Tarik Berbeda
Ikan chana menjadi pilihan lain bagi orang yang menyukai ikan dengan karakter predator. Salah satu keunggulannya adalah tidak membutuhkan oksigen terlarut dalam jumlah seperti beberapa jenis ikan lainnya karena dapat mengambil udara langsung dari permukaan air.
Hal tersebut membuat chana dapat dipelihara tanpa mesin aerator atau filtrasi. Selain itu, chana memiliki beragam jenis dan warna sehingga memberikan banyak pilihan bagi penghobi.
Baca Juga: Laptop 5-7 Juta Ternyata Rumit, Salah Pilih RAM Bisa Bikin Performa Jauh Turun
Sebagai ikan predator, chana dapat memangsa ikan berukuran kecil. Dalam video tersebut juga disebutkan beberapa jenis makanan yang dapat diberikan, seperti cacing tanah, jangkrik, udang, dan ulat Hongkong.
Pilihan terakhir adalah glowfish. Ikan ini dikenal dengan warna tubuhnya yang beragam. Warnanya bahkan disebut dapat terlihat semakin menyala ketika mendapat pencahayaan biru atau lampu UV biru.
Glowfish juga disebut mudah beradaptasi dengan lingkungan air di akuarium dan tidak agresif terhadap ikan lain. Karena itu, ikan ini dapat ditempatkan bersama ikan lain yang memiliki ukuran serupa.
Baca Juga: Advan Pix World Touch, Laptop Gaming Touchscreen Rp8 Jutaan yang Bisa Main Game AAA
Kelima jenis tersebut menunjukkan bahwa pilihan ikan hias untuk pemula cukup beragam. Cupang menawarkan variasi warna dan perawatan sederhana, maskoki serta komet memiliki karakter yang relatif jinak, chana memberikan pengalaman memelihara ikan predator, sedangkan glowfish menawarkan tampilan warna-warni di dalam akuarium.
Meski tergolong mudah dipelihara, kondisi akuarium dan kebutuhan masing-masing ikan tetap perlu diperhatikan agar ikan dapat hidup dengan baik.
Editor : Cendikiawan Tristan Valentino