TRENGGALEKNJENGGELEK,JAWAPOS.COM - Ikan hias tanpa aerator dan filter menjadi pilihan bagi sebagian penghobi pemula yang ingin memelihara ikan dengan peralatan sederhana. Selain dianggap lebih praktis, penggunaan akuarium tanpa aerator dan filter juga dipilih untuk menghemat listrik.
Dalam video Arsipedia ID, terdapat tujuh jenis ikan yang disebut dapat dipelihara tanpa aerator dan filter. Beberapa di antaranya adalah ikan cupang, gapi, moli, dan swordtail. Masing-masing memiliki karakteristik serta kebutuhan perawatan yang berbeda.
Meski disebut mampu bertahan dalam kondisi tersebut, kebersihan air tetap menjadi bagian penting dalam pemeliharaan. Penggantian air secara rutin diperlukan agar kondisi lingkungan akuarium tetap mendukung kehidupan ikan.
Baca Juga: 10 Mobil Terbaru 2026 yang Akan Meluncur di Indonesia, Ada SUV Listrik hingga Hybrid
Cupang hingga ikan gapi
Ikan cupang menjadi jenis pertama yang direkomendasikan. Ikan dengan nama ilmiah Betta splendens ini dikenal memiliki kemampuan bertahan hidup yang tinggi sehingga cukup populer di kalangan penghobi pemula.
Cupang berasal dari keluarga Osphronemidae dan banyak ditemukan di kawasan Asia, termasuk Indonesia, Malaysia, Vietnam, Singapura, dan Brunei Darussalam. Ikan ini terbagi dalam tiga kelompok, yakni cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar.
Cupang hias dikenal memiliki sirip panjang dan indah dengan sejumlah jenis seperti half moon, plakat, crown tail, giant, dan double tail. Sementara cupang aduan dan liar cenderung memiliki sirip lebih pendek dan karakter lebih agresif.
Perawatan cupang tetap membutuhkan pergantian air dan pembersihan wadah secara rutin. Makanannya antara lain kutu air, pelet, udang, dan daun jati. Daun ketapang juga disebut dapat membantu menjaga kondisi air serta membantu proses pemulihan luka pada ikan.
Berikutnya ada ikan gapi atau Poecilia reticulata. Ikan kecil dari keluarga Poeciliidae ini dikenal dengan julukan ikan seribu warna karena memiliki beragam warna, ukuran, dan corak ekor.
Gapi memiliki karakter tenang dan damai, tetapi aktif bergerak. Ikan ini juga direkomendasikan untuk dipelihara dalam jumlah banyak karena akan memberikan tampilan warna-warni di dalam akuarium.
Ukuran gapi betina disebut sekitar 3 hingga 6 sentimeter, sedangkan jantan sekitar 1,5 hingga 3,5 sentimeter. Penghobi perlu memperhatikan anakan karena gapi dewasa dapat memangsa burayak. Karena itu, anakan sebaiknya dipisahkan dari ikan dewasa.
Baca Juga: Suzuki XL7 Facelift 2026: Varian Z Paling Murah, Apa Saja yang Berubah?
Moli dan swordtail
Jenis berikutnya adalah ikan moli atau Poecilia sphenops. Ikan ini dikenal dengan bentuk tubuh bundar dan perut yang terlihat buncit sehingga kerap disebut ikan balon.
Moli memiliki ukuran sekitar 6 hingga 10 sentimeter. Pergantian air disarankan dilakukan setiap dua hingga tiga minggu, setidaknya seperempat dari total volume akuarium. Langkah tersebut bertujuan mengurangi zat berbahaya yang dapat mengganggu kelangsungan hidup ikan.
Moli merupakan ikan omnivor yang dapat mengonsumsi cacing rambut, cacing beku, pelet, dan makanan lainnya. Tanaman air juga dapat ditambahkan sebagai tempat berlindung bagi anakan sekaligus sumber pakan alami.
Moli dapat digabungkan dengan platy, gapi, dan sejumlah ikan hias kecil lainnya. Namun, ikan ini cukup rentan terhadap perubahan suhu. Kondisi air yang tidak seimbang dapat meningkatkan risiko penyakit, termasuk white spot atau bintik putih.
Selanjutnya ada swordtail atau ikan pedang dengan nama ilmiah Xiphophorus helleri. Ikan ini berasal dari Amerika Utara dan Tengah, mulai Meksiko hingga Honduras, serta termasuk ikan air tawar dari keluarga Poeciliidae.
Swordtail dikenal sebagai ikan komunitas yang aktif dan damai. Ciri paling khasnya adalah bagian bawah ekor ikan jantan yang memanjang menyerupai pedang. Ikan ini juga cenderung sosial dan berenang secara berkelompok.
Dalam video tersebut juga disebutkan jenis ikan lainnya yang masuk daftar ikan hias tanpa oksigen dan filter. Namun, bagian transkrip mengenai beberapa jenis tersebut tidak menjelaskan nama dan karakteristiknya secara lengkap.
Karena itu, penghobi tetap perlu memperhatikan kondisi air dan kebutuhan masing-masing ikan. Kemampuan bertahan tanpa aerator atau filter bukan berarti ikan dapat dipelihara tanpa perawatan kualitas air.
Baca Juga: 8 HP Terbaru yang Akan Rilis di Indonesia, Ada Baterai 8.000 mAh
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : pinterest